Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Kasian Jadi Kaleng


__ADS_3

Matahari mengintip di balik gunung yang jauh disana, Memberi sinar menghangatkan suasana.


Dua insan manusia yang harus nya bersemangat menyambut pagi, Malah terkapar dengan kelelahan diri.


Aisya tersadar dari pingsan nya, perlahan membuka mata tapi belum bisa menggerak kan tubuh nya.


"Ugh...! Tubuh ku remuk rasa nya" Ucap Aisya, Setelah mengumpulkan tenaga dia duduk di tepi ranjang dan mengingat kegilaan yang mereka lakukan, Dia tersenyum sendiri.


Apalagi melihat kesamping tongkat sakti yang masih menjulang tinggi. Perlahan dia bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang terasa lengket di semua bagian.


Suara gemericik air yang terjatuh dari lubang kecil shower terdengar, 'Ah punya ku kok bengkak! Pantas sakit ketika berjalan' Batin nya.


Tiga puluh menit kemudian..


Aisya keluar dari kamar mandi masih dengan jalan yang tertatih, "Kenapa dengan mu Sayang?" Tanya Zai yang keheranan lalu dia berdiri dan berjalan mendekat masih tanpa memakai satu helai benang.


"Punya ku bengkak, Coba lihat" Aisya membuka handuk yang melilit tubuh nya.


"Wey, Kenapa bisa" Terlihat Zai berpikir lalu dia tersenyum, 'Mungkin karna aku terlalu memaksakan nya' Pikir nya, kemudian dia menggendong Aisya ala bridal Style dan mendudukan nya di ranjang, lalu mengambilkan pakaian serta mengambil kan Hair Dryer, Untuk mempercepat pengeringan rambut Aisya yang panjang sedada.


"Aku bisa sendiri, Sudah mandi sana" Aisya mendorong pelan Zai "Apa tidak malu seperti anak kecil yang telanjang!" Kata nya lagi


"Oke, Oke...!" Zai menuruti perkataan Aisya, tak mungkin juga dia minta jatah lagi setelah melihat pipi bawah Aisya terlihat membesar.


Dan dia berjalan ke kamar mandi lalu melakukan pembersihan tubuh nya.


Aisya menyalakan televisi yang ada di kamar nya Zai.


Berita terkini, Telah di temukan sepasang suami istri meninggal dunia di dalam rumah nya sendiri, Di perkirakan mereka saling membunuh, karna saat ditemukan mereka saling memegang pisau di tangan mereka, Entah apa motif terjadi nya peristiwa itu, kami belum mengetahui nya. Dan polisi masih menyelidiki kasus ini, Sekian berita untuk pagi ini, kita akan bertemu kembali satu jam kedepan, Terima kasih dan sampai jumpa kembali...

__ADS_1


Zai dari kamar mandi samar samar mendengar berita itu, lalu mempercepat mandi nya.


"Berita apa tadi sayang?" Tanya Zai yang keluar dari kamar mandi.


"Itu tentang dua orang yang meninggal saling bunuh, Kok bisa suami istri seperti itu" Sahut Aisya yang terlihat bergidik


"Itu tanda nya mereka sehidup semati sayang" Ucap Zai sambil mengacak ngacak rambut Aisya.


"Sayang..!" Teriak Aisya yang kesal karna rambut nya yang sudah rapi jadi berantakan lagi, Dia terpaksa menyisir kembali rambut nya.


Zai terkekeh lalu dia berjalan ke lemari dan memilih pakaian santai.


"Ayo ikut aku" Ucap Zai setelah dia selesai memakai setelan nya.


"Aku belum dandan, tunggu sebentar lagi!"


"Kamu itu cantik, Tak perlu memoles berlebih, Cukup pakai bedak biasa saja sudah bersinar, Mungkin jika kamu keluar, Matahari akan malu melihat mu, dan dia akan bersembunyi di balik awan" Ucap Zai yang langsung menarik tangan Aisya.


Bi Diah menengok ke arah suara dan mendapati pemuda tampan dan gadis yang cantik sedang melihat ke arah nya "Sudah sembuh tuan, Terima kasih banyak! Apakah ada yang bisa saya ambil kan untuk Tuan Dan nyonya muda?" Tanya nya setelah berada di hadapan Dua orang itu.


"Tidak perlu, Aku akan pergi keluar juga, Titip rumah ya Bi" ucap berjalan menggandeng Aisya, Lima langkah berjalan Dia teringat akan sesuatu lalu dia berbalik dan bertanya "Eh bi, Bagaimana dengan suami mu?"


"Dia sudah dapat pekerjaan Tuan" Sahut Bi Diah cepat.


"Baiklah kalau begitu, Aku akan pergi"


Zai berjalan berdampingan dengan Aisya sambil bercanda hingga sampai ke pintu mobil dan masuk kedalam nya....


Di lain tempat dua orang sedang berhadapan, Satu duduk di kursi yang mengahadap meja dan satu lagi berdiri melaporkan hasil penglihatan nya.

__ADS_1


Braaaak!!


"Apa kau bilang, Semua anggota yang di kirimi untuk memusnahkan Organisasi Macan Hitam membelot, Apa yang terjadi?" Anggoro terkejut mendengar laporan dari anggota nya.


Dia tak percaya, Tapi memang sejak kemarin tidak ada yang kembali ke markas. Dan dia juga mendapat kabar tentang pemukulan anak buah nya yang terjadi di Century 21 Primera, Bahkan di wilayah kekuasaan nya masih ada yang berani melakukan itu. 'Apakah ini semacam balas dendam dari Macan Hitam' Batin nya.


Dia tak tau bahwa yang melakukan nya memang Organisasi Macan Hitam, karna informasi nya terbatas yang masuk kepada nya.


"Aku melihat Juan dan yang lain nya bersama anggota Macan Hitam tadi malam pergi ke arah Pyramid Suites, Aku ingin menegur tapi takut nya aku kena pukul, Karna aku hanya sendiri, Sedang kan mereka banyak" Ucap sang pelapor.


"Brengsek si Torax ini, Sudah tua masih bertaring rupa nya, Mungkin dia ingin di patahkan taring nya secara langsung, Kau datangi ketua Tiger White, Katakan pada nya tentang masalah ini!" Perintah Anggoro yang masih dongkol


"Baik Ketua, Aku undur diri" Sahut Angga lalu berjalan pergi meninggalkan Anggoro yang kesal dia pun menggebrak meja sekali lagi.


Braak..! Meja itu pun patah jadi dua dan semua yang ada di meja terberai.


Anggoro tak memikirkan itu, yang dia pikirkan, Mengapa bisa anak buah nya bergabung dengan Macan Hitam. Dia tak habis pikir, "Apa yang sebenar nya terjadi tadi malam?" Gumam nya.


Lalu dia mengeluarkan ponsel nya dan menekan tombol Telpon, Dia menelpon Agung yang menjanjikan nya kemenangan melawan Macan Hitam, tapi beberapa kali panggilan masih tidak tersambung, hanya ada suara operator yang mengatakan sambungan telpon sedang di alihkan..


"Brengsek, Apakah Agung yang menghianati ku, Dia berpura pura ingin menghancurkan Macan Hitam, Tak tau nya berencana merekrut anak buah ku" Gumam nya lagi sambil menendang kaleng Bir yang berada di lantai.


Kasian jadi kaleng, tertindas, Kalau saja dia bisa ngomong, Mungkin dia akan mengutuk orang yang menendang nya.


Kita kembali ke Mc Tercinta..


Zai sampai di parkiran Sky Paviliun dan membawa Aisya ke Lantai 22..


"Silahkan masuk.." Ucap Zai mendorong pintu dan Aisya berjalan memasuki nya.

__ADS_1


"Ini Apartemen mu sayang, Bagus banget, Luas lagi" Ucap Aisya yang kagum.


"Bukan hanya apartemen ini, Tapi seluruh gedung ini milik aku" Ucap Zai membusungkan dada di hadapan kekasih nya, Itu bisa di sebut kebanggaan bukan kesombongan, Di sebut kesombongan juga tak masalah.


__ADS_2