Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Lanjutkan


__ADS_3

Siang datang lagi, Seperti janjinya kepada sang pencipta alam ini.


Mentari mengintip dari celah dan menyuntik kan cahayanya melewati lubang yang terbuka.


Alisya yang terbiasa bangun pagi, Dengan tangan terangkat keatas dia pun menggerakan jemarinya serta pinggangnya yang terasa patah hingga terdengar bunyi Kratak dengan suara pelan.


Dia menurunkan kaki nya dari ranjang sambil melirik kearah dua orang yang tidur tanpa pakaian sama dengan nya.


Dia memiliki senyuman yang mengembang, Entah mengapa dia bahagia dapat berbagi, Mungkin karna dia merasa jika dia sendirian melawan keganasan lelaki ini di ranjang, Pasti tak akan sanggup.


"Aku tak menyangka akan memiliki alur hidup yang seperti ini, Bahkan tak terbayang ketika aku melepaskan yang pertama harus bertiga seperti ini" Gumamnya sambil menatap tongkat pusaka yang menjulang seperti sebuah mahakarya yang indah dengan ketinggian dan ketebalan yang sulit dibayangkan pernah masuk dan beberapa kali menembakkan susu kental tak manis dan sedikit asin.


.............


Setelah selesai dengan kelakuannya yang sulit diceritakan. Zai mengambil ponselnya dan melihat ada panggilan tidak terjawab. kemudian dia memanggil kembali nomor itu.


Di Mension besar terdengar bunyi telpon yang berada diruang tamu, Seseorang mengambilnya dan mendekatkannya ketelinga. "Apa kah ini Tuan?" Tanya sosok itu langsung yang ternyata adalah Rey.


"Kau benar, Apa ada hal yang terjadi?"

__ADS_1


"Tadi malam anaknya Nelson datang dan Hendri telah membunuhnya, Dan saya sudah mengumpulkan data keluarganya, Nelson hanya memiliki seorang anak dan seorang cucu, Jadi yang masih hidup kini hanya cucunya. apakah tuan ingin saya membunuhnya?"


"Lakukan saja, Lebih cepat lebih baik" Ucap Zai


"Baik Tuan..." Sahutnya cepat.


Zai langsung memutuskan sambungan telpon, Dia sekarang banyak kesibukan.


"Jaya, Keluarlah!"


Swooosh satu sosok muncul d hadapan Zai denga tampilan tampan dah gagah.


Dengan wajah tenang Jaya mengangguk dan menghilang bagai seorang ninja.


Zai keluar dari Apartemen dengan Aisya dan Alisya di kedua sisinya "Mobilmu tinggal disini saja, Biar aku yang mengantarmu pulang" Tatapnya ke arah Aisya sembari merangkul bahu Alisya.


Alisya dengan tangan nya menggenggam jemari Zai dan mencium tangan itu.


"Alisya tidak ikut?" Tanya Aisya kepada Alisya.

__ADS_1


Alisya menjawab dengan cepat dan tersenyum, "Aku akan tetap disini, dan harus bekerja sebagai nyonya besar Sky Paviliun, Apalagi baru saja Misua kita ini mengakuisisi Sadewa Group. Mungkin pesaing kita akan bertambah dimasa depan"


"Ugh... Aku sih ga masalah Al, Yang penting jatahku tidak hilang" Sahutnya dengan tertawa renyah. kemudian dia cipika cipiki dengan Alisya sebentar sebelum masuk ke Mobil Zai. Dan Zai juga mencium kening Alisya sebentar sebelum masuk pula ke Mobil..


Zai melajukan pelan Mobilnya menuju pesona Moderen. "Bagaimana kuliahmu sayang?" Tanya Zai sembari menyertir.


"Baik, Bentar lagi aku mau wisuda, Kamu mau nikahin aku atau aku harus lanjut S2 saja dulu?" Tanya Aisya dengan menatap wajah tampan Zai yang Fokus terhadap jalan.


"Menurutmu apa bagusnya. kita nikah muda, Atau nanti saja?" Tanya Zai mengusap lembut pucuk kepala Aisya yang tersenyum tenang.


"Aku sih tidak ingin nikah muda, Tapi kalau kamu ingin nikahin aku secepatnya tak masalah juga buatku" Sahut Aisya.


"Aku juga belum lulus kuliah, Lebih baik kamu lanjut aja dulu S2 nanti, Kita bisa nikah walaupun kamu sambil kuliah, Biar aku cari uang yang banyak untuk masa tua nanti" Ucap Zai lagi


Mereka terus berbincang santai diperjalanan, Ada banyak bahasan yang perlu diperbincangkan karna mereka jarang ada waktu untuk sesi pembicaraan.


Lima belas menit berlalu, Mobil Range Rover sampai pada Komplek Pesona Moderen dan Zai memarkirkan Mobilnya di halaman parkir Rumah Aisya.


"Pakai saja nanti Mobilnya jika ingin kemana mana, Aku akan kerumah dulu Ya sayang..."

__ADS_1


"Oke sayang, Nanti aku telpon jika ada perlu lagi dengan mu" Ucap Aisya sebelum masuk kedalam


__ADS_2