Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Selamat berbahagia


__ADS_3

Di Bawah cahaya lampu yang cukup terang. Tiga orang manusia saling menatap dan memandang. Dua diantaranya wanita yang sedikit berjarak umurnya. Satu berusia dua puluh tahun satunya lagi dengan tingkat kematangan yang berusia tiga puluh lima tahun.


Zai menatap keduanya dalam keheningan, setelah itu dia berkata kepada Maira "Mai, aku tau kau menyukaiku, tapi aku harus katakan kepadamu. Aku sudah memiliki banyak wanita. Salah satunya sekarang ada disampingmu" ucap Zai dengan pelan dan lembut. "Jika kau memang ingin bersamaku. Apa kau bisa menerima kenyataan bahwa aku tidak sepenuhnya bisa membagi waktu"


Hening sejenak. Terlihat Maira membuka mulutnya dan sebuah kalimat keluar dari sana. " aku bersedia, asalkan bisa hidup bersamamu!" Kata Maira dengan mantap.


"Kalau begitu. Aku akan melamarmu di hadapan orang tuamu"


Setelah itu Zai berkunjung kerumah Maira bersama dengan Juli yang juga dibawanya.


Cukup lama kedua orang tua Maira berpikir. Karena merasa itu akan sulit bagi anaknya. Namun keputusan Maira sudah bulat. Dan akhirnya memberikan restu saja. Zai memberikan mahar berupa sebuah saham dari rumah sakit Ciputra Hospital sebesar lima puluh satu persen.


Dan mengatakan akan langsung menikahi Maira seminggu kemudian. Serta meminta kepada kedua mertuanya untuk datang ke banjarmasin.


Setelah itu. Mereka bertiga menuju banjarmasin dengan memakai helikopter. Gemuruh suara heli naik ke langit menggelegar, lambaian tangan mengiringi dari kedua orang tua Maira.


Pukul sepuluh malam itu. Helikopter mendarat sempurna di gedung Sky Pavilion.


Ada dua wanita sedang menunggu setelah mendapatkan kabar bahwa pujaan hati mereka akan pulang. Mereka berdua menyiapkan masakan spesial untuk menyambut kedatangan kekasih yang sudah lama tak pulang.

__ADS_1


Zai menggandeng Juli pada sisi kanannya dan Maira pada sisi kirinya. Mereka bertiga menuruni tangga yang langsung menuju ke lantai dua puluh dua dimana kediaman Zai yang kini ditinggali oleh Alisya.


"Selamat datang" kata keduanya ketika Zai mendorong pintu. Mereka berdua memakai pakaian yang sangat menggoda. Pakaian bikini, tentunya untuk menyambut seorang yang spesial.


Namun sebuah kejutan membuat keduanya melongo dan malu, Zai tidak datang sendiri, melainkan bersama dua wanita.


Kedua wanita itu juga malu melihat dan ada rona merah diwajah mereka. Terlebih Maira yang tak pernah bersentuhan lebih dengan Zai. Pikirannya seketika melayang.


Zai memeluk kedua wanita yang sedang menyambutnya itu. Dia tersenyum, tidak melihat ada lemak yang berlebih di bagian pinggang atau perut dari keduanya. Sangat nyaman untuk disentuh. "Ini adalah madu kalian berdua, tentu aku membawakan madu yang manis, bukan hanya manis dilihat. Tapi juga manis dijilat" ucapnya tanpa malu.


Mereka pun menyuruh keduanya masuk dan berkenalan satu sama lain.


"Aku berencana akan melakukan pernikahan minggu depan. Kalian hubungi keluarga. Dan langsung kita atur kesepakatan" ucap Zai.


Maira adalah yang merasa paling malu, karena ini adalah sentuhan pertama yang dilakukan oleh lelaki kepadanya. Ditambah suasana yang begitu meriah dengan ada tiga wanita lainnya yang juga tidak mengenakan apapun sama seperti dirinya kini.


Deburan gelora dan hasrat seperti ombak yang menerjang karang. Begitu terkena sentuhannya. Sekeras apapun pertahanan akan runtuh juga.


Dua jari meniti tiap inci lekukan tubuh. Menari layaknya penari profesional yang bisa menyentuh perasaan. Suara lenguhan memenuhi ruangan itu. Mengisi setiap detik demi detik yang terlewat dengan kesenangan meniti puncak surgawi..

__ADS_1


Malam itu. Setiap wanita merasakan hal yang sama dan mereka penuh sukacita menyambutnya.


Pagi kembali datang…


Zai mempertemukan semua wanitanya di sebuah resto yang cukup ternama di banjarmasin, dia memesan ruangan Vvip.


Berbaris dimulai dari ujung sebelah kanan. Alisya, Aisya, Juliana Xiao dan Alma Maira.


Dari sebelah kiri ada Lina, Medina, Nindy dan juga Vera.


"Kalian semua aku kumpulkan karena suatu hal. Aku sudah merencanakan untuk menikahi kalian semua minggu depan." ucap Zai menatap semua wanitanya kini.


"Aku masih muda dan tak ingin menikah sekarang. Namun aku ingin tetap kau yang menikahiku jika aku sudah siap" Vera bersuara.


"Aku juga sama" sahut Nindy. "Aku ingin melanjutkan kuliah dulu, agar aku bisa mengelola sebuah perusahaan nantinya" tambahnya.


"Baiklah. Kalian semua adalah wanitaku, terlepas dari dua orang yang tak ingin menikah sekarang. Aku akan tetap memberikan hak kepada keduanya seperti halnYA wanita yang lain. Nafkah lahir dan batin akan ku berikan"


Waktu berlalu begitu cepat, semua urusan telah diselesaikan. Antara pihak orang tua mempelai wanita dan Zai serta kesepakatan dengan semua syarat yang diminta.

__ADS_1


Hari yang dinantikan telah datang. Dengan hati berdebar enam wanita bersanding dengan seorang lelaki muda yang paling menawan. Dia seperti seorang raja yang menikahi langsung banyak wanita sebagai pendampingnya.


(Selamat berbahagia Zai dengan istri-istrinya)


__ADS_2