Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Merekrut


__ADS_3

Anggota Dark Moon tertawa dalam hati mereka, Ini tugas yang mudah, Siapa suruh mereka mengetahui Tentang Organisasi ini, Ini adalah Organisasi yang sangat rahasia.


Jika yang bertanya tentang mereka adalah orang tidak dikenal maka akan mereka musnahkan secepatnya karna itu adalah pesan dari atasan semenjak ketua kehilangan enam orang bawahan terkuatnya.


"Buka pintunya..!" Perintah sosok kepala Plontos yang sering disebut Latos. (Nama gelar)


Dua orang dari sepuluh orang yang dibawanya menarik pintu besar gudang penyimpanan barang.


"Apakah kalian tau kenapa kalian dibawa kesini?" Tanya Latos.


Tiga orang itu hanya mengangkat bahu dan tidak peduli, Masih dengan gaya mereka yang acuh.


"Pukuli mereka"


Sembilan orang segera bergerak, Satu melawan tiga tak terelakkan lagi, Tapi kuantitas tidak menjamin kemenangan, Hanya kualitas yang akan berdiri sampai akhir perjuangan.


Di mulai dari Jani yang menghindar sambil tersenyum lalu melambaikan tangannya keudara.


Plaaak... Satu orang dengan mulut yang berdarah terlempar kebelakang Latos.


Swooosh.


Sekali lagi dia melambaikan tangannya, Satu orang terlempar dengan mata yang tenggelam.


Diam..! Latos terdiam melihatnya.


Dan yang terakhir dengan mudahnya Jani menghindari pukulan yang mengarah kencang jika orang lain yang melihat, Tapi tidak bagi Jani yang sudah biasa dengan kecepatan cahaya.


Kraaak.. Jani hanya mengayun sedikit saja kakinya dan kaki orang itu langsung patah. dengan teriakan yang pilu, lawan berguling ditanah bolak balik, Jani menendangnya lagi di bokong dengan cukup keras hingga kembali ketempat Latos.


Bengong..! Sekali lagi Latos terbengong mendapati kenyataan yang tak sesuai


Satu persatu dari sembilan orang itu dikirim terbang melewati dirinya. Ini seperti sulap, bisa juga di anggap seperti super hero yang ada ditv.


menurutnya tidak ada manusia yang bisa melakukan hal itu dengan mudah, Sembilan orang kini terkapar dengan berbagai macam luka dan kesakitan. ada yang memegang kepalanya, tangannya, Kakinya, Bahkan ada yang memegang tangan dan kakinya.

__ADS_1


Melihat kemampuan mereka dalam bertarung tanpa sadar menciptakan ketakutan dalam alam bawah sadar Latos, Kakinya tak bisa bergerak bahkan untuk berjalan saja rasanya sudah tak bisa. dia seperti patung yang berdiri tapi gemetar..


Bau pesing segera tercium dan celana yang basah menandakan Latos sudah sangat ketakutan.


"Sisakan tubuhnya untuk dimakan anjing" Ucap Sadam lalu dia mencari tempat duduk bersama dengan Jaya


Jani dengan senyum kecil yang terangkat membentuk kurva yang menakutkan semakin melemaskan lutut Latos, hingga lututnya perlahan turun dan menyentuh tanah.


"Sekarang apa kau tau arti dari menggali lubang untuk diri sendiri?" Jani terus menatapnya tanpa menyentuh sedikit pun, Tapi lawan sudah kena dimental jadi hanya dengan sedikit gertakan dia akan sangat ketakutan.


"Sekarang biarkan aku bertanya, Dimana kalian menyembunyikan Para gadis yang ingin kalian jual?"


"Aku Ti-tidak Ta-tau, Sungguh" Sahut Latos menunduk, bahkan untuk menatap mata Jani saja dia tak berani, Apa lagi untuk melawan balik.


"Siapa yang bertugas untuk membawa para gadis ke tempat persembunyian?"


"Lan-lana"


"Suruh dia datang kesini secepatnya" Jani menarik rambut belakang Latos "Cepatlah" Teriaknya lagi di telinga.


"Dia tidak menjawabnya" Ucap Latos segera, Dia tak menyangka hidup nya akan mengalami surut yang seperti ini, Mungkin hidupnya akan berakhir secepatnya.


"Aku minta alamatnya"


"Tapi bisa kah kau berjanji, Akan melepaskan aku jika aku mengatakannya" Latos mencoba nego


"Aku berjanji akan melepaskanmu, Percayalah" Sahut Jani, Hal yang pertama dia lepaskan adalah pegangan dirambut belakang itu kemudian berdiri


Latos segera merincikan alamat rumah Lana


"Baiklah, Terima kasih banyak atas informasinya, Semoga dikehidupan berikutnya kau menjadi orang yang baik" Ucap Jani


"Bukan kah kau sudah berjanji untuk melepaskan aku" Teriaknya sambil mundur kebelakang


"Aku sudah melepaskan tanganku pada rambutmu"

__ADS_1


Blaaang... Jani langsung menendang dengan keras di dada Latos hingga cekung dapat dilihat disana. Dia langsung mati seketika ditempat.


Sembilan orang yang sebelumnya berteriak kesakitan seketika menjadi terdiam dengan sekali tendangan dapat membunuh lawan, "Jadi sebelumnya dia menahan kekuatannya" Ucap salah satu yang hanya patah tangannya


"Kau benar, kita masih bisa dikatakan beruntung karna masih hidup" Sahut yang lainnya.


"Jika kalian ingin hidup, Ikutlah dengan kami dan berjanji untuk tunduk kepada kami"


Tidak ada dari mereka yang merespon, Karna mereka sudah jadi begitu, Bagaimana lagi bisa hidup dalam gemerlap dunia malam.


"Maaf, tapi jika kami seperti ini hidup, Lebih baik kami mati saja" Salah satu dari sembilan orang itu memberanikan diri menyahut.


"Masalah itu Gampang, Asalkan kalian berjanji setia, Aku akan memberikan kalian sesuatu yang tidak pernah kalian dapatkan dari Dark Moon" Jani mulai menawarkan hal yang menarik untuk mereka.


"Apa itu?" Sahut orang itu lagi.


"Hanya dengan ini, Kalian akan kembali pulih seperti dulu lagi, Bahkan mungkin saja kalian akan mendapat kekuatan seperti milik kami" Jani mengeluarkan sebutir Pil, Sebelumnya Tuannya memberikannya dua puluh butir Pil untuk membentuk bawahan, Jadi ini adalah Momen yang pas, Dengan tambahan sembilan orang maka akan mudah mengacaukan Dark Moon apalagi yang di ambil orang dalam mereka.


Tidak ada yang percaya dengan apa yang dijelaskan oleh Jani, Karna hanya sebutir Pil, untuk menahan rasa sakit saja mungkin tidak bisa, Apalagi meregenerasi tulang mereka yang patah, itu lebih tidak mungkin lagi


Jaya berdiri dengan tubuh kecilnya dia berjalan kearah Kontainer dan mengayunkan tinjunya.


Beeeeng...! Kontainer itu langsung berlubang sebesar kepalan tangan


Mereka sangat terkejut, sekaligus takut melihat kekuatan itu "Jika kalian memakan Pil ini, Maka mungkin saja kalian akan mendapat kekuatan seperti itu, Tapi satu hal yang lebih utama, Penyakit lama kalian akan sembuh, dan penyakit baru akan hilang, bagaimana?" Jani terus membujuk mereka.


"Aku akan mencobanya lebih dulu" Ucap orang yang kaki dan tangannya patah, Dia tidak yakin tapi dia mencoba percaya, Untuk apa juga mereka membohongi orang yang sudah sekarat.


"Siapa Namamu?" Jani bertanya sembari memberikan Sebutir Pil untuk orang itu.


"Hilman" Sahutnya, Dia menyambut pil itu dengan tangan kiri yang gemetar, Karna meski tidak patah ditangan kiri tapi tangannya masih merasa sakit.


"Mungkin kalian bertanya kenapa kami bertiga tidak membunuh kalian, Sebenarnya alasannya simpel saja. kami ingin menghancurkan Dark Moon, Dan kami butuh bantuan kalian untuk menyuplai informasi" Sadam mulai berdiri dan berbicara dengan tegas.


Hilman segera mengayunkan tangan kirinya yang berisi Pil lalu menelannya, Setelah beberapa detik dia merasakan perubahan pada tubuhnya. namun hawa panas yang membakar membuat nya berteriak nyaring dan bahkan dia berguling kekiri dan kekanan..

__ADS_1


__ADS_2