
Melihat semua temannya tergeletak dengan empat orang patah tangan dan tentu saja Syam yang hanya patah kaki saja. tapi satu orang yang tersisa masih berdiri, dia dengan segera melepas pegangannya pada tangan Maira dan mundur dua langkah lalu berbalik dan berlari. namun niatnya hanya akan menjadi niat saja.
Zai yang melihat gelagat orang itu yang sepertinya ingin melarikan diri dia pun langsung mengambil pisau yang tergeletak ditanah, Dengan Skill yang dia miliki, Skill penembak jitu dengan tepat lemparan pisau mengenai kaki orang yang berlari dua langkah tersebut.
"Aaaakh" Dia berteriak juga pada akhirnya. Gelap yang mulai datang menimpa terang diiringi dengan suara teriakan yang pilu, Enam orang terkapar.
Zai mendekatinya dengan pelan dengan tatapan dingin yang ingin membunuh, Sampai-sampai Maira merasa takut untuk melihat Zai yang sepertinya memiliki sifat kejam yang baru pertama kalinya dia melihatnya.
Seperti dia bukan orang yang dia kenal.
"Ampun! Ampuni aku, Aku salah, Aku" Ucapannya terhenti saat Zai meraih leher orang itu dan mengangkatnya hingga dia merasakan sesak nafas. terlihat dari susahnya dia bernafas.
__ADS_1
"Zai sudah hentikan!" Teriak Maira yang sudah lemas kakinya melihat Zai ingin membunuh.
Zai tersenyum menoleh ke arah Maira lalu dia berkata "Jika aku tidak membunuhnya, Mungkin lain kali dia akan mengganggumu lagi" Ucap Zai, Tidak nyaring tapi lima orang yang terkapar itu segera bergerak, Empat diantaranya langsung berlari dengan cepat, mereka melupakan sejenak sakit pada tangan yang patah demi bertahan hidup.
Sedangkan Syam berdiri dengan satu kaki lalu melompat kecil sambil merintih karna satu kakinya yang lain sangat sakit. 'Aku tak boleh mati' bathinnya menangis. jika tau hasilnya akan seperti ini, tak mungkin dia berani merencanakan untuk membunuh pemuda itu.
"Zai hentikanlah demi aku!" Ucap Maira lagi, Kini dia terduduk di trotoar karna tak sanggup lagi untuk berdiri. ini adalah kali pertama dia mengalami nasib seperti ini 'Apa dosaku hingga aku mendapat hal seperti ini?' Bathinnya sedih dengan air mata yang terurai.
Zai mendekati Maira dan memeluknya lalu mengangkat tubuh Maira yang mulai menggigil dan dia bawa ke Mobil dan diturunkan di jok belakang,
Dia pun membawa Mobilnya melaju meninggalkan kekacauan yang terjadi disana.
__ADS_1
Zai langsung membawanya kerumah, dan masuk kekamar, "Siapa Zai?" Tanya Maimunah yang melihat Zai membawa wanita masuk ke kamarnya
"Teman Nek, dia pingsan dijalan" Sahut Zai dengan sedikit kebohongan 'Maaf ya Nek, Zai sedikit berbohong'
"Kenapa tidak dibawa ke rumah sakit?" Tanya Maimunah dengan kerutan diwajahnya.
"Aku bisa mengobatinya, Kan Nenek tau aku lebih jago dari Dokter" Canda Zai. "Nenek jagakan dia sebentar, aku mau ambil air hangat" Ucap Zai lagi lalu keluar dari kamar itu.
Sedangkan Maimunah berjalan hingga ke tepi ranjang dan duduk disamping gadis cantik itu lalu mengulurkan tangannya dengan punggung tangan ke arah kening Maira. dia dapat merasakan suhu panas yang cukup tinggi di alami oleh gadis itu.
Zai membawa sebaskom kecil air hangat dengan sehelai kain yang sudah berendam di air hangat itu lalu memerahnya sedikit dan langsung menaruhnya dikening maira...
__ADS_1
"Nenek keluar dulu" Ucap Maimunah sambil tersenyum lalu menutup pintu, Sebelum itu dia berkata lagi "Jaga anak orang baik-baik, Jangan diapa-apain" Pesannya