Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Mengganggu wanitanya


__ADS_3

Setelah serangan itu lewat di kepalanya, Zai melihat celah, Dengan tangan kiri yang dia ayunkan, Telak mengenai rahang, Tedengar bunyi Kraaak, Menandakan rahang orang itu patah.


Sungguh keras pukulan yang di lepaskan oleh Zai, Satu orang dengan tubuh melonjak terbang tiga meter. Zai mempunyai tangan yang dikepal, ada sedikit noda darah di sana. tapi bukan darahnya, Melainkan darah dari orang yang di pukulnya tadi.


Dua serangan datang dari belakang, Dengan tongkat kayu, Karna tak bisa menghindari, Zai langsung menangkap dan menarik nya ke arah dirinya, Hingga dua orang itu ikut terbawa tarikan, Dan Zai menendang dengan cara melompat kedepan, Dua orang dikirim terbang lagi.


Zai jatuh ketanah, Satu lemparan pisau amatir mengarah ke tubuhnya, Zai langsung berguling untuk menghindarinya, Dia tak peduli dengan pakaian yang kotor. karna bisa di cuci, Tapi kalau luka meski bisa di obati, Akan terasa sakitnya.


Dengan bermodalkan Keterampilan Naga Melahap Matahari, Zai mengalirkan sedikit energi, Hanya sedikit saja karna jika dia menyuntikan banyak energi, Takut nya orang orang itu akan menjadi kabut darah, Dan akan membuat ke viralan yang tak perlu, Karna di lihat oleh banyak orang, Dan itu masih siang hari.


Jika saja malam hari, Ataupun tidak ada orang yang menonton, maka sudah dia pastikan sekelompok pemuda ini mati dengan cara tak bisa dikuburkan.


Zai terus berguling hingga menemukan Pipa besi didekatnya. dia mengambil sekaligus melompat setinggi satu meter kemudian, Menyerang pemuda yang mau melecehlan Vera, Dia harus menyelesaikan scor dengan orang yang bersangkutan, Tapi jika yang lain membantu, Maka tak ada salahnya untuk melibas mereka sekalian.


Dengan Pipa besi di tangan nya, Zai melayangkan pukulan itu ke arah bahu kiri, Tapi dapat di hindari oleh pemuda iti, Dia berjungkir kebelakang dua kali.


Zai kagum dengan keterampilan orang itu, Pantas dia berani karna dia cukup punya modal, Tapi bukan Mc nama nya kalau tidak menghukum orang itu.


"Kalian terus serang dia, Aku akan mencari celah untuk melumpuhkan nya" Teriak nya kepada sisa orang yang ada dibelakangnya.


Enam orang maju secara bersamaan, "Tak perlu ragu, Kita kroyok saja langsung" Ucap Salah satu dari enam orang tersebut yang sekarang bertindak sebagai pemimpin.


Mereka berenam langsung berlari kedepan, Zai menunggu dengan tenang, Dia berdiri layak nya patung. Tapi tidak dengan orang yang ada di belakangnya, Mereka mempunyai wajah yang pucat.


"Ini tidak adil, Ayo kita bantu dia" Ucap Roy pemimpin kelompok yang bersama Vera.

__ADS_1


Vera juga memiliki wajah yang begitu khawatir dengan keadaan Zai, Dia ingin membantu tapi dia tak bisa bela diri, Sedangkan kasus dengan pemuda yang ingin melecehkan hanya reflek saja.


Empat orang maju segera, Karna hanya empat orang itu yang bergender laki laki, Sisanya adalah wanita yang tak mungkin dilibatkan dalam perkelahian.


Mereka bergerak, Sebelum itu Roy bersuara, Diki dan indra melawan satu orang, Aku dan Samsir akan melawan satu orang, Jika sudah bisa melumpuhkan lawan maka cari lawan lagi, jangan sampai kalian lengah, Usahakan menang, Semangat" Ucapnya kemudia meminta rekan rekannya untuk manju segera.


Diki dan Indra sebenarnya cukup penakut, Tapi mereka tak ingin di anggap lemah, Karna ada wanita mereka di belakang, Beruntungnya mereka mendapat dua tongkat kayu bekas milik lawan yang terlepas karna bertarung dengan Zai tadi.


Mereka mengambilnya, Kemudian memukul dua orang yang berusaha bangkit di tanah.


Beng..!!


Mereka memukul di paha, Hingga dua orang itu roboh kembali. Kemudian Diki dan Indra mengambil satu orang sebagai lawan. dan mereka dengan cepat memenangkan nya, Karna lawan tidak memakai senjata, sedangkan mereka punya tongkat, Dan pukulan Diki telak mengenai bahu, terdengar bunyu retakan disana, membuat orang itu pingsan seketika.


Roy dan juga Samsir juga sudah menemukan lawan. Roy kini berada di hadapan lawan dan Samsir yang berada di belakang, Ketika lawan menyerang ke depan, Samsir menendang dari belakang, Dua lawan satu tentu lebih efektif.


Lawan terseok ketanah, Tapi masih bisa bangkit dan menyumpahi mereka berdua. "Kalian tidak adil, Satu lawan dua"


"Sekarang kau berbicara tentang keadilan, dari tadi kemana kata keadilan itu, Apa kah kau sembunyikan di pantat mu, Hingga saat aku tendang baru kata itu keluar? Hah!" Ucap Samsir yang senang karna dapat membalas perlakuan lawan yang tadi juga sempat menendang nya di pantat.


Orang itu tak bisa lagi berkata untuk membalas ucapan dari Samsir.


Dia menerjang Samsir yang lengah karna kesenangan, Tinju yang terkepal itu mengayun dengan cepat ke arah Samsir. Akan tetapi Roy siaga, Dia langsung berlari dan melompat menendang lawan, dan mengenai ayunan tangan itu, hingga orang itu terputar.


Samsir langsung menendang kembali setelah tersadar, Dan kali ini dia mengenai kantong menyan milik lawan, Hingga orang itu terjatuh dan berguling guling di tanah, setelah nya meringkuk kesakitan karna mungkin saja bijinya ada yang pecah.

__ADS_1


Setelah menumbangkan lawan, mereka melihat hanya satu orang saja lagi yang tersisa, yaitu sang pemimpin kelompok yang terlihat ketakutan, Empat orang meraung dengan tangisan mereka, Karna Zai langsung mematahkan tangan mereka yang melawan, hanya dengan cara itu agar mereka tidak bangkit dan menyerang lagi.


Roy dan tiga orang lain nya berjalan ke arah kelompok wanita mereka.


Terlihat wajah khawatir dari pasangan mereka berangsur menghilang setelah melihat pujaan hati mereka kembali dengan selamat.


"Sayang, Kamu tidak apa apa kan?" Tanya Pacar Diki yang tak kalah cantik dengan Vera.


Dan tiga orang lain nya juga menanyakan pertanyaan yang hampir sama, Dan mereka mendapat pelukan hangat penuh kasih sayang.


Sedangkan Satu wanita yang tidak mempunyai pasangan hanya berdehem kesal melihat kemesraan mereka. lalu dia memeluk Vera dengan cemberut.


Meskipun tak ingin di peluk oleh sesama jenis tapi dia tetap tidak mempermasalahkan nya. Karna Vera mengerti teman nya ini memiliki pacar tapi terpisahkan oleh negara.


.........


Meski pun lawan terlihat takut, Tapi itu hanyalah Akting, Dia salut dengan pemuda di hadapannya yang mampu mengalahkan anak buahnya dengan cepat. dia berpikir keras bagaimana caranya mengalahkan pemuda itu.


Menyandra gadis itu tak mungkin, Karna ada beberpaa orang yang menjaganya.


Selagi dia berpikir, Zai dengan tangan nya yang seperti balok kayu itu keras nya menghantam dada orang itu dan membuatnya terbang dua meter, Ada seteguk darah yang dia ludahkan setelah terjengkang.


"Brengsek, Aku belum siap" Ucapnya.


"Tak ada kata siap atau belum, Yang ada hanyalah ke sengsaraan karna berani ingin melecehkan wanita ku" Teriak Zai berjalan pelan, Setelah itu dia berlari dan menendang dagu orang itu, Membuat tubuh nya melonjak ke atas.

__ADS_1


__ADS_2