Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Pelakor Profesional


__ADS_3

"Aku tentu adalah kesayangannya!" Laila menggunakan telunjuk untuk menunjuk dirinya sendiri sambil tersenyum.


Mata Selly membulat sempurna dengan plototan yang bisa melepaskan mata itu dari rongganya, 'aku merasa salah mendengar' batin Selly 'tapi untuk apa dia berbohong. Berarti saingan ku sangat berat!' Selly merasa kecil hati. Namun ketika dia mengingat bahwa Zai tidak hanya memiliki satu istri, maka harapan yang sebelumnya jatuh dari ketinggian berangsur pulih. Selly menatap mata Laila yang memiliki sudut bibir terangkat penuh kemenangan. 


'Lawan mengaku kesayangan, tapi yang pasti bukan istri, karena Zai pernah bilang bahwa semua istrinya ada di Indonesia. Lalu wanita yang mengaku kesayangan ini, pasti adalah calon juga dan memiliki posisi yang sama denganku' kembali Selly menganalisanya.


"Meski begitu kau hanya calon istri juga kan, kita tentunya diposisi yang sama, seorang pelakor, sesama profesi jangan saling tindih!" Kata Selly dengan percaya diri.


Laila tertawa terbahak mendengar kalimat yang dikatakan oleh wanita muda di hadapannya sekarang, sampai-sampai dia memegang perutnya yang sakit


"Apakah aku salah?" Selly bertanya dengan wajah bingung. Lalu memandang wanita yang cukup tua di belakangnya yang kini sedang menggoreng sesuatu untuk dimakan tuannya.

__ADS_1


Sarah sendiri tertawa namun tidak berani lepas, dia menutup mulutnya sebisa mungkin.


"Jika kau benar seorang pelakor, kau harus menjadi pelakor profesional. Sana pergi ke kamar Zai dan lakukan gaya pelakor profesional!" Laila memberikan saran, sedangkan dia duduk di kursi dapur, menunggu masakan itu matang.


Selly menggertakan giginya dan menghentak kaki. Lalu dia berjalan ke arah yang ditunjukkan oleh bidadari dihadapannya.


Segera dia menemukan sebuah kamar di lantai dua, hanya itu satu-satunya pintu yang ada di lantai dua menuju akses kamar Zai yang artinya kamar Zai mencakup keseluruhan bangunan pada lantai itu.


Selly mendorong pintu, dan seketika dia melihat interior yang luar biasa cantiknya menghiasi ruangan itu, ada sofa dan ruang televisi, lebih kedalam baru akan menemukan ranjang yang menghadap ke alam terbuka. Dengan atap sliding yang bisa di buka tutup sesuai kemauan. Menambah kesan indah ketika malam menatap rembulan dan bintang yang bersinar.


Dia menemukan seorang lelaki yang berselimut setengah pinggang, menutup harta besar dan menyembunyikannya dengan baik. Selly menaikan salivanya ketika melihat hal itu, tubuh sispek yang menggoda setiap wanita yang melihatnya.

__ADS_1


Zai membuka matanya dan langsung menarik Selly kedalam pelukannya. Dia tentunya sadar dengan keberadaan Selly memasuki kamar, hanya saja dia berpura-pura tertidur.


"Akh!" Selly terkejut, dia tidak siap dengan adegan itu, tapi kini dia berada dalam kungkungan Zai.


Tak berani membayangkan hal apa yang akan terjadi, Selly memejamkan matanya, nafasnya memburu, bibirnya terbuka menyambut sapuan bibir yang mulai mendorong hasratnya.


Segera suara pertarungan terjadi dalam ruangan itu, gema yang indah berpadu menjadi sebuah kenikmatan yang dicari oleh setiap insan yang sedang berpacu menuju puncak surgawi.


Lentingan tubuh yang terangkat ketika pelepasan menjadi tanda bahwa puncak itu sudah tercapai, namun itu adalah yang pertama dan tentunya bukan yang terakhir. Karena selang beberapa saat menjeda. Kembali teriakan yang menggoda serta rintih kesenangan menggema. Untungnya kamar Zai kedap suara, jika tidak mungkin pertempuran mereka akan mengganggu ketenangan penghuni rumah yang lainnya…


__ADS_1


__ADS_2