Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Memenuhi Undangan


__ADS_3

'Tampilkan Status'


(Ding..)


Nama lengkap : Zaidul Akbar


Level : 2/100


Pesona : 10


Kekuatan : 10


Kecepatan : 10


Kecerdasan : 10


Keterampilan : Skill Bela diri Kuno (Aktif - Teknik Naga melahap matahari)


Skill Medis Super (Aktif - Teknik Sembilan Jarum Kebangkitan)


Skill Pembalap Super (Aktif)


Skill Semua Game (Aktif)


Skill Menyanyi (Aktif)


Skill Koki Super (Aktif)


Skill Penembak Jitu (Aktif)


Dana : Rp 4.060.000.000


Shop : Bisa diakses.


Poin Sistem: 12


Invetori : Semua keperluan tuan rumah.


Tugas : Tugas Utama Belum Selesai


'Kecil sekali Poin sistem yang ku dapat dari menolong Nindi, Hanya dua Poin saja'' Keluh nya.


(Tuan rumah selain mendapat poin juga mendapat keuntungan yang legit)

__ADS_1


'Apa kau mengintai setiap aktifitas ku Sistem?' Tanya Zai dengan terkejut mendengar sistem menjawab keluhannya.


(Saya ada bersama dengan tuan kemana pun dan dimanapun, Jelas saya tau apa yang tuan lakukan) Jawab nya dengan nada datar


Zai sangat kesal mengetahuinya. dia pun sampai di depan gudang tempat Billy di sekap dengan wajah yang muram.


Bunyi rantai terlepas dan dijatuhkan oleh Udin menyadarkan Zai bahwa dia sudah sampai di depan pintu, Sebelumnya dia berjalan tanpa sadar karna jiwa nya seakan hilang ketika mendengar perkataan Sistem, Dia merasa malu karna di lihat oleh sistem beberapa kali bermain dengan wanita. tapi apa boleh buat semua sudah terjadi. tapi sistem juga tidak mempermasalahkan nya, Hanya saja dia merasa risau jika setiap kali bercinta akan ada yang melihat nya. seperti dia sedang melakukan live.


Billi dengan wajah ketakutan melihat dua orang yang muncul setelah pintu terbuka. dia mundur perlahan dari duduknya.


"Ampun, Apa salahku, Kenapa aku diculik" Ucap Billy sambil terisak menangis ketakutan, Bau pesing juga masih belum kering, Karna Billy sebelumnya sudah terkencing ketika di masuk kan oleh dua orang kedalam tempat itu.


Zai melangkah dengan segala kegundahan di hatinya, Lalu menarik rambur Billy, "Apakah mengingat Kaki ini yang dulu kau injak hingga patah?" Dengan suara besar Zai bertanya Ditambah aura diminasinya yang terpancar membuat Billy semakin ketakutan.


Dia tak menyangka pemuda yang sering dia siksa dengan teman temannya, Dan malam itu dia menginjak kaki pemuda itu hingga patah sembari tertawa.


kini berada dihadapannya dengan Kemampuannya. dan masih sehat bahkan lebih kuat dari sebelumnya.


Memikirkan itu membuatnya semakin takut dan mengeluarkan lagi cairan yang berbau.


Zai menarik Rambut Billy dan membuat nya berdiri terdengar teriakan kesakitan keluar dari mulut Billy yang terus berteriak karna rambutnya yang lumayan panjang di tarik paksa.


Zai mengayunkan kakinya menendang ke arah kaki kanan yang pernah mematahkan kakinya.


"Mata balas mata, Gigi balas gigi" Ucap Zai Melototi Billy yang kini berguling di lantai setelah Zai melepaskan tangan nya di rambut Billy.


Kemudian Zai menyambut kursi yang di berikan oleh Udin, Udin sangat pengertian, Sebelum Zai bersuara dia sudah paham.


Zai duduk menyilangkan kakinya lalu bertanya kembali "Bagaimana rasa memiliki kaki yang patah?"


Tidak ada sahutan, Hanya ludahan air liur saja yang keluar dari mulut Billy.


Zai berdiri kemudian menginjak lagi kaki yang patah itu dan sedikit menekan nya. "Bunuh saja aku" Teriak Billy yang merasa sudah tidak sanggup menahan sakit di kakinya.


"Tidak semudah itu, Din tinggalkan dia, Jangan biarkan dia lolos, Nanti aku akan kesini lagi, Tapi jangan lupa berikan dia makanan dan minuman jangan sampai mati, tapi jika mati pun tak apa, Buang saja kelaut" ucap nya lalu meninggalkan ruangan empat kali empat itu.


Dia berjalan ke kamar yang sudah di dekorasi dengan baik setelah di tinggalkan oleh Ketua Tiger White.


Dia merebahkan tubuhnya dan membuka kembali layar berwarna hitam dengan menu berwarna warni.


'Sistem bisa kah kau menjaga Privasiku, Aku tak ingin kau melihat jika aku sedang melakukan itu, Kau pahamkan maksudku?'


(Tentu, Apapun keinginan tuan rumah, akan Sistem kabulkan jika menurut perhitungan nya cukup baik) Sahut sistem menggema di pikiran Zai.

__ADS_1


Lalu Zai mengeluarkan undangan tersebut dan membaca sebentar tulisan, [Datanglah sendiri] Hanya itu yang tertulis di undangan tersebut beserta denah yang tertera, 'Siapa yang kurang kerjaan ini, Tapi aku tentu harus datang karna ini undangan khusus' Batinnya.


Lalu keluar dari kamar itu dan menuju kembali ke mobilnya. Setelah pintu terbuka gerbang terbuka dan menerika sapaan dari beberapa orang anak buahnya. Zai kembali melajukan Mobilnya sesuai arah dari denah yang ada.


..................


Membutuhkan waktu hampir satu Jam untuk sampai tempat tujuan, Cukup jauh memang..


Zai melajukan Mobilnya memasuki Gerbang Mension yang sudah terbuka secara otomatis.


Sesampainya di tempat parkir, Dia disambut oleh seseorang yang langsung membukakan pintu mobil untuknya.


"Ikuti saya, Tuan besar sudah menunggu" Ucap orang itu yang sepertinya seorang bodyguard, Terlihat dari poster tubuhnya yang tegap dan sigap.


Zai mengangguk dan berjalan dibelakang orang itu. dia menuntun masuk hingga menuju ruang meja makan, "Silahkan Tuan" Ucap nya mempersilahkan Zai untuk pergi kesana dan dia tetap bertahan di tempat.


Zai berjalan sendiri yang hanya berjarak tiga meter saja, Dia melihat seorang lelaki separuh baya. tapi masih terlihat sangat Prima dan bertenaga.


'Sistem Analisa pak tua ini' Pintanya.


(Nama: Ernando Nelson.


Umur : 45


Pekerjaan: Seorang pengusaha batu bara


Keterampilan : Pencak silat, Tinju dan juga Takewondo).


"Tak ku sangka bisa bertemu dengan Anda Tuan Nelson yang tersohor kaya dengan aset berlimpah, Entah ada Hal apa hingga mengundangku yang bukan siapa siapa ini" Ucap Zai menarik kursi dan duduk tanpa disuruh.


Prok Prok "Aku kagum kepadamu anak muda, Tidak pernah ada orang yang bersikap seperti ini kepadaku, Tapi aku suka, Daripada kebanyakan orang lain hanya berlaku sopan bila dihadapan ku, Tapi menyembunyikan wajah buruk dibelakangku.


Minumlah, Aku hanya ingin berkenalan dengan mu, Seorang yang bisa menghancurkan Tiger White dan juga menjadi ketua tersembunyi dari Macan Hitam"


'Periksa minuman itu. dan keseluruhan area, Apakah aku bisa lolos jika terjadi hal yang tak di inginkan' Pinta Zai


(Tidak ada racun di dalamnya, Dan presentasi lolos hanya 30%) Ucap Sistem


'Berarti aku harus menahan diri, Untuk tidak bertarung' Batin Zai lalu mengulurkan tangannya mengambil minuman itu dan menyesapnya.


"Kau tidak takut itu beracun?" Tanya Nelson


"Tubuhku kebal dengan racun, Tapi apa mungkin seorang yang bermartabat seperti anda memakai racun untuk membunuh orang biasa sepertiku" Sahut Zai dengan senyuman kemudian menyesap kembali minuman yang ada ditangannya.

__ADS_1


Nelson tersenyum mendengarnya, Karna dia tak mungkin melakukan hal tercela seperti itu. Lalu dia berkata kembali "Apa kau tau, Alasan aku mengundangmu kesini?" Tanyanya...


__ADS_2