
Calvin yang penasaran segera masuk kedalam ruangan itu dan ingin menanyakan langsung kepada orang yang ada di dalam. Jika memang itu benar. Maka pemuda yang sebelumnya adalah orang kaya misterius yang tidak diketahui keberadaannya.Terkadang hal itu memang terjadi.
'Pindai orang ini!' Zai meminta kepada sistem.
[Nama: Calvin. Pemilik perusahaan Stairway Entertainment. Perusahaan terbesar nomor dua di kota New York.
Kondisi: tidak sehat. Mengalami kelumpuhan diakibatkannya kebanyakan minum suplemen]
"Selamat datang pak Calvin. Senang bisa bertemu dengan pebisnis handal dari Stairway Entertainment" ucap Zai. Mengulurkan tangannya meminta Pak Calvin untuk mendekat kepadanya.
"Senang juga bisa bertemu dengan pemuda yang berbakat dan juga sukses di usia yang sangat muda!" jawab Calvin dengan senyumannya.
Zai tertawa pelan mendengar pujian itu. "Masalah kelumpuhan masih bisa ku atasi. Tapi aku ingin balasan yang setimpal" kata Zai. Dia ingin meminjam tangan orang lain untuk sebuah urusan.
"Apapun itu aku akan berusaha untuk melakukannya" meskipun ada sedikit kekesalan di hatinya. Sebab orang lain meminta imbalan lebih dulu sebelum kesembuhan. Dia tetap memahami kinerja dokter. Apalagi ini dokter ajaib. Dia berharap dokter ini bisa menyembuhkannya. Jika tidak. Dia pasti akan menyiksa pemuda itu.
"Kita adakan kesepakatan lebih dulu pak Calvin!"
"Silahkan!" Jawab Calvin. "Apapun persyaratannya!" Tambahnya lagi lalu lebih mendekat kearah Zai.
Zai mengulurkan tangannya dan keluar seutas energi berupa benang Qi yang langsung mengikat kedua kaki Calvin. Sehingga kaki itu terangkat perlahan naik ke atas meja tanpa dapat dipercaya oleh dua orang itu. Tentunya keduanya melihat hal baru dari pengobatan ini dan tidak pernah menduga ada kekuatan yang bisa mengendalikan anggota tubuh orang lain sesuka hati. Jika tidak melihat langsung, sudah pasti mereka menolak untuk percaya.
Zai pun berkata ketika melihat senyuman di wajah Calvin. "Aku ingin kau memberikan tekanan kepada perusahaan Inc Group, itu saja. Aku yakin kau bisa!" Kata Zai.
"Apa kau bermasalah dengan Tiger Wu?" Tanya Calvin penasaran. Dia menelisik pemuda yang sedang merawat kakinya dengan teliti.
__ADS_1
"Oh jadi namanya Tiger Wu. Aku baru tau! Aku hanya sedikit kesal saja dengan perusahaan itu. Jadi apakah kau bisa?" Selesai berkata Zai menekan kaki Calvin hingga teriakan keluar dari mulutnya.
"Aargh!" Calvin memekik. Segera dia meneriaki Zai "Mengapa kau menekannya begitu keras? Ini sangat sakit tau"
"Kakek!" Seru wanita yang berada disampingnya.
"Ada apa. Aku akan memarahinya!" Tanpa sadar Calvin sudah merasakan kakinya. Sebelumnya dia tak pernah bisa lagi merasakan keberadaan kaki itu, meskipun tetap menempel pada tempatnya.
"Apakah kau sudah dapat merasakan keberadaan kakimu?" Tanya wanita itu dengan semangat dan bahagia. Wajahnya bercahaya. Dia memang wanita muda yang cukup cantik meskipun masih kalah dibandingkan dengan Laila.
Dia sendiri merasa minder ketika menatap kecantikan yang ada di samping pemuda itu. Padahal acap kali dia yang merasa orang paling percaya diri jika bertemu dengan rekanan bisnis atau pun para teman-teman lelakinya. Sebab dia yang paling cantik, menurutnya.
Namun kali ini dia menemukan lawan yang jauh berada diatasnya. Itu membuat dia kehilangan kepercayaan diri tentang kecantikan yang dimilikinya yang acap kali dia banggakan di hadapan teman-temannya.
Zai mengangkat tangannya dan melambai lalu berkata. "Aku hanya ingin kau mengingat apa yang telah menjadi syaratnya" kata Zai menjawab dengan senyuman.
Kebetulan saat itu Arthur datang membawa minuman berkualitas tinggi dengan beberapa makanan di troli. Dia mendorongnya sendiri. Berharap akan mendapatkan pujian dari Bos Baru.
"Tuangkan untuk tamu!" kata Zai meminta kepada Arthur.
"Baik Pak!" Arthur langsung membuka Lafite 1982 yang eksklusif dibawakan untuk bos dan tamu.
"Silahkan diminum Pak Calvin. Untuk merayakan kesembuhan kakimu" kata Zai sambil mengangkat gelas dan menegaknya langsung hingga habis. Dia tak terlalu memikirkan minuman yang seharusnya disesap dengan perlahan itu. Agar mendapatkan cita rasa yang khas.
'Ini sangat ajaib. Padahal terlihat dia hanya memijat biasa saja bahkan tidak ada hal khusus seperti ritual atau gerakan yang berlebihan yang ditunjukkannya. Itu murni seperti pijatan pada umumnya, sungguh dia dianugerahi kekuatan magis seperti itu' Calvin membatin senang. Beruntung, dia merasa sangat beruntung. Pada awalnya dia hanya ingin menikmati makan malam bersama dengan cucunya itu. Namun suatu hal yang tak terduga terjadi. Keinginan hatinya pun mencuat kala melihat pemuda itu bisa menyembuhkan kaki yang tidak bisa sempurna. Sehingga muncul harapan besar yang ditaruh di pundak pemuda itu.
__ADS_1
Calvin sangat senang dengan keadaannya sekarang. Bahkan dia merasa bisa berlari layaknya orang yang masih berusia empat puluh tahun. Padahal sekarang dia sudah berada di umur matang.
"Terima kasih banyak Nak. Kita belum berkenalan. Aku merasa malu. Hal yang begitu umum ketika bertemu malah dilupakan" ucap Calvin.
"Tak usah dipikirkan terlalu jauh. Namaku Zai. Hanya orang biasa yang ingin bebas mengepakan sayapnya" kata Zai.
Mereka terus berbincang hingga cukup larut malam.
"Kau akan segera mendengar informasinya Nak Zai! Akan aku pastikan bahwa Inc Group akan dilemahkan. Meskipun aku tidak berada di bidang itu. Akan tetapi koneksiku cukup luas dan ada begitu banyak orang yang ingin memiliki koneksi denganku. Satu panggilan akan membawa Inc Group goyah" kata Calvin dengan yakin dan percaya diri.
"Baiklah pak Calvin. Aku akan mendengarkannya!" Ucap Zai senang. Meskipun ia tidak terlalu memikirkan hasilnya
Calvin pergi bersama dengan cucu kesayangannya Linda. Kini dia tidak lagi memakai kursi roda. Kursi itu telah ditinggalkan di tempat manajer arthur.
"Apa kau menyukai pemuda itu?" Tanya Calvin ketika keduanya sudah berada dalam mobil.
Linda hanya menunduk ragu. Setelah terdiam beberapa detik dia akhirnya menjawab "entahlah Kek! Aku tidak mengerti juga. Tapi wanita disampingnya?!"
"Seorang seperti dia wajar jika lebih dari satu memiliki wanita. Jika memang suka katakan saja. Sebelumnya kakek tidak pernah melihatmu memandang seorang lelaki dengan tatapan intens"
"Idih Kakek ada-ada aja. Jangan ngarang" ucap Linda dengan wajah malunya.
Selama di perjalanan dia terus digoda oleh kakeknya.
sedangkan Zai tidak tahu apa yang orang lain bicarakan untuknya. Entah itu kebaikan atau keburukan. Zai tidak peduli dengan hal itu. Yang terpenting baginya adalah mencari ketua Black Devil sekarang
__ADS_1