
Sulit untuk masyarakat melapor jika laporannya hanya akan ditulis tapi tidak di tindak. Mungkin jika dengan uang yang banyak baru langkah kaki akan bergerak.
Karna Uang, Semua hanya karna uang rakyat terbuang.
"Kalau begitu berpura puralah kalian sudah melakukannya dengan ku, Dan jadilah mata mataku" Ucap Sadam kepada mereka berdua, Lalu Sadam kembali menatap salah satunya "Aku akan menolong orang tuamu, Kamu tinggal mengatakan Orang tuamu berada dimana sekarang"
"Terima kasih banyak atas niat baikmu Tuan, Tapi apakah ini tidak akan menyakit keluarga kami yang lainnya jika ketahuan?"
"Yakin saja, Kalian akan aman" Sadam menenangkan mereka. dan perbincangan panjang pun terjadi didalam ruangan itu, Sadam hanya ingin menggali informasi lebih dalam, Karna jika bertanya ke Faisal, Mereka tidak akan mendapati apapun, Karna Faisal hanya bertugas di tempat ini saja.
Sejauh yang Sadam tau dari Hilman, Dark Moon oranganisasi yang dalam, Bukan hanya melibatkan Preman jalanan, Tetapi juga melibatkan anggota berwenang hingga mereka masih aman..
Dan di dalam Stutktur Organisasi mereka ada beberapa Divisi yang mengerjakan misi hingga semua tetap terkendali.
Jadi jika ingin menghancurkan mereka memang harus dimulai dari bawah dulu, Lalu mengacaukannya dan mengeksekusinya.
Setelah dua jam terlewat Sadam mengirim Wa kepada Zai mengabari apa yang mereka dapatkan.
..............
Waktu kembali berganti, Bulan menghilang dari angkasa. dan sinar mentari menghangatkan pagi.
Cahaya menembus ruang kehampaan dihati.
Zai terbangun dari waktu yang sudah dia tentukan sendiri pada alrm Jam di ponselnya.
Kemudian dia mandi dan berganti pakaian, setelah itu dia keluar dari kamar dan makan makanan yang sudah diatur oleh Dikly.
Selesai mengisi perut dia berjalan ke arah luar dan melihat ada dua mobil yang terparkir, Satu Mobil Avanza dan satu mobil Xenia keluaran terbaru.
"Selamat pagi Pak Zai, Bagaimana dengan istirahat anda, Apakah nyenyak?" Dikly segera menyapa dan bertanya ketika melihat Zai keluar dari Villa.
__ADS_1
"Pagi juga, Sangat nyenyak, Dan terima kasih atas makanannya yang sudah disiapkan" Sahut Zai
"Apakah Bapak mau di antarkan atau pergi sendiri?" Dikly kembali bertanya.
"Aku akan pergi sendirian"
"Silahkan Bapak mau pilih Mobil yang mana? Dua Mobil ini Mobil baru sesuai dengan apa yang Bapak pinta tadi malam, Tidak terlalu mahal dan juga tidak terlalu murah" Ucap Dikly dengan tersenyum.
"Kalau kamu di beri pilihan, Kamu pilih yang mana dari dua Mobil ini?"
"Kalau saya lebih suka Avanza Pak"
"Alasannya?" Zai bertanya kembali dengan mendekati Mobil Avanza itu dan menyentuh sedikit Bodynya.
"Suka saja Pak"
"Kalau begitu ambil lah ini sebagai bonus untukmu" Ucap Zai lalu dia berpindah ke Mobil Xenia yang ada di samping Mobil Avanza tersebut, Dan manarik Pintunya kemudian memasiki kursi pengemudi.
Suaranya sangat senyap dan halus.
Dikly masih terbengong dalam diam, Dia seakan di sambar petir, Hatinya bergejolak ketika mendengar kalimat itu.
'Apakah aku salah dengar' Dalam hatinya mengulang perkataan itu bonus untukmu.
Tiiiit Tiiit..
Zai memajukan Mobil dan menurunkan kaca sebelah kanan. lalu berkata "Kenapa bengong, Aku memang sengaja memintamu membeli dua, Dan satu memang ku niatkan Untukmu, Terima saja" Ucap Zai lalu dia menghilang dari pandangan bersama Mobil Xenia mengitari Jalanan jakarta selatan.
Sedangkan Dikly terduduk karna terharu dengan air mata yang sedikit menetes di pupilnya. dan dia segera menyeka lalu masuk kedalam Mobil tersebut.
Selama dia mengelola Villa ini, Ini adalah hadiah pertama yang diberikan oleh Bosnya, Itupun juga Bos baru yang tidak dia kenal sebelumnya, Dia bahkan sempat mengira bos barunya yang sangat muda itu akan bersikap angkuh dan sombong layaknya para generasi kedua orang kaya.
__ADS_1
Tapi penilaiannya salah ketika bertemu dan berbincang dengan hampir setengah malam. Apalagi sekarang dia diberi Mobil yang dia impikan selama ini oleh Bos nya dengan Cuma cuma. ini adalah sebuah berkah buatnya.
Sebelumnya dia ingin mengganti mobil Avanza bututnya yang sudah sering Mogok, Tapi masih belum cukup Uang, Sekarang impian itu bukan hanya lagi impian tapi sebuah kenyataan yang dia pegang.
Segera dia mengabari istrinya dengan hati senang dan gembira. dan dia menyuruh istrinya untuk menjual Mobil butut itu dan uangnya akan disedekahkan kepada Fakir miskin yang membutuhkan, Sebagai rasa syukur dengan nikmat yang tak mungkin didustakan..
................
Zai tidak tau tentang kegembiraan yang dirasakan oleh Dikly, Kini dia terus saja melakukan perjalanannya hingga suatu ketika dia mendengar notifikasi sistem.
(Ding.... Tugas baru terpicu, Menolong wanita yang ingin di culik, Lokasi tiga ratus meter sebelah kiri, Harap tuan membuka Maps untuk memastikan titiknya)
Zai segera menepikan Mobil dan memberhentikannya, Lalu dia keluar dan berlari dengan cepat.
'Sialan, Sepagi ini ada penculik yang berkeliaran, Apa Tidak ada yang melihat mereka melakukan aksi' Zai membantin dalam hatinya dan langkahnya terus saja di percepat, Dia melompati pagar setinggi satu meter lalu berlari lagi kemudian menabrak jualan orang lalu dia tinggalkan, 'Akan ku ganti nanti jika sudah selesai urusan' Batinya berbicara tanpa kepalanya menoleh ketika mendengar suara penjual yang berteriak kesal dagangannya hancur.
Sepuluh meter dari tempat itu, Sebuah Mobil Suv terlihat sedang terbuka dua orang menarik satu wanita yang sepertinya pingsan, Zai melihat sekeliling dan menemukan balok kayu dia segera mengambil dan melesat, Dengab hentakan kaki dia melonjakan tubuhnya.
"Braaaaak...! Kayu itu langsung patah ketika menghantam punggung salah satu dari dua orang yang berada di pintu, Dan Zai segera menendangnya menjauh karna dia sudah tidak bergerak lagi.
"Hei siapa kamu, Beraninya mengganggu urusan kami?"
Tidak perlu menyahut, Zai dengan ayunan tangannya langsung menghantak batok kepala orang yang bertanya, Dengan gerakan cepat yang hampir tidak terlihat oleh mata,
Praaak... Kepala itu langsung bocor karna terhantam Body Mobil dan juga pukulan keras.
Tiga orang segera keluar dari dalam Mobil itu dan mengambil celurit mereka melompat dan mengelilingi Zai. "Kau sudah melumpuhkan dua orang teman kami, Tak mungkin kami bisa memaafkanmu"
Segera tiga orang itu mengaiskan Celurit mereka ke arah kepala Zai, Pinggang serta kaki dengan tiga arah yang berbeda.
Zai bergerak kesamping kiri lalu mengayunkan kakinya menendang orang yang ingin mengincar kakinya hingga terpelanting, lalu menangkap lengan yang mengincar pinggangnya, Kemudian membawa lengan itu untuk menangkis celurit yang mengarah ke kepalanya lalu memutarnya hingga dua celurit terlepas dan jatuh menjauh, Semua itu terjadi dengan cepat.
__ADS_1
Zai segera memberikan pukulan ganda untuk mereka berdua di dada hingga termundur dua langkah, Kemudian dia menendang dengan kedua kakinya hingga mereka tidak bisa bergerak lagi. Tapi mereka belum mati. masih ada nafas yang terdengar.