Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Merekrut 2


__ADS_3

"Bagaimana perasaanmu sekarang?" Jani kembali bertanya kepada Hilman yang sudah berhenti berteriak kesakitan.


"Aku tidak pernah merasa sebugar ini, Dan semua cidera sudah hilang" Hilman mengangkat tangannya yang patah dan juga menggerakkan kakinya, Semua nampak normal dan seperti tidak pernah mengalami patah. "Ini sungguh pil ajaib, Jika kalian meminumnya aku jamin, Kalian akan merasakan hidup lebih muda dan memiliki banyak kekuatan" Ucap Hilman meyakinkan kawannya agar segera mengambil Pil ajaib itu.


Mata mereka tak dapat mempercayainya bahkan mereka harus mengorek telinga mereka untuk pendengaran yang mengejutkan


"Terima kasih banyak atas bantuan tuan Bertiga" Hilman sekali lagi menambahkan sambil menatap tiga orang didepannya.


"Aku bukan Tuan sebenarnya, Nanti kamu akan bertemu dengan tuan kami" Sahut Jani lalu mengalihkan pandangannya "Bagaimana dengan kalian, Apakah ingin mencoba?"


"Aku bersedia" Satu orang kembali bersuara kemudian di ikuti oleh suara yang lainnya.


sembilan orang pun sudah menerima Pil dan siap dengan kesepakatan dan kosekuensinya.


Segera sembilan orang itu menelannya dan merasakan sakit beberapa menit hingga mata mereka menyala dengan senangnya.


"Ayo kita kembali ke Fable Club" Pinta Sadam.


Mereka segera berangkat...


.............


Hilman membuka Kelas atas untuk mereka dan memanggil Faisal keruangan itu atas permintaan Sadam. tanpa sepengatahuan Faisal itu sendiri.


Faisal segera datang dan dia terkejut melihat tiga orang itu lagi, 'Bukan kah kau bilang ketua ingin bertemu, Mengapa kau membawa mereka kembali kesini?" Tanya Faisal dengan wajah bingung.


"Mereka lah ketua yang sekarang mengambil alih tempat ini, Jadi kau harus melayani mereka, Apapun yang mereka perintahkan, Jika tidak aku bisa saja mengakhiri hidupmu, Mungkin bos akan mengakhiri seluruh keluargamu" Ancam Hilman


Meksi pun dia seorang manager di Fable Club ini, Tapi dia bahkan tidak lebih tinggi jabatan dari Hilman, Status saja yang terlihat lebih tinggi.


Faisal segera menyeka keringat berlebih yang ada dikeningnya lalu menjawab "Ba-baik aku mengerti"

__ADS_1


"Aku akan pergi dulu ke markas besar, Aku titip kan mereka untuk kau layani, Jika mereka tidak puas, Awas saja nanti" Hilman mengajak delapan orang kawannya pergi dari tempat itu, Tapi sebelum pergi mereka meminta ijin terlebih dahulu kepada Sadam dan dua orang lainnya. mereka sangat menghormati, Karna selama mengikut Dark Moon,


Mereka merasa tidak pernah berkembang, dan pekerjaan mereka hanya menjadi tukang pukul, Berharap saja dengan perpindahan ini mereka mendapati hidup yang lebih baik.


Sepeninggal sembilan orang yang sudah mereka beri tugas. Kini tinggal empat orang yang berada di ruangan itu. "Faisal ya.. Aku ingin kau meminum ini" Sadam menaruh sebutir Pil di atas meja. "Ini adalah obat segala penyakit, juga bisa menjadi racun yang membunuh, Tapi itu hanya berlaku jika kau menghianati kami, Semua kontrol ada pada Tuan kami, Kau tidak bisa menolak jika ingin terus bekerja ditempat ini"


Dengan tangan yang gemetar, Faisal berjalan dan mengambil Sebutir Pil itu lalu menggenggamnya sebentar 'Jika bukan aku sudah tua, Aku tak mungkin mengambil resiko ini, Dan kekuargaku akan sengsara jika aku menolak, Nasib sial' Dalam hatinya berpikir lama.


Setelah itu dengan terpaksa dia melempar Pil itu kemulutnya dan berharap saja semoga tidak terjadi apa apa.


Hal yang tak terduga baginya, Teriakan kesakitan mulai menggema, sesuatu terasa menggerogoti dalam tubuhnya. Hal itu pasti terjadi ketika Seseorang mulai mengkonsumsi Pil yang di beli Zai dari sistem.


"Kau akan menerima manfaatnya setelah ini" Ucap Sadam, Setelah itu dia menghembuskan asap rokok keudara menikmati setiap sesapan yang pernah ada.


Menit berlalu dengan cepat, Faisal kini seperti menemukan kehidupan baru buatnya, Dan dia merasakan darah yang mengalir ditubuhnya sangat lancar, Bahkan penyakit asmanya tidak lagi terasa.


'Benar, mereka tidak berbohong' Keraguannya hilang seketika.


"Panggilkan kami beberapa wanita untuk menemani malam ini" Pinta jaya yang sudah lama tidak mengasah kemampuannya dalam bertarung di ranjang, Sejak dirinya dibangkitkan belum sekalipun dia menyentuh wanita di alam bumi ini.


"Baik, Saya akan memanggilkan beberapa wanita, Tuan bisa memilih atau mengambil semua wanita yang akan datang" Faisal merogoh sakunya dan mengambil ponsel, Segera dia menelpon bawahannya untuk membawa beberapa wanita untuk dipilih Bos besar.


Berselang waktu, Menit berganti pintu akhirnya diketuk, Faisal segera membuka dan menyuruh mereka masuk.


Tujuh Orang wanita yang cukup cantik dan lumayan berisi, (Berisi lemak) Segera berbaris kesamping dan menunjukan kebolehan mereka. Dua di antaranya terpilih oleh Jaya dan Jani, tapi Sadam hanya menggeleng dan melambai.


"Aku hanya ingin wanita muda" Ucap Sadam mengungkapkan keinginannya.


Kembali Faisal menelpon seseorang, Semenit kemudian datang dua wanita muda yang kisaran umur delapan belas tahun, "Mereka adalah yang termuda dan lebih lagi mereka masih belum tersentuh" Ucap Faisal.


Sadam mengangguk lalu memerintahkan Faisal untuk kembali keruangannya, "Akan ku hubungi nanti jika ada perlu" Ucap Sadam lagi.

__ADS_1


Segera Faisal meninggalkan mereka tapi sebelum itu dia memberikan kartu nama agar mudah menelponnya.


Tersisa tiga laki laki dan empat wanita.


Jani dan Jaya membawa masing masing wanita ke tempat yang memang disediakan disana.


Sedangkan Sadam menatap dua wanita itu dengan sekit kasihan. "Apa yang membuat kalian menjual diri?"


Dua wanita itu terdiam dengan pertanyaan itu, Bukankah biasanya orang tidak peduli alasan ketika memesan wanita untuk menghangatkan ranjang.


"Aku hanya ingin mendengar cerita sebelum kita memulai"


"Kami takut, Jadi kami tak berani mengatakan alasannya" Sahut salah satu.


"Bicara saja, Tidak ada yang bisa menyakiti kalian selagi aku masih disini, Dan disini aku sudah menghancurkna Cctv jadi tidak ada yang mengawasi"


Dua orang itu memperhatikan sekeliling dan benar saja, mereka menemukan Cctv yang rusak di dua sudut yang berbeda.


"Sebenarnya Aku terpaksa, Orang tuaku terlilit hutang dan ditangkap dan Aku harus menuruti permintaan mereka untuk menjadi wanita penghibur untuk melunasi hutang orang tua" Salah satu dari wanita itu menjawab, Mereka mungkin masih sekolah SMA.


benar benar daun muda yang segar, Cocok dimata cocok pula di rasa.


Tapi bukan itu yang Sadam ingini.


"Aku juga memiliii kasus yang hampir serupa, Kakak ku berhutang kepada mereka, Dan aku sebagai jaminannya"


Miris memang, Seorang Kakak tega menjadikan adik sebagai jaminan untuk Hutang.


"Kalian pulang lah" Ucap Sadam kepada Dua wanita muda itu sembari memberikan uang dua gepok dia menaruhnya di meja "Dan ambil ini, Aku tak ingin melanggar kalian, Dan Lapor saja kepolisi, Biarkan Polisi yang menolong orang tua kalian"


"Jika polisi bisa mungkin ini tidak akan terjadi, Sebagian Polisi juga ada yang bekerja untuk mereka"

__ADS_1


Ketika selogan yang tertulis sudah tidak berada dalam hati hanya berada dalam lisan, Saat itulah kehancuran negri akan dimulai..


__ADS_2