Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Masalah Baru


__ADS_3

Sreng.. sreng... terdengar wajan dan spatula beradu, Kini Zai memasak Nasi Goreng Mawut, dengan resep biasa saja, Tapi dengan skil koki super mungkin akan jadi rasa yang luar biasa


Api masuk kedalam wajan dan Zai memainkan aksi nya dengan cukup baik. Memutar mutar wajan dan melempar isi nya. Kemudian menangkap nya kembali dengan wajan itu. Dengan Skill Koki Super, Dia menjelma bak Koki sebenar nya yang tiap hari menghadapi makanan seperti itu untuk di masak.


Aisya menumbuhkan kekaguman yang lebih di mata nya. Dia tak menyangka Zai bisa melakukan hal yang seperti itu. Dia merasa minder jika harus beradu memasak dengan lelaki yang satu ini.


Pok pok pok! Aisya memberikan tepukan tangan nya,


"Taaaara, Silahkan di nikmati Putri yang cantik" Ucap Zai dengan senyum membawa dua buah piring yang berisikan Nasi Goreng Mawut yang sangat menggoda, Sangat cocok dimakan untuk malam hari, Aisya hampir ngiler hanya dengan mencium aroma nya.


"Pinter sekali kamu masak nya sayang, kalau kita nikah gak usah cari tukang masak dirumah, Sayang aja yang masak tiap hari" Ucap nya sambil terkekeh menutupi mulut nya.


Zai mendengus mendengar nya, "Emang nya kamu mau punya suami yang hanya kerja nya dirumah dan bisa nya masak saja?" Tanya Zai bercanda.


"Itu bisa di pikirkan kalau suami nya kaya raya kan, jadi dia tak perlu bekerja, Seperti cerita di novel Suami ku Sultan" Sahut Aisya masih dengan mode bercanda nya.


"Kamu ini seperti nya suka sekali baca novel, Emang nya mau hidup mu kayak novel itu?"


"Sebenar nya hidup kita ini sudah seperti novel itu sendiri, kita menjadi bidak yang di gerakan sesuai naskah yang di bayangkan oleh sang Author, Jika Author atau pengarang kehidupan kita menginginkan kita kaya. Maka pasti nya kita akan kaya, Jika sebalik nya, tentu kita akan mengalami nya, Tanpa bisa mencegah atau menahan, Tapi aku bahagia author membayangkan kebersamaan kita, aku berharap Author pencipta kita bisa menyatukan kita selama nya" terdengar di telinga Zai kedewasaan dalam kata kata nya.


"Kamu seperti seorang guru yang mengajari anak didik nya" Zai tersenyum lalu menyuapi Aisya "Aa aa aa buka mulut nya, pesawat terbang akan datang"


Aisya membuka mulut nya dan satu sendok Nasi Goreng Mawut langsung masuk ke mulut nya. Dia mengunyah ke kiri dan ke kanan, "ini sangat nikmat, Ini nasi goreng ternikmat yang pernah aku makan" Ucap Aisya, Lalu dia mengayun kan tangan nya dan mulai menyuap sendiri, Tidak terlihat lagi keanggunan nya. Dia makan dengan lahap nya. Sangat lahap, sepiring besar nasi goreng dimakan kurang dari satu menit.


Zai termangu melihat nya. "Kenapa? Apa tidak pernah melihat wanita cantik makan?"


Zai menjitak kepala Aisya pelan hingga terdengar suara aduh yang keluar dari mulut mungil itu. "Sakit tau" Ucap nya menyentuh kening nya sambil menggembung kan pipi bulat nya. Yang pada akhir nya menjadi sasaran selanjut nya, Dengan dua tangan nya, Zai mencubit pipi nya Aisya dan menggoyangkan nya.

__ADS_1


"Sayang" teriak Aisya dengan suara tidak terlalu tinggi. "Kamu tidak makan nasi goreng nya, Kasih aku saja" Ucap nya lagi dengan memasang wajah imut dengan mata yang berbinar.


"Yah, emang nya masih muat perut kecil mu?" tanya Zai dengan wajah lesu seolah kehilangan sesuatu yang berharga.


"Tidak usah berekspresi seperti itu dong" Ucap Aisya lalu dia bangkit berdiri dan mencium Zai di pipi nya "Senyum, Kan sudah di beri hadiah" kata nya lagi.


Semenit kemudian Aisya menyelesaikan makan nya. Dua piring besar nasi goreng habis dilahap nya sendirian tanpa menyisakan untuk Zai.


"Kalau begini cerita nya, Aku harus nya makan kamu saja" Ucap Zai sambil mengambil piring dan berjalan menuju wastafel lalu menaruh nya disana.


Driiiiit... Ponsel Aisya bergetar, Kemudian dia mengambil nya dan menekan tulisan terima.


"Nak, kamu dimana sekarang?"


"Dirumah Zai ayah, Apa yang terjadi padamu? kenapa terdengar panik?"


"Tolong ayah Nak, Ayah terlilit hutang dengan ayahnya Benny, Dan Benny menagih nya sekarang, Sedangkan ayah belum punya uang untuk membayar, Tolong carikan pinjaman satu milyar, jika dalam 2 jam ayah tidak bisa bayar, Maka semua harta akan di ambil oleh mereka, sekarang ayah sedang berada di Century 21 Primera, Tolong cepat ya Nak!" Sambungan telpon langsung terputus.


"Ada apa sayang? Kenapa kamu teriak ayah, Ayah, Ada apa dengan ayahmu?" Tanya Zai yang baru datang dari toilet


"Ayah sekarang di Century 21 Primera, Dia di tahan oleh Benny karna tidak bisa membayar hutang satu milyar. Dan aku harus mencari uang sebesar itu kemana" Ucap nya terduduk dan menangis.


"Aku akan membantu mu, Sudah jangan menangis" Zai memeluk nya lalu menyeka air mata yang tak terbendung itu, "Ayo kita kesana, Kita tolong ayah mu!" Ucap Zai mengajak Aisya berdiri.


Aisya menatap wajah kekasih nya lalu mengangguk.


Mereka pun keluar dari rumah dan menuju mobil yang masih terparkir di luar garasi. "Pak taufik, Aku akan keluar dulu, Jaga rumah dengan baik ya!"

__ADS_1


Pak Taufik bergegas keluar dari pos nya, Lalu berlari kecil menuju pagar untuk mendorong pagar, agar bos nya bisa keluar memakai mobil "Siap bos, Tenang saja, Rumah bos akan aman kalau di jaga saya dengan rahman" sahut nya.


Sebelum melajukan mobil nya, Dia langsung membuka Aplikasi WA dan menulis sesuatu. Lalu mengirim nya.


Kini dia sudah berada di jalan Ahmad Yani menuju tempat dimana ayah nya Aisya berada sekarang.


Beberapa menit berlalu mobil nya pun sampai di parkiran Century 21 Primera. "Katakan pada ayahmu, Bahwa kamu sudah sampai"


Aisya langsung gerak cepat mengambil ponsel nya dan mendial Kontak ayah nya. Namun lama tidak terjawab. Dan membutuhkan beberapa kali panggilan hingga akhirnya terjawab.


"Ayah, Aku sekarang sudah di depan, dimana ayah?" Tanya nya.


"Hallo Aisya manis, Tunggu anak buah ku akan menjemput mu!" Yang mengangkat telpon nya ternyata Benny. Setelah berucap dia memutus kan sambungan telpon nya.


Dua menit kemudian terlihat satu orang berperawakan tinggi mendatangi mereka,


'Sistem, Analisa orang ini'


Nama : Ferdinan


Tinggi : 178 cm


Keterampilan: Taekwondo


(Hanya itu yang bisa sistem analisa, Mohon tuan rumah berhati hati)


'Terima kasih sistem'

__ADS_1


"Nona Aisya, Bos kami sudah menunggu" Ucap nya lalu memandang Zai yang berada di sebelah Aisya, Kemudian dia berkata lagi "ikuti aku..." Ucap nya langsung berpaling dan berjalan memimpin tujuan


Aisya tidak bersuara begitu pula Zai, dia menggandeng tangan Aisya dan masuk mengiringi dari belakang.


__ADS_2