Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Pertarungan


__ADS_3

"Banyak omong kamu" Syam menunjuk wajah Zai dengan kesal, Kemudian berkata kembali "Jika kau berani maju sini" Ucapnya sambil mengulur tangan dan membuka telapak tangannya lalu menekuk jarinya kearah dirinya memberi kode untuk Zai maju.


"Haha, aku salut dengan keberanianmu Syam! rasakan tinjuku!" Ucapnya lalu dia menghentak kan kakinya dan melompat cukup tinggi hampir setinggi dua meter, Jika Zai mengikuti Lomba lompat jauh mungkin dialah juara satunya. tapi ini bukan tentang lomba, ini tentang pertarungan nyata dua individu yang merasa saling memiliki kekuatan.


Tentu Syam tidak akan mundur, Dia menarik kaki kanannya kebelakang dan sedikit menekuk kaki kirinya mengambil ancang-ancang. Kemudian dengan lompatan yang cukup tinggi juga dia menendang sambil memutar tubuhnya berbalik.


Berharap tendangannya akan mengenai kepala Pemuda itu dan langsung merubuhkannya.


Tapi sayang, Kenyataan terkadang tidak sesuai dengan keinginan, Zai berputar diudara setelah menghentakkan kedua kakinya diudara, entah bagaimana caranya dia melakukannya, Seakan kakinya memiliki pijakan diudara, Syam yang tidak memahami hal itu merasa aneh dan bingung 'Apakah dia juga seorang pesulap?'


Tidak perlu dia berpikir lama, segera Syam menurunkan kaki kanannya ketanah lalu berputar kembali dan mengulur kaki kiri untuk menendang lurus berharap lagi tendangannya akan bersarang didada ataupun perut, yang mana saja boleh menurutnya.

__ADS_1


Tapi, lagi-lagi semua tidak sesuai keingananya. Zai menangkap kaki kiri Syam itu pada pergelangannya dan mengapit diketiyak kirinya lalu mengayunkan tangan yang membentuk kapak lalu dihempaskan nya layaknya karateka memecah bata dengan telapak tangan yang terbuka.


Kraaaak suara renyah patahan kaki terdengar diiringi oleh teriakan dan air mata yang tak kuasa ditahan serta air liur yang menghambur diwajahnya ketika Zai melepaskan kaki itu dan membiarkan Syam untuk terjatuh memegangi kakinya.


"Aaaaakh!" Syam berteriak marah karna sakit pada kakinya sangat menyiksanya.


Lampu Mobil menyorot mata Zai hingga dia harus mengarahkan telapak tangannya kemata untuk menutupi dari cahaya silau itu. Kemudian turun lima orang yang langsung berteriak "Lepaskan teman kami" salah satu berteriak dengan hawa kebencian ketika melihat kaki Zai menginjak kaki Syam.


"Tenang Syam! Ada kita, Kami akan menghabisinya untukmu!" Teriak yang lainnya


"Hentikan kalian semua! Aku akan lapor kepolisi" Maira berteriak dan keluar dari Mobil sambil mengacungkan ponselnya untuk mengancam mereka, Akan tetapi, mereka yang di ancam tidak ada yang menghiraukannya.

__ADS_1


Tiga orang langsung melesat dengan pukulan tangan pada masing-masing orang sedangkan dua lainnya pergi ke arah Maira dan langsung menangkap tangan maira dan memegangnya pada masing-masing tangan, Satu dikiri satu lagi dikanan, Dan salah satunya mengambil pisau lipat dan menaruhnya dileher Maira.


"Jika kau terus melawan! Maka, Wanita ini akan mati, Aku tidak sekedar mengancam!" Teriak orang yang memegang Maira dengan pisau ditangannya segera menekan sedikit mata pisau.


"Jangan hiraukan aku Zai, Kamu lari saja!" Teriak maira.


"Diam kau bodoh!" Ucap penodong itu lalu membekap mulut Maira agar tidak lagi berteriak.


Zai memiliki wajah yang tidak lagi sedap untuk dipandang, Wajah dinginnya mulai ditampilkan, Wajah yang kehilangan senyumnya karna ada yang begitu berani mengancam dirinya.


Dia meraih tiga tangan yang mengarahkan pukulan kepadanya dengan satu lengan dan langsung mematahkannya. lalu dia bergerak cepat hingga seperti menghilang dan muncul disamping orang yang memegang pisau itu dan meraih pergelangan tangan orang itu kemudian menariknya hingga terdengar sebuah robekan dari bahunya.

__ADS_1


Teriakan yang kencang membahana seperti badai ketika bahu milikny seakan ditarik habis.hingga terpisah dengan tulang, tangan itu kehilangan koneksi dengan tububnya dan terkulai lemah


__ADS_2