
Boom! Energi kekuatan keluar dari telapak tangan salah satu diantara beberapa orang yang berlatih di sana dan menghantam batu besar hingga meledakkannya.
Swush! Boom! Satu lagi sinar yang lain keluar dari telapak tangan yang dihasilkan dari tenaga dalam.
"Pak Royan memang hebat. Pantas menjadi orang terdekat ketua!" Puji yang lainnya seraya memberikan tepuk tangan.
"Terima kasih. Ini juga berkat latih tanding dengan kalian terus menerus" jawab Royan. Lalu dia berkata kembali "ayo kita tingkatkan lagi kekuatan kita dan menjadi nomor satu di negara hingga dunia!' Seru Royan. Kembali dia mengulang pelatihan sedari awal lagi.
Booom!! Ledakan energi keluar dari telapak tangan Zai dan menghantam satu orang yang berada dibawah. Membuatnya meledak dan mati.
"Ada serangan dari atas!" Seru satu orang yang melihat asal serangan.
Semua orang yang ada disana menyipitkan mata untuk melihat serangan itu berasal darimana.
Wush!! Boom! Lagi, Zai mengirimkan kembali serangan yang berdaya ledak tidak terlalu besar. Sebab dia ingin memancing ikan yang lebih besar untuk menyambar umpan yang diberikannya.
Kegaduhan pun terjadi. Mereka berhamburan lari. Sebab tidak sempat melihat bentuk lawan. Mereka dihujami kembali dengan serangan yang mereka anggap dahsyat.
Zai dan Laila mendarat dengan sempurna di antara beberapa orang yang lari tersebut. Lalu menangkap salah satu dengan menarik tangannya dan bertanya " dimana Ketua kalian berada?" Zai bertanya.
"Penyusupnya ada disini!" Teriak orang itu lantang. Hingga orang yang kocar-kacir itu berhenti berlari dan menatap sama pada satu arah suara.
Mereka menemukan seorang pemuda dan juga seorang wanita cantik yang teramat cantik bagi penglihatan mereka.
"Dia ada disini. Sampaikan kepada Ketua! Biarkan aku menahannya untuk sementara!" Kata Royan.
"Baik Kak Royan! Akan segera kuberitahu ketua!" Satu orang langsung berlari. Meski Zai melihatnya dia tetap membiarkannya. Sebab orang itu yang akan membawa ikan besar untuk datang.
Sedangkan Royan menatap penuh dendam kepada pemuda itu. Pemuda yang membunuh adiknya di kediaman ketua saat itu. Entah adiknya yang mana. Yang pasti sekarang dia sangat membenci pemuda itu hingga ke ubunnya. "Bantu aku menyingkirkannya!" Teriak Royan lalu bergerak dengan bela diri yang diketahuinya. Dia sangat percaya diri bisa mengalahkan pemuda itu dengan serum kekuatan yang terus dikembangjan oleh Billi.
__ADS_1
Swoosh!! Fluktuasi udara terjadi di antara pukulan-pukulan yang dilepaskan oleh Royan. Namun Zai begitu tenang melepaskannya dan tanpa membalas satu serangan pun dari lawan. Royan merasa dipermainkan karena tidak bisa menyentuh lawan meskipun lawan tidak berada jauh darinya.
"Jangan menghindar jika kau berani?!" Teriak Royan
Buzz! Zai menggunakan telunjuk dewa matahari untuk membakar Royan menjadi abu.
Tercengang! Orang yang tersisa dari lawan jelas tercengang melihatnya.. Menurut mereka. Jika Royan saja kalah. Mereka mana berani untuk melawan.
Segera gemuruh semua orang pergi dari halaman villa itu dan ingin menyelamatkan diri. Namun zai tidak membiarkannya.
Langsung saja, Zai melambaikan tangannya. Sejumlah Qi pedang terkontrol langsung melesat ke segala arah mengejar semua orang yang berlari berbagai arah. Tidak ada yang lepas dari pedang itu meskipun bersembunyi di tempat tersembunyi sekalipun.
Teriakan menyayat hati menghiasi siang yang cerah dan tidak ada ampun bagi mereka. Kelompok yang memang meresahkan semua orang. Menurut hasil riset yang dia dapatkan. Black Devil memang pantas dimusnahkan.
Mayat bergelimpangan di tanah dengan banyak potongan tubuh yang terpisah. Satu lambaian tangan besarnya membuat semua mayat itu menumpuk dan Zai membakarnya segera. Sebelum membusuk dan menjadi penyakit.
Entah mengapa!? Brian atau ketua Black Devil itu sangat suka sekali bersembunyi dalam bawah tanah. Namun yang pasti kini orang itu sudah sangat gugup dalam hatinya.
Di Pulau itu. Sinyal ponsel atau internet hilang. Entah sebab ada alasan apa. Tetapi hal itulah yang membuat villa dapat berdiri gagah. Tidak ada gangguan dari dunia luar.
Lift terbuka dan sampai pada laboratorium kecil dimana sekarang Brian disuntik oleh Billi dengan serum kekuatan baru. Billi yang tak bisa berbuat banyak selain menuruti keinginan Brian, meskipun dengan berat hati dia tetap melakukan perkembangan terus menerus untuk orang itu
"Ada apa kau kemari?" Tanya Brian yang melihat anak buahnya datang dengan tergesa.
Tak mengambil nafas yang banyak akhirnya dia tak bisa berkata sempurna. "Di luar ada penyusup! Dan sekarang Kak Royan menghadangnya!" Ucap anak buahnya itu menjawab.
"Aku akan meremukan tubuhnya" Brian berdiri setelah melakukan suntikan terakhir. Lalu berjalan didepan orang yang melaporkannya tadi.
Keduanya kembali ke permukaan atas.
__ADS_1
Swoosh Boom! Villa besar itu mendapatkan satu kibasan tangannya. Qi pedang dari teknik pedang dewa matahari dia pakai untuk menebas setiap tiang yang ada pada bagian rumah itu, semuanya hingga Villa roboh dan hancur. Dan rata dengan tanah.
Zai kemudian duduk dengan santai menunggu kemunculan ketua black Devil.
Sedangkan di dalam Lift terjadi goncangan. "Apa yang terjadi ketua?"
"Mana ku tahu" jawab Brian. "Namun sepertinya Lift ini akan jatuh, cepat keluar!" Brian langsung memukul pintu lift.
Baam! Pintu besi itu hancur dengan sekali pukul. Menandakan kekuatan yang dimiliki Brian cukup kuat. Setelah pintu terlepas mereka dapat melihat kecepatan Lift jatuh yang super cepat. Sebelumnya mereka sudah hampir sampai ke permukaan tanah. Tetapi kejadian itu membuat mereka harus kembali ke tengah dan melompat keluar. Jika tidak dilakukan, mereka akan terperenyek di dalam Lift.
Bam! Jatuhnya lift terdengar sangat nyaring. Asap tebal mengepul dengan debu yang terangkat.
Untungnya di setiap rumah yang dibangunnya selalu dibuat lorong untuk penyelamatan diri. Antisipasi itu sangat bagus untuk hidupnya. Meskipun sekarang sedikit jauh dari lorong itu namun tidak terlalu menyulitkan baginya yang sudah memiliki kekuatan.
Dia melompat menendang tanah dua kali hingga dapat naik sempurna pada lorong itu. Begitu pula dengan anak buahnya. Dia melakukan hal yang sama meskipun tidak secakap yang dilakukan oleh Brian. Ketuanya.
"Sialan! Rumah yang ku bangun dengan sempurna harus hancur kembali. Dan itu hanya satu orang saja yang melakukannya. Jika aku tidak menghancurkan batok kepalanya. Aku tidak akan tenang hidup" gumamnya. Seraya meninju dinding tanah. "Ayo keluar dari sini!" Perintahnya kepada bawahannya itu.
"Baik ketua. Biarkan aku yang berada di depan!" Ucapnya.
Brian mengangguk dan melambaikan tangan menyuruhnya memimpin
Memerlukan lima menit dalam lari untuk mencapai pintu. Bawahan itu menendang sebuah pintu yang menutupi jalan keluar hingga jebol. Kini mereka berada di pinggiran pantai. Cukup jauh dari Villa yang dihancurkan. Tetapi Brian tidak memilih kabur. Dia memilih kembali ke Villa miliknya dan mendatangi orang yang sudah menghancurkan dua kediamannya.
Amarahnya kian memuncak. Ini hanya berawal dari dia menerima permintaan Leon untuk membunuh satu orang yang berimbas ke gengnya hingga kediaman. Dia sedikit banyaknya mengetahui informasi itu dari Tiger Wu yang sudah mengecek identitas pemuda yang kini harus dibunuh dengan tangannya sendiri.
Dendam. Kesal bercampur jadi satu membuat aura di tubuhnya kian meningkat. Seolah ada iblis yang terbangun dari dalam jiwanya dan meronta ingin memangsa orang yang diakuinya.
"Aku datang bajingan, kematian akan menjemputmu!"
__ADS_1