Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Ada Musuh 3


__ADS_3

"Gagal, Dasar bodoh kalian, Sudah gagal kehilangan Joko pula, Kita harus segera pindah markas, karna polisi akan segera menemukan kita jika joko sudah siuman, dia pasti akan membocorkan tempat kita" Ucap ketua dari Geng Macan Hitam yang marah. Karna ini kali pertama mereka gagal dalam menjalan kan permintaan Klien.


"Musnahkan semua yang ada disini, Bakar dan kita pindah segera!" Teriak nya kencang menatap satu persatu anak buah nya yang menemani nya sudah puluhan tahun.


Dia berjalan keluar, Meski tidak muda lagi, Akan tetapi, Tampilan nya masih lah menawan, Tidak mencirikan bahwa dia adalah seorang mafia ternama di jajaran Penguasa malam banjarmasin.


Api membubung tinggi, Dan asap hitam pekat terlihat, Setelah itu suara kebut kebutan dari mobil pemadam kebakaran terdengar menuju lokasi di mana kebakaran terjadi.


Polisi tiba juga lokasi kebakaran, Meski sudah bertindak cepat nyata nya mereka tertinggal satu langkah.


Dari atap gedung seseorang duduk santai mengawasi perkembangan nya, Setelah membuang ****** rokok nya dia mengambil Ponsel dari saku dan mendial kontak seorang wanita. "Mereka gagal Nyonya, Entah apa yang terjadi, Seperti nya target masih dalam keberuntungan" Ucap nya


"Katakan pada ketua mereka, Jika tidak bisa menyelesaikan hal kecil ini, Jangan lagi jadi mafia di kota ini" Ucap wanita di seberang sana. Dia tak menyangka menyelesaikan urusan sepele ini saja gagal, kata nya Organisasi terkenal di kalangan nya


"Baik nyonya..." Sahut nya lalu menutup sambungan telpon dan turun dari gedung melalui tangga.


Lalu orang itu terlihat memegang ponsel nya dan memutar nya beberapa kali di tangan, setelah itu dia mendial kontak seseorang.


"Hallo Torax, Bisa kah kita bertemu sekarang?"


"Aku berada di Hotel royal jelita, Jika ada yang ingin kau bicarakan, Datangi aku!" Sahut Torax


Mereka pun bertemu dan entah apa yang mereka bicarakan, Terlihat keseriusan di wajah mereka berdua.


Malam pun berlalu begitu saja......


Bergulir bening si embun pagi. Di atas daun kecil daun keladi. Hari yang baru datang lagi. Membangun kan semua orang dari mimpi.


Mimpi, Mari kita lanjut kan mimpi,


Mimpi menjadi manusia yang berarti...


Cerah mentari menyinari dunia. Segar kan alam hilang kan kepenatan. Jika hari bisa berganti. Kenapa masalah tak pernah bisa pegi...


Driiiiiit... Ponsel bergetar di atas meja kecil samping tempat tidur.

__ADS_1


Hingga beberapa kali getaran, Baru terlihat tangan terulur mengambil nya. Dengan mulut yang masih menguap Zai  mengklik terima


"Bos, Aku sudah menemukan siapa komplotan mereka, Mereka adalah organisasi Macan Hitam, Tapi markas mereka tadi malam terbakar, kemungkinan itu di sengaja untuk menghilangkan jejak mereka" Suara Handoko sangat bersemangat pagi itu.


Zai mengernyitkan dahi nya mendengar kabar itu "Macan Hitam?"


"Ya Bos, Macan Hitam ini juga terkenal di kalangan penguasa malam kota ini"


"Apa kau sudah tau siapa nama ketua mereka"


"Sudah bos, Namanya Torax, Aku masih menyelidiki di mana keberadaan nya sekarang, Jika sudah menemukan informasi nya, Aku akan langsung menghubungi Bos" Ucap Handoko.


Dia memang tak pernah tau tentang penguasa malam di kota ini, Namun berkat koneksi nya sebagai manager di Sky Paviliun dia bisa mendapat informasi itu, Walau sedikit tidak mudah..


Zai menutup sambungan telpon nya lalu bergegas mandi dan berganti pakaian, Dia tak lagi memikirkan masalah kampus, Yang dia pikirkan adalah ada nya orang yang ingin membunuh nya, Ini suatu hal yang patut di perhitungkan.


Setelah selesai dengan pakaian nya, Zai keluar dengan motor Honda Gold Wing nya. 


"Ada apa dengan nya, Kok aku panggil pangil tidak menjawab" Gumam Aisya yang sebelum nya memanggil Zai, Tapi Zai nya tidak mendengar sama sekali. "Ya sudah mungkin dia lagi banyak pikiran" Kata nya lagi, Sungguh wanita yang pengertian, Tidak marah ketika di cuekin, ada gak ya yang seperti itu..


Sedang kan Zai menuju kantor polisi, Di perjalanan suara Sistem berbunyi.


(Ding... Tugas baru terpicu)


(Jadilah penguasa malam satu satu nya)


(Waktu tugas satu bulan)


'Ide bagus ini Sistem, Beri aku saran, Aku harus memulai nya dari mana!?"


(Mulai dari Organisasi Macan Hitam)


(Tuan rumah, Tengok sebelah kanan di seberang jalan, Ada lelaki yang di tangan nya bergambar tato Macan, itu adalah anggota Macan Hitam, Selamat berjuang) Ucap Sistem dengan datar tanpa ekspresi, karna dia sistem bukan orang.


Zai menyetop motor nya lalu memperhatikan orang itu yang terlihat ingin menyebrang jalan, Zai terus mengawasi nya gerak gerik nya.

__ADS_1


Melihat orang itu duduk dan seperti nya sedang menunggu, Zai pun bersiap dengan motor nya.


Terlihat sebuah mobil Avanza warna Hitam stop didepan orang itu, Orang itu langsung masuk, Dan Mobil melaju dengan cepat.


Zai mengikuti nya dengan tetap menjaga jarak, Dia sudah mengunci pandangan nya dan nomor Plat mobil nya, 


Km 14 Gambut, Zai sudah jauh mengikuti mereka namun mobil Terus saja melaju menuju bundaran dan mobil itu mangambil jalur kiri,


Di tempat sepi mobil itu berhenti..


Zai memantau dari jarak seratus meter, Dia berhenti dan berpura pura kencing berdiri.


Namun sesuatu yang tak dia duga datang. Sebuah mobil hitam dengan kecepatan tinggi mengarah cepat ke arah nya berdiri.


Braaak...! Pohon itu hampir tumbang karna tertabrak mobil.


Zai melompat tinggi kesamping dan jatuh dengan berguling beberapa kali. Untung nya kecepatan dan kekuatan nya sudah di tingkat kan. Jika tidak, Mana mungkin dia selamat lagi.


Dia bangkit, Dan melihat lima orang dengan senjata tajam keluar dari mobil Grand Max warna hitam yang hampir menabrak nya.


"Ini akan sulit" Gumam nya lalu dia berdiri dan sebuah tepukan tangan terdengar dari belakang Zai.


Pok pok pok!


"Aku salut dengan mu, Orang akan menghindar dari berurusan dengan kami, Tapi kamu malah mencari mati dengan mengikuti kami" Ucap sang pemimpin yang bernama Torax, Dia keluar dari mobil Avanza hitam itu dengan tiga orang di belakang nya. Salah satu nya adalah orang yang pernah kabur ketika melawan nya tempo hari..


Zai memasukan tangan nya ke saku, Dia masih bersikap tenang. Tidak terlihat panik sedikit pun meski kini berhadapan dengan sembilan orang,


Zai menekan nomor Handoko. Dan memanggil nya. Berharap saja handoko paham situasi dan melacak lokasi nya berada.


Lalu dia memerintahkan sistem untuk membuka Shop, Dia tak mungkin melawan senjata tajam dengan tangan kosong jadi dia harus mempunyai juga senjata..


Dua orang menyerang dengan pisau tajam, Zai tak bisa mundur karna dia kini telah dikepung.


Swosh. Swosh. Dua serangan dari atas menusuk ke arah kepala. Dan satu lagi menusuk pinggang nya...

__ADS_1


__ADS_2