Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Menghabisi hingga akar


__ADS_3

Tetap dukung terus karya ini agar penulis lebih lancar menulisnya. dan juga jangan lupa lika disetiap Bab dan vite jika bisa... Salam dari pedagang (Pengangguran Dalam Gang)


Di lain tempat yang tidak merasakan kenikmatan, satu sosok terlihat keluar dari mobil dan turun ketika itu dia melihat ada sisa kehancuran disana yang masih belum selesai dibersihkan.


"Ada apa dengan rumah ayah?" Gumamnya langsung berlari kedalam. dan dia melihat ada beberapa orang yang sedang duduk makan, "Garong...." Panggilnya ketika melihat Garong duduk sembari makan nasi padang dengan puluhan temannya..


Garong mendengar suara dan menoleh kearah datangnya suara itu, Sebuah suara yang sering dia dengar memanggilnya. "Ada Apa?" Tanya Garong dengan mulut yang mengunyang makanan


Orang itu menaikkan alisnya sebelah melihat sikap yang ditunjukkan oleh Garong, Biasanya tidak seperti itu, Biasanya jika Garong melihatnya apapun yang sedang dia lakukan dia tetap akan datang dan meninggalkan aktifitasnya. tapi ini pertama kalinya Garong mengindahkan panggilannya.


"Apa yang terjadi pada rumah? Kenapa ada puing puing, dan di mana ayahku?" Tanya nya kepada Garong yang masih melanjutkan makannya


"Nelson ada didalam" Sahutnya biasa saja dan terus melanjutkan lagi makan dengan suapan terakhirnya


"Dasar gembel, Kalian ku pecat" Ucapnya Dengan masih kening mengerut dia berjalan meninggalkan Garong dan juga yang lainnya. 'Akan ku beri hukuman kau nanti, Agar bisa menghormati pemilik rumah'' Batin orang itu kesal karna merasa diabaikan oleh Garong yang hanya seorang pengawal dirumah itu.


Dua langkah, Tiga langkah hingga langkah selanjutnya. orang itu lebih terkejut ketika melihat ruang tamu lebih parah hancurnya. Dan mendapati ada tujuh orang sedang berdiskusi tanpa melirik kearahnya yang berteriak "Siapa kalian? Mengapa ada dirumahku?"

__ADS_1


"Siapa kau, Kenapa masuk tanpa ijin?" Tanya Hendri yang kini berdiri dari duduknya.


"Aku.... aku pemilik rumah ini," jawabnya lantang.


Sosok Hendri langsung berpindah tempat dengan cepat. Orang itu terkejut karna mendapati orang yang berbicara dari jauh tadi, Tiba tiba saja sudah berada sangat dekat dengannya.


"Apa kau anaknya Nelson?" Tatap Hendri dengan tajam.


"Yaaa..... Apa kau mengerti sekarang! Aku pemilik rumah ini, Jadi dimana ayahku?" Tatap orang itu yang tidak lain adalah anaknya Nelson.


Nelson hanya memiliki seorang anak dan juga seorang cucu yang kini terbaring diranjang rumah sakit.


"Tentu, Bukan karna itu saja, Tapi aku memang tinggal disini" Sahut Ferdy anak nya Nelson


"Bagus, Itu adalah kemalangan buatmu karna muncul" Ucap Hendri yang kini melayangkan tangannya kearah pangkal leher Ferdy dan mencengkramnya dengan kuat.


"A-apa ma-maksudmu" ucapnya sembari mencoba melepaskan tekanan pada batang lehernya.

__ADS_1


"Kau harus menyusulnya ke alam baka" Selesai berkata terdengar bunyi Klik di leher itu, Dengan meninggalnya Ferdy hanya tinggal Fatur saja keluarga Nelson yang tersisa. dan itupun mudah untuk dilenyapkan tinggal menunggu waktu saja.


Hendri menarik jasad itu dan melemparnya keluar. "Garong perintahkan beberapa orang untuk membakar mayatnya jauh dari tempat sini, Usahakan jangan ada yang melihat, Kalau ada yang melihat habisi saja" Ucap Hendri dengan kejam.


"Baik..." Sahut Garong yang langsung sigap menjalankan perintah dari Hendri.


"Buyung bawa tiga orang bersamamu, dan selesaikan dengan apa yang diperintahkan, Kau mendengarkan apa yang sudah dikatakan oleh Ka Hendri?"


"Aku mendengarnya" Sahut Buyung yang langsung bergerak bangkit dan mengambil mobil yang terparkir digarasi. ada begitu banyak mobil koleksi Nelson yang ditinggalkan, Tinggal pilih yang mana saja yang mau dibawa.


Selagi Buyung mengambil mobil, Tiga orang mengangkat tubuh Ferdy dan membawanya menuju Mobil yang sudah datang dengan pintu belakang terbuka. Mereka melempar layaknya sebuah sampah yang tak terpakai dan hendak dibuang oleh majikan.


Buyung langsung melajukan Mobil yang dipakainya dan menghilang dari pandangan mata.


Hendri masuk kedalam rumah dan mengambil telpon rumah yang ada meja, Lalu mengeluarkan kartu nama dan terdengar dering telpon. Tapi tidak ada jawaban.


Dia pun tidak lagi melanjutkan, Takutnya mengganggu Tuan nya.

__ADS_1


Hendri keluar lagi dan mencari Garong, "Garong besok pagi suruh orang untuk merenovasi bagian bagian yang hancur dirumah ini!" Pintanya lalu dia berbalik dan pergi lagi kedalam.


__ADS_2