Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Tamat


__ADS_3

Zai kembali mendatangi Alvaro. Lalu, dengan kepalan tangannya yang dialiri sedikit Qi. dia memukul kepala Alvaro hingga retak dan darah segera keluar dari retakan itu.


Tamat....


Tamatlah kisah alvaro anak seorang pengusaha besar dan juga penguasa bawah tanah.


Zai berpaling setelahnya lalu berjalan ke arah Si kulit hitam dan melepaskan ikatan pada tangannya.


"Tolong jangan bunuh aku, Aku taubat!" Ucap sikulit hitam


"Aku sudah berjanji melepaskanmu, tentu aku akan melepaskannya, Seorang lelaki dipegang karna kata-katanya, Pergilah" Zai menyuruhnya dengan mengkode dengan kepala.


Si kulit hitam langsung berlari dan pergi membawa mobil nya dan membiarkan pintu terbuka. Sedangkan Zai juga pergi, dia hanya berjalan kaki hingga keluar dari kawasan itu. Lalu, dia mengambil ponsel dan menelpon Monte.


"Jemput aku" ucapnya lalu membagikan lokasinya.


Dua batang rokok sudah habis dia hisap, Barulah Mobil Hummer berwarna kuning terlihat.

__ADS_1


"Tadi agak macet Tuan, Maafkan aku" ucap Monte setelah Mobil berhenti


Zai melambaikan tangan saja. Lalu dia masuk kedalam Mobil "Antarkan aku kerumah, Aku ingin mandi lebih dulu!" pintanya kepada Monte yang langsung tanpa basa basi mengemudikan Mobil besar itu.


...****************...


Sedang Dua wanita sudah berada di dalam rumah Zai. Mereka berada diruang tamu dan sedang berbincang dengan seorang wanita yang cukup tua.


"Makasih Vin" Ucap Maimunah kepada pembantu yang mengantarkan minuman dan cemilan.


Vina hanya mengangguk lalu perlahan mundur dan pergi kedapur. Tertinggal lagi tiga orang wanita.


"Kami pacarnya!" Sahut keduanya lalu mereka saling pandang dan tertawa.


Maimunah bingung dengan keduanya. lalu dia pun segera bertanya "Kalian berdua pacarnya? Tapi kalian akur? aku bingung dengan anak muda jaman sekarang? kalian pasti capek, lebih baik kalian istirahat saja dulu"


"Iya Nek, kami berdua pacarnya! kami juga tidak tau kenapa kami bisa mencintai orang yang sama" ucap Aisya yang lebih pandai bicara, Lalu, Aisya pun memandang Alisya dan bertanya "Apa kau capek?"

__ADS_1


"Aku hanya ingin mandi, sudah lengket tubuhku rasanya" Sahut alisya.


"Aku juga" Ucap Aisya lalu memandang kearah Neneknya Zai. "Boleh tidak kami ke kamar Zai untuk istirahat?" Tanya Aisya.


"Nenek antar, Ayo!" Ajaknya kepada kedua wanita itu. "Nenek tinggal dulu ya, Ada kegiatan yang lainnya. semoga kalian betah" Ucap Maimuna detelah membukakan pintu Kamar Zai.


"Makasih banyak Nek" ucap mereka berdua. mereka sering berkata sama seperti dua anak kembar yang selalu bicara dengan nada dan kalimat yang sama.


Setelah Maimunah pergi, Doa cantik itu menutup pintu dan langsung bergegas melepas pakaian. dan hanya menggunakan pakaian dalam saja.


"Haha kau memakai yang seperti ini, sangat menggoda sekali" Ucap Alisya dan langsung mengulur tangannya untuk meraih tali yang mengikat dan jadi pelindung lubang kesenangan.


"Uugh kau mencukurnya! sendiri Ai?" tatap Alisya ke arah segitiga yang sangat mulus


"Kembalikan sini punyaku Al!" tanpa menutupi lagi dia merebut miliknya dari tangan Alisya.


Para pembantu yang mendengar keribuatan dikamar itu segera mendekat dan memasang kuping. Mereka sangat kepo.

__ADS_1


Zai datang dan langsung berdehem. "Kalian ngapain?" tanya Zai kepada tiga orang yang berada tepat dipintu kamar Zai sambil mengarahkan telinga mereka ke pintu.


"Kembalikan ke tugas kalian, Jangan berbicara yang kurang baik jika berada diluar. karna aku bisa saja berbuat hal yang tidak baik. bila ada kabar kalian menyebar sesuatu yang tak di inginkan"


__ADS_2