
Jam istirahat telah tiba, Para kariyawan dari PT Megah Jaya keluar untuk mencari makan siang.
"Pak Hotman, Bagaimana perjalanan anda kesini, maaf sekali jika aku harus merepotkanmu untuk kali ini" Ucap Zai berbicara kepada pengacaranya Hotman yang berasal dari Banjarmasin.
"Senang bisa memenuhi undangan dari pengusaha muda dan kaya raya seperti Tuan Muda Zai. saya cukup senang dengan perjalanan ini, dan karna tidak tau urusan itu memerlukan waktu beberapa hari, aku pun memboyong istri dan putri tunggalku" Sahut Hotman menatap Ruangan besar kemudian dia menatap Zai kembali "Sungguh penataan ruang yang bagus, dengan satu dua hiasan" Tambahnya lagi.
"Jangan terlalu menyanjung, aku tidak terbiasa dengan itu, Jika Pak Hotman tidak keberatan, aku ada sebuah Villa Tidak jauh dari sini. jika Bapak dan keluarga berkenan, Silahkan tinggal disana lebih nyaman, dari pada sewa hotel" Ucap Zai sambil menaruh dua tangannya dimeja.
"Terima kasih banyak atas keringanan hati tuan Muda, Tentu aku tidak bisa menolak kebaikan ini" Sahutnya tersenyum lalu menambahkan kata lagi "Sebenarnya ada urusan apa yang harus memerlukan orang tua ini untuk dilakukan?"
"Tidak banyak Pak Hotman, saya tidak bisa mempercayai Pengacara di kota ini, Jadi aku tetap mengandalkanmu yang sudah berpengalaman, Dan lagi ini hanyalah urusan kecil, Aku ingin menyumbang sejumlah uang, Tidak banyak! hanya satu milyar pertahun saja ke yayasan amal di kampus temanku, jadi aku menginginkan hal itu saja untuk diurus! tidak berat bukan?
"Serahkan semua itu kepadaku, aku akan mengurusnya sesuai dengan keinginanmu, Dan perinciannya akan tiba setelah aku berurusan dengan pihak penyelenggara"
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, Lebih baik kita makan siang saja, Apa kah istri dan anak Pak Hotman masih dibawah?"
"Tidak akan menolak, mereka masih dibawah menunggu, Mari Pak Zai!" Ucap Hotman
Mereka berdua turun melalui elevator sambil berbincang santai.
Sesampainya di Lobi dia melihat ada kerumunan orang lalu mendekat dengan perlahan.
"Cepat panggil bos kalian, Aku ingin bertemu" Ucap Seseorang yang berbadan cukup besar disana, dibelakangnya ada tiga orang lagi dengan wajah sangar.
Zai yang datang dengan Hotman langsung berkata "Buka jalan" Ucapnya, Seketika saja para kariyawan itu membuka jalan "Kalian kembalilah bersantailah dulu sebelum bekerja,
Dia pun menatap empat orang itu biasa-biasa saja, Meski tubuh mereka lebih besar, Namun tidak ada jejak ketakutan diwajahnya.
__ADS_1
Zai dengan tenang membungkuk untuk melihat Andre yang terduduk dengan Lidya disampingnya yang menangis.
"Coba ceritakan!?" Ucap Zai
..............
"Akun dengan nama @Juba ini sangat misterius sekali, bahkan tidak ada informasi apapun didalamnya. dan terlihat bahwa akun ini baru dibuat, karna tidak ada rekam digital yang tertinggal" Ucap Andra kepada Boy yang berada disampingnya yang juga sama-sama memperhatikan layar dengan Nama Akun @Juba.
"Apa kau bisa mendeteksi keberadaannya?" tanya Boy dengan penasaran. "Siapa sebenarnya orang yang berani bermain api dengan PT Pilar Indah yang sudah berdiri sejak seratus tahun yang lalu ini, Aku tak habis pikir akan keberaniannya" Gumam Boy sambil mendengarkan ketikan keyboard yang ditekan secara cepat oleh Andra.
"Apakah susah?" tanyanya lagis setelah melihat wajah Andra yang terlihat tidak senang, Semangatnya yang pertama tadi kini mulai memudar ketika dia tak bisa menemukan dari mana asalnya.
"Sabar dulu, Aku suka dengan tantangan yang seperti ini, dan aku tak pernah mendapat lawan yang bisa menyembunyikan diri terlalu dalam seperti orang ini! aku salut padanya" Ucap Andra
__ADS_1
"Bukan saatnya memuji orang lain, disaat kau sedang bekerja untuk melumpuhkan jaringan miliknya" Ucap boy dengan nada sedikit kesal.