
Sore itu juga Zai mengantarkan Aisya dan Alisya untuk pulang ke Banjarmasin. Namun dia hanya mengantarkan ke bandara saja. Karna masih ada banyak hal yang akan dia lakukan.
Selepas kepergian mereka berdua..
Zai mencari sebuah tempat di pinggir jalan untuk santai dan menikmati suasan sore, Namun dia masih disekitaran bandara. Ponselnya berdering. dan dia segera menekan tombol hijau pada layar.
"Hallo!"
"Sudah lama sekali tidak mendengar suara lembut ini" Ucap Zai segera
"Kemana kau pergi? apakah lelaki sewaanku tidak suka lagi dengan tubuhku hingga tidak kembali untuk menikmatinya" Ucap Juli dari seberang telpon menggoda.
"Janda memang selalu menggoda. Mana mungkin aku tidak suka! aku hanya ada pekerjaan yang mengharuskan aku pindah kekota jakarta. Bagaimana kabarmu?" Tanya Zai
"Setelah aku telpon baru kau tanya kabar? kemarin-kamerin kemana?" Tanyanya sedikit judes. Tapi bibirnya tersenyum.
"Mama. ayo Mama. Cepat masuk" Rendi merengek karna dia sudah kecapean dan ingin cepat-cepat menemukan tempat untuk istirahat.
Juliana berjongkok. "Tunggu disini sebentar ya pintar!" Ucap Juli kepada anaknya itu. kemudian dia berkata kepada Sopir "Pak. Tunggu sebentar ya!" Pintanya.
"Sayang! apa kau tidak rindu kepadaku?" Juliana bertanya sembari berjalan pelan.
"Tentu aku rindu kepadamu, Andai bisa bertemu sekarang. pasti aku akan memelukmu" Ucap Zai merayu.
"Aku disini dari tadi. mengapa kau belum memelukku?" Tanya Juli yang berada dibelakang Zai dengan tersenyum menatap dan merentangkan kedua tangannya.
"Juli!!" Teriak Zai yang terkejut melihat Juli berdiri dihadapannya setelah dia berpaling. "Maaf sebelumnya aku tidak sempat mengabarimu" Ucapnya disamping telinga Juli, karna kini Zai memeluk tubuh hangat Juli dengan erat.
"Dilihat anakku Loh. Nanti dia tanya siapa? bingung jawabnya!" Ucap Juli tapi sedikitpun dia tidak meregangkan pelukannya.
"Jawab saja. ayah baru!" Zai terkekeh lalu meniup telinga Juli.
__ADS_1
"Geli tau" Ucapnya sambil mengangkat bahu kanan. "Bisa aku minta tolong?" Juli bertanya.
"Tentu!" Sahut Zai. dia tidak akan menolak. terahir menolong dapat bonus dan meskipun kali ini tidak dapat. dia tidak masalah dengan itu.
"Rendy mau ketemu Kakek dan Neneknya. jadi aku ingin mengantarnya kesana, makanya aku disini sekarang. Masalahnya, mamaku sering menjodohkan aku dengan anak teman arisannya. dan aku berharap kau menjadi lelaki sewaan sekali lagi" Ucap Juli dengan penuh permohonan.
"Baik. Kapan?" Tanya Zai tanpa berpikir.
"Sekarang saja." Sahut Juli.
"Sekarang aku lagi nunggu seseorang. share Lock saja. nanti aku akan datang. Pasti!" Ucap Zai memberikan harapan.
Tidak berapa lama dia berucap sebuah Mobil Bugatti Chiron berhenti didekat mereka.
Seseorang keluar dengan postur tinggi hidung mancung dan tersenyum.
"Tuan!" Ucapnya dengan tangan terulur memberikan kunci Mobil Bugatti itu.
"Baik Tuan" Sahutnya tidak banyak. "Aku sudah menyiapkan semuanya. tinggal menunggu aba-aba saja untuk menghancurkannya." Tambahnya setelah Zai hendak memasuki Mobil. sedang Juli menjemput Rendy.
Dia kemudian mengangkat Rendy yang masih kecil itu ke Mobil Bugatti Yang dinaiki oleh Zai. Mobil melaju dengan cepat dengan pengarahan oleh Juli yang memandu jalannya.
Tidak berapa lama Bugatti berwarna merah cerah sampai ke tempat tujuan memasuki kawasan yang cukup luas. Pemandangan yang cukup indah terpampang. dimana ada kolam buatan dengan ikan yang berenang ditengah ditambah air mancur dan beberapa pohon yang berbaris tertata didekatnya.
Lebih kedalam ada beberapa pilar yang tinggi menopang atap dan Mobil Zai berhenti tepat dibawahnya. Ada beberapa Mobil juga yang terparkir disana.
Dia keluar dari Mobil setelah itu dia mengambil Rendy yang tertidur dipangkuan Juli sembari tangannya mengambil kesempatan. "Ih bisanya ngambil kesempatan" Ucapnya yang terkejut dan memukul lengan Zai pelan.
Zai hanya terkekeh saja. lalu dia menaruh Rendy dibahunya yang masih tetap tertidur. "Pimpin jalannya" Ucap Zai lagi.
"Silahkan masuk Pangeran! dirumah sederhanaku ini" Ucap Juli yang bersikap seperti cinderela sembari tersenyum.
__ADS_1
Zai lagi-lagi terkekeh melihat janda berkelakuan seperti itu. "Jangan terlalu banyak gaya. Cepatlah masuk!"
"Tentu" Sahut Juli lalu menggandeng lengan Zai.
Beberapa orang sedang berbincang di ruang tamu, Karna sekarang adalah pertemuan keluarga yang diadakan oleh Keluarga Xiao.
"Juli!" Panggil seorang wanita dari samping. "Sama siapa kamu?" Tanyanya sambil mendekat dan memeluk Juliana Xiao.
"Sama lelakiku, Seperti yang kau lihat" Sahut Juliana Xiao.
"Wah sangat tampan, Pasti kaya juga kan?" Tanya Imelda Xiao sepupu dari Juliana Xiao. mereka satu kakek yang bernama Jecky Xiao.
"Tentu saja" sahut Juli. Dia kali ini bertekad untuk memamerkan Zai. Sudah berapa kali pertemuan dia yang menjadi ejekan. karna suaminya dulu adalah orang yang tidak cukup kaya. hanya cukup untuk keluarga saja. ini adalah kesempatan bagus yang tidak mungkin dia siakan. sebelumnya dia memang berniat untuk mengajak Zai ke pertemuan keluarga. tapi dia takut Zai tidak mau jadi dia memilih pergi hanya dengan anaknya saja.
Namun keberuntungan masih menanunginya. Ketika lewat tidak jauh dari Bandara. Dia melihat Zai yang bersandar pada Mobil. Dan dia yakin pertemuan tidak terduga itu adalah memang di atur Author untuk membantunya.
"Kau dapat dimana? ada gak stok yang seperti ini lagi?" Tanya Imelda dengan gencar.
"Hahaha" Juli tertawa sambil menutup mulutnya. "Seperti makanan aja ada stoknya" Sahut Juli. "Sayang! Aku kenalkan dengan ibu dan ayah dan juga Kakek" Juli menarik lengan Zai. Meski Imelda tidak pernah bersinggungan dengannya. tapi dia tidak ingin terlalu banyak bicara yang bisa mengakibatkan terbongkarnya sebuah rahasia.
Imelda memanyunkan bibirnya ketika Juli meninggalkannya dengan menarik lelaki tampan itu. Dia masih kepo dengan urusan Juli tapi tak ingin mengganggu Momen pertemuan mereka. dia kembali ketempat semula.
"Ngapain kamu samperin dia? Ga guna!" ucap seorang wanita yang terlihat Modis. dia tidak lebih cantik dari Juli Namun dia lebih populer dikalangan orang kaya. dan dia banyak bergaul dengan orang-orang berkelas hingga menjadikannya sombong. Dia adalah adik dari Juli. Tapi sikapnya tidak mencerminkan seorang adik.
"Kirana! Dia itu Kakakmu Loh" Imelda sedikit menekankan perkataannya.
"Aku tak punya Kakak yang miskin dan kurang pergaulan" Sahutnya.
"Ohh.. Aku tau. kau hanya iri dengan Juli kan? kau tidak secantik dia. Tapi mulutmu lebih pedas daripada dia" Ucap Imelda lagi sebelum pergi.
"Huh. untuk apa kau membelanya, Apakah dia bisa menjadikanmu terkenal. jika kau memujaku. aku bisa membuatmu terkenal dengan satu malam" Ucap Kirana Xiao. sambil menatap tajam Kakaknya Juli yang sedang berjalan ke arah Orang tuanya berada..
__ADS_1