
"Sayang, Aku sudah siap.."
"Emm, Kamu bisa gak pergi sendiri lebih dulu, Nanti akan aku kirim lokasi nya agar memudahkan mu sampai kesana. Tamuku lagi deras nih keluar nya, Jadi akan datang belakangan saja menyusulmu sayang..!"
"Baiklah... Jaga diri sayang" Ucap Zai lalu memutuskan sambungan telpon nya.
Zai keluar dari rumah dan melihat Pak Rahman sedang berjalan membawa tongkat pendek di tangan kanan nya. kemdian Zai memanggilnya "Pak Rahman" Panggil Zai yang sudah berada di samping mobil Range Rover nya.
"Bos memanggil saya?" Ucap nya yang berlari kecil mendatangi Zai.
"Benar, Nanti kalau ada yang mengantar motor listrik, Terima saja dan tanda tangani kalau tidak ada Vera ya Pak! aku akan pergi dulu" Ucap nya langsung memasuki Mobilnya dan menghidupkan mesin nya lalu perlahan melaju di jalan menuju lokasi perusahaan Sadewa Group.
Tiga puluh menit berlalu, Perjalanan yang lumayan jauh di tempuh dengan kecepatan sedang saja.
Mobil Range Rover memasuki halaman parkir yang di sediakan oleh perusahaan. Zai turun dan berjalan santai menuju pintu besar perusahaan.
Ada beberapa orang yang berkumpul di dekat pintu., Entah apa yang sedang mereka bicarakan, Tapi seperti nya mereka sedang mengadakan Briefing.
Zai melewati mereka begitu saja tapi sebuah panggilan menghentikan nya.
"Hei.. Siapa yang membiarkanmu masuk kesini?" Suara orang itu agak keras hingga menganggu ketenangan orang orang yang sedang melakukan Briefing tersebut.
__ADS_1
"Billy kenapa kau berteriak?" Ucap Seseorang yang kelihatannya lebih tinggi jabatan nya..
"Maaf manager, Ini ada gembel masuk kesini" Ucap Billy sambil menunjuk Ke arah Zai.
Zai mempunyai ingatan yang terbilang masih baik, Jadi dia mengetahui siapa orang yang menunjuk nya dengan jelas. ya dia adalah salah satu dari para pemuda yang menyiksa nya dulu sebelum dia mendapatkan Sistem, Hati nya membara melihat orang ini, Tapi dia mencoba untuk tetap terlihat tenang meski tangan nya mengepal.
"Tak perlu juga berteriak, Panggil saja satpam dan usir dia, Karna kita akan kedatangan Bos baru, Aku tak ingin ketika bos datang melihat di dalam perusahaan nya ada pertengkaran yang seharus nya mudah di atasi" Ucap sang Manager lalu kembali memberikan pengarahan kepada bawahan nya.
Billy dengan seringai nya menatap pemuda dihadapan nya pura pura terlihat tenang itu, "Jangan berlagak tenang, Aku tau kamu sangat membenciku karna dulu sering membulymu, Tapi apa kau tau, Ini adalah wilayahku, Dan paman ku adalah manager disini" Ucap nya ingin menekan mental Zai yang tetap menampilkan wajah tenang nya.
"Cih mengandalkan orang lain untuk berlagak sombong, Dulu aku memang tak pernah melawan karna aku tak ingin melawan, Ada banyak alasan yang membuatku tak bisa melawan, Tapi sekarang jika kamu berani menggangguku, Aku pasti akan melawan mu" Ucap Zai yang tak ingin di pandang remeh.
"Haha haha, Sekarang memang kamu terlihat berbeda dari sebelum nya, Entah apa yang membuat mu bisa berpakaian yang cukup mahal, Mungkin saja kau menjadi pencuri diluaran sana! Atau kau juga ingin mencuri disini dengan berlagak berpakaian baik" Ucap Billy terus menerus berbicara.
"Itu bukan lah urusan mu, Dan pastinya aku tak memakai uangmu" Zai juga terpancing emosi nya. karna orang ini dulu begitu kejam dengannya.
Satpam tak berani mendekat, Karna dia melihat pemuda itu turun dari mobil yang mana, Dan dia sudah mencari di internet berapa harga mobil yang di naiki pemuda itu dan kekepoan nya menjadi keberuntungan nya kali ini.
Jika memang pemuda itu hanya orang miskin atau pencuri tak mungkin mampu membawa mobil mahal yang Billy sendiri tak bisa memiliki nya. di bandingkan punya Pemuda itu, Milik Billy hanya lah Jazz saja meskipun keluaran terbaru masih tidak sebangding dengan kegagahan Range Rover yang seperti Jaguar.
Dia tak bergerak, Pura pura tidak mendengar dipanggil.
"Satpam saja tau mana yang baik dan tidak, Jadi manusia jangan terlalu angkuh" Ucap Zai sambil mencibir Billy yang wajah nya memerah karna malu tak di hiraukan oleh satpam.
__ADS_1
Billy tak memperdulikan ucapan dari Zai dia marah kepada satpam yang pura pura tuli dan berteriak kembali, "Kau minta di pecat ya jadi tak menghiraukan aku" Ucap nya meraung mendatangi satpam itu yang masih berada di tempat nya.
"Billy...!" Teriak seseorang dari belakang ketika melihat Billy yang ingin pergi mendatangi satpam.
Billy langsung menoleh dan berkata "Maaf kan aku paman, Satpam tidak mau mendengarkan peritahku untuk mengusir orang itu" Tunjuk nya lagi kepada Zai.
Sang Manager yang bernama Wilhan itu menatap dari atas hingga ke bawah, Dia ingin menilai siapa pemuda yang ada di hadapan nya ini yang hanya tersenyum tak menampilkan kegugupan.
"Nak, Sebenarnya apa yang kamu inginkan, Perusahaan ini bukan tempat umum yang bisa di masuki oleh orang yang tak mempunyai kepentingan terhadap perusahaan"
"Aku suka orang yang bertanya dengan sopan dan bersikap baik di perusahaan seperti kamu, Tidak seperti dia" Tunjuk Zai kepada Billy yang mendengus.
"Kenapa perusahaan harus memiliki orang yang seperti ini, Tidak akan berkembang nanti nya, Pecat saja" Tambah Zai berbicara kepada Wilhan
Billy tidak terima dengan ucapan Zai dan dia berteriak hingga membuat orang orang mendekat.
"Siapa kau hah? Berani sekali menyuruh paman ku untuk memecatku, Apakah kau bosnya disini? Dasar gembel yang pura pura terlihat kaya" Dia melototi Zai dengan mata yang hampir keluar dari kepala.
"Diam kamu Bill, Apa kamu tidak lihat aku sedang berbicara dengan nya, Kenapa kamu menyela, Aku malu punya ponakaan sepertimu, Tidak kah kau punya sedikit kesopanan, Hargai orang lain" Ucap nya sambil menatap Billy kemudian menunggu jawaban dari pemuda di hadapannya.
"Paman dan ponakan memang berbeda sipat, Aku Memang bos nya disini, Dan ini adalah perusahaan ku, Apakah kau keberatan Billy?" Tanya Zai yang kini juga menatap Billy.
"Haha haha aku tau betul siapa kamu, Kamu hanyalah gembel yang berada di pinggiran sungai martapura, Entah kenapa punya kekuatan untuk membodohi orang banyak, Tapi kau tidak bisa membodohiku karna aku bukan orang bodoh.
__ADS_1
Paman, Cepat usir saja dia, Aku dapat menjamin dia hanyalah seorang penipu" Ucap Billy kepada Paman nya yang masih menunggu jawaban Zai, Memang orang yang sabar.
Wilhan tau dan dapat menilai karakter seseorang dengan baik hingga dia bisa memiliki jabatan yang tinggi di perusahaan Sadewa Group ini, Jadi dia tak ingin mengambil keputusan yang akan merugikan hidup nya hanya karna keponakan nya tidak suka dengan orang yang ada di hdapan nya sekarang...