Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Saling menaklukan


__ADS_3

Biarkan waktu terus berputar. Semua yang harus terjadi biarkan terjadi. Karna kita manusia takkan bisa menghenti walau memaksa ingin berhenti.


Terik mentari menyinari bumi, Kasih sayang tulus yang tak pernah mengeluh. Walau kadang awan menutupi, namun dia tegar menghadapi.


Dibawah rintik hujan yang menghujam tanah. Para manusia berlomba mencari kehidupan yang lebih terarah. Masa depan yang gemilang selalu menjadi asa. Tidak peduli letih akan tetap pulang demi cinta..


Zai menemani Juli ke Rumah barunya dan membantu mengangkut barang yang diperlukan.


Setelah itu dia pulang kerumah untuk mengganti pakaian.


"Nenek!" panggil Zai, sekarang dia tidak lagi sibuk bekerja. karna pekerjaannya sudah dia serahkan ke Orlando untuk dikelola. Namun Monte tetap menjadi wakil direktur disana untuk menjaga mertuanya dari bermain hal yang tak terduga.


"Kemana saja kamu?" Maimunah berdiri dari sofa setelah mendengar sebuah teriakan yang datang dari cucu angkatnya yang sudah merubah kehidupannya. bahkan sedikit kepribadiannya terubah mengikuti gaya yang dibiasakan oleh cucunya itu.


Zai menjawab "Aku lagi banyak urusan Nek, Apa nenek ada makanan. Aku sudah berapa hari tidak makan masakan Nenek. Sepertinya aku rindu" katanya cengengesan.


"Mandi dulu sana! akan Nenek buatin" katanya Lagi.


"Baik Nek" sahut Zai, dia langsung melangkah ke kamar dan melepaskan pakaiannya. Lalu mengambil Ponsel dan menelpon Vera. "Ver... Bagaimana kabarmu?"


"Vc Kak!" sahut Vera.


Zai mengubahnya langsung. Terpampang wajah belia yang cantik. Dengan pesonanya yang tak kalah dengan wanitanya yang lain. Selain dia, masih ada Nindi yang juga berumur kurang lebih sama..


"Kakak kenapa tidak pulang, Aku sering tidur dikamar Kakak jika rindu, Dan sering memutar video kita jika ingin melepas hasrat." Vera langsung bercerita yang cukup panjang setelahnya.


Zai terkejut bahwa Vera sempat merekam kelakuan mereka. tapi dia tidak marah dengan hal itu.


"Jangan sampai orang lain tau. Nanti urusannya akan sulit. Sampaikan salamku pada Ferdinan. Jangan lupa kasih gajih seperti biasa kepada Bi Yeni dan Bi Diah. dan juga doa Satpam" kata Zai mengingatkan.


"Baik Kak!" Vera sangat senang dengan senyuman yang tak pernah berhenti mengembang

__ADS_1


"Aku akan pulang secepatnya, Karna aku juga rindu kepadamu, Aku tutup dulu. masih ada hal yang harus dikerjakan" Ungkap Zai.


Merekapun saling memberi kecupan jarak jauh yang hanya terdengar bunyi saja.


Zai membersihkan tubuhnya. Lalu berpakaian dan keluar kamar menuju meja makan yang sudah menantinya dari beberapa menit yang lalu.


"Wangi sekali, Masakan nenek memang yang terbaik dikelasnya" Puji Zai, dia lansung duduk dan membalik piring lalu membubuhi nasi dan mengisi semua lauk pauk yang tersedia.


Zai menikmati hidupnya tanpa memikirkan ancaman yang akan datang kepadanya. Dia sudah memerintahkan Sadam dan Jaya untuk mengintai Markas organisasi Kultivator yang dia tau alamatnya dari Jecky. Dan Jecky jua sedikit membeberkan tentang kekuatan dan tingkat yang dimiliki oleh Organiasasi itu. Jika bukan karna tugas sistem dia tidak akan mengganggu mereka, Tapi sedikit banyaknya mereka juga telah mengganggu dirinya. jadi dia harus menghitung scor.


Sekarang dia sampai dirumah Amanda yang kini terlihat sepi. Sedang untuk bawahan dari Bram sudah dia perintahkan kepada bawahannya untuk memburu mereka yang lari, Membunuh yang melawan dan menahan yang menyerah. Semua tidak lepas dari pengawasannya. Sekarang dia belum menjenguk Bram dan dia tak tau apakah Amanda yang akan menghabisinya atau dia sendiri. Yang terlebih utama kini dia memandang keanggunan wanita yang sedang keluar dari kamar mandi dengan handuk yang terlilit didada serta rambut basah yang tergerak.


"Kamu sangat cantik" Zai bersandar pada daun pintu memujinya.


Amanda sedikit terkejut dengan suara itu. Setelah menoleh dia pun tersenyum. "Bagaimana kalau begini, Apakah tambah cantik?" Handuk yang melilit ditubuhnya perlahan jatuh hingga kelantai menampilkan pesona indah yang mendebarkan jantung.


Amanda memancing seseorang yang gila akan penjelajahan. Jika dia sudah mulai menjelajah dan melakukan aksinya. Maka, Amanda harus siap mengeluarkan rintihan.


Gerakan tubuh berliuk mengikuti sentuhan. Tarian kesenangan kembali dimulai, seiring suara nafas bak irama alam tuk menyambut musim semi mengajak para pelantun berlari, Berkejaran, saling menaklukan sampai pada titik puncak kenikmatan duniawi.


Amanda pun terus menyambut dan mengikuti alur indah yang sedang dibuat oleh lelaki tampan dan mapan ini untuk mendapatkan pencapaian kesenangan surga sekali lagi, atau mungkin..... Bahkan berkali-kali lagi hingga pagi.


Ringkih tubuh ketika bangun dari kelelahan yang hampir tidak memerlukan waktu untuk istirahat. karna semua terus berlanjut. Dahaga jiwa sangat rakus akan air suci. Seperti tidak ada waktu untuk hari yang lainnya sehingga mereka menghabiskan begitu banyak tenaga hanya untuk mencapai beberapa titik kesenangan dunia.


Zai hampir tidak bisa berdiri lagi. Paha mulai terasa Kram. Sedang Amanda melingkar dengan indah tak bergerak lagi. Namun masih bernafas hanya saja sulit bergerak karna terlalu banyak tenaga yang terkuras.


Zai bertanya "Apa kau senang?"


Amanda pun menjawab "Tentu aku senang, Tak pernah sesenang ini. Tapi ada harga yang harus dibayar untuk hari ini. yaitu lelah yang sangat" katanya sambil tersenyum.


"Apa kau mau nambah lagi?" Zai menggoda.

__ADS_1


"Tidak.. Tidak" Amanda melambaikan tangannya "Aku sudah sangat lelah. Biarkan aku istirahat dulu. jika kau ingin lagi, nanti kita melanjutkannya." katanya.


"Aku hanya bercanda sayang! Bagaimana tentang Bram, Apa yang akan kau lakukan padanya?"


"Terlepas dari niatnya yang ingin menggauliku, Dia tetap orang yang memeliharaku sejak aku masih dalam kandungan ibuku. Dia menceritakan beberapa poin pentingnya tentang yang terjadi sebelum aku lahir. jadi aku tak bisa menghakiminya. Jika aku bisa meminta kepadamu. Jangan bunuh dia, Biarkan dia hidup" ucap Amanda menatap Zai dengan permohonan.


"Baiklah. Aku akan mewujudkannya. Tapi aku tak ingin dia berada di negara ini, Bagaimana?"


"Terserah kamu saja. Dan biarkan aku seperti ini untuk waktu yang lebih lama lagi"


"Tentu, Buatmu apa pun itu" Kata Zai.


.............


Pagi kembali datang membawa sinaran cinta. Mengikis embun membersihkan daun menyegarkan.


Tiga orang tiba dipagi buta dengan waktu yang hampir bersamaan. Mereka datang dari tiga negara yang berbeda pula.


Kedatangan mereka tentu karna sebuah panggilan, Panggilan untuk membantu tuan muda mereka menghantarkan ke ketinggian.


"Bagaimana kabar kalian?" tanya Jani yang ditugaskan menjemput mereka.


Mereka berpelukan sebentar sebelum menyahut apa yang ditanyakan.


"Aku baik-baik saja. ini suatu kesenangan karna bisa berada disisi tuan muda lagi" kata Hendri


"Ya aku juga" timpal Ilham.


"Sama" Kata Rey.


"Apa kalian perlu istirahat atau kita langsung ke tempat dimana Sadam dan Jaya berada?"

__ADS_1


"Langsung saja, Tidak ada kata letih di kehidupanku ini" kata Rey


__ADS_2