
Zai bergerak kesamping. Melepaskan tusukan yang mengarah ke pinggang kiri nya Lalu menangkap pergelangan tangan orang itu, kemudian dia menarik nya kedepan.
Trang.. Dua pisau beradu di udara. Kemudian Zai menendang salah satu nya, Hingga terpelanting lima langkah. Dan kembali bergerak memelintir pergelangan tangan orang yang satu nya.
Dua orang tumbang, meski belum mati atau pingsan, Setidak nya mereka tidak bisa membantu untuk sementara waktu.
Tujuh orang terkejut melihat kecepatan pemuda itu. Mereka tak mengira apa yang di ceritakan oleh Supri benar ada nya, Sebelum nya mereka tidak percaya dengan cerita itu. Tapi kini semua jelas terlihat nyata.
"Aku mengangumi bakat mu anak muda, Jika kau ikut dengan ku, Menjadi bawahan ku, kamu akan selamat" Ucap Torax sambil tersenyum.
"Jadi kau adalah pemimpin Macan Hitam"
"Oh ho, Kau tau tentang organisasi kami, Maka itu akan mudah" Ucap nya, Sekarang dia berjalan dengan tenang ke arah Zai sambil bersiul. "Bagaimana, Apakah kamu setuju? Jangan khawatir tentang orang yang meminta ku untuk membunuh mu, Aku bisa mengatakan kepada nya bahwa Misi sudah selesai"
"Haha haha..." Zai tertawa dan mereka menampilkan wajah heran mendengar tawa Pemuda itu.
"Apakah dia sudah gila"
"Mungkin saja karna dia terlalu takut mendengar nama besar Organisasi kita"
Dua orang berbicara di samping, Dan jelas itu terdengar oleh semua orang, Termasuk Zai sendiri.
"Jika kau mau jadi bawahan ku, Kau akan menguasai semua Penguasa Malam di kota ini, Aku akan menjamin itu, Apa kau mau?" Tatap Zai kepada Torax, Kini Zai yang menawar kan sesuatu.
Enam orang itu tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Zai.
"Dasar anak kecil tak tau apa itu artinya menguasai Penguasa Malam"
"Kau benar, Jika itu mudah, Maka kami sudah melakukan nya dari dulu" Cibir orang orang itu.
"Aku mengangumi keberanian mu Bocah, Sunggu tidak pernah ada yang berani berbicara seperti itu kepada ku, Selama aku menjabat atau pun berada di lingkaran dunia malam kota ini, Kau orang pertama, dan akan menjadi yang terakhir, Lumpuhkan dia!" Pinta Torax dan langsung di angguki oleh enam orang itu.
Torax mundur dan duduk di atas Kap mobil Avanza Hitam yang kini berada dekat dengan tempat mereka berkelahi.
Tiga orang maju lebih dulu, Zai mundur dan mengambil sesuatu dari balik jaket nya. Itu adalah pistol dengan peredam suara.
__ADS_1
Dengan gaya lincah nya dia menghindari tebasan parang yang mengarah ke kepalanya, dia pun melepaskan satu tembakan.
Aaakh.. teriakan orang itu sebelum akhirnya tumbang, TMD, Peluru itu Kena di kepala nya,
Dua orang terkejut melihat lubang di kepala Teman nya. Dan menatap sesuatu di tangan pemuda itu,
"Bajingan, Dia memiliki pistol" Teriak salah satu nya.
Zai langsung menembak dua orang itu,
Dor...! Dor..! Mereka langsung terkapar.
Dengan sistem sebagai pendukung nya, Zai membeli Pistol itu dan langsung membeli Skil penembak jitu. Di saat semua orang menertawakan nya, Saat itu lah proses pemasangan selesai.
Kini empat orang tersisa termasuk Torax sendiri, Begitu bingung dengan keadaan yang ada. Melihat pistol di tangan pemuda itu, Di otak mereka secara otomatis memerintahkan untuk lari. Tapi kaki mereka terasa terpaku ditanah.
"Sekarang tunduk lah pada ku, Jika tidak, Peluru panas ini akan melubangi kepala kalian satu persatu, Kurasa Peluru dalam pistol ini masih cukup" Ucap Zai dengan seringai mematikan.
Tiga orang gemetaran, Kaki mereka melemas. Tangan tak bisa lagi memegang parang, dan terjatuh ke tanah.
"Baik lah, Aku akan menjadi bawahan mu, Mulai sekarang, Cepat berlutut untuk bos baru!" Teriak nya.
Dia sudah mempertimbangkan, dan dia sudah memikirkan matang matang semalaman. Tidak mungkin pemuda itu , Target mereka adalah pemuda biasa, Pertama mobil mewah, kedua Motor mewah, ketiga Pistol yang ada di tangan nya. Itu adalah Pistol yang hanya di miliki oleh seorang yang mempunyai koneksi tinggi.
Duk duk duk duk Suara lutut terdengar menyentuh tanah, "Maaf kan kami Ketua" Ucap mereka serempak.
"Jika kalian ingin menjadi bawahan ku, Minum lah ini" Zai melemparkan botol pil kecil kehadapan Torax "Satu orang satu Pil" Kata nya lagi
Mereka terlihat ragu, Tapi Torax mengambil keputusan lebih dulu menelan nya. Hingga di ikuti oleh tiga orang lain nya.
Mereka merasakan panas di perut mereka, Setelah semenit berlalu mereka merasakan sesuatu di tubuh mereka, seperti ada energi kuat yang mengalir di darah mereka, mereka seakan lebih muda dan bertenaga.
"Kau terlihat lebih muda" Ucap salah satu dari tiga orang di belakang Torax yang terkejut melihat wajah teman di samping nya.
"Kau juga, Uban mu menghilang" jawab nya
__ADS_1
"Aku merasa tenaga ku seperti umur dua puluh tahun" yang satu nya menimpali
Torax pun merasakan perbedaan nya, Luka lama di dada nya seakan sudah menghilang, Padahal sebelum nya itu masih sakit jika dia bergerak terlalu cepat.
Terlebih Zai sendiri, dia cukup terkejut dengan Hal itu. dia tak menyangka obat yang dia beli murah di shop sistem ternyata berefek seperti itu. Bukan hanya menambah kesetiaan tapi juga mendapat berkah bagi yang mengkonsumsi nya.
(Kesetiaan Torax 100% Di dapatkan)
(Kesetiaan Fanzul 100% Di dapatkan)
(Kesetiaan Udin 100% Di dapatkan)
(Kesetiaan Amat 100% Di dapatkan)
(Selamat Tuan rumah mendapatkan pengikut setia)
Terlebih Zai sendiri, dia cukup terkejut dengan Hal itu. dia tak menyangka obat yang dia beli murah di shop sistem ternyata berefek seperti itu. Bukan hanya menambah kesetiaan tapi juga mendapat berkah bagi yang mengkonsumsi nya.
"Terima kasih Ketua" Ucap empat orang itu senang,
"Di balik kesulitan ada kebahagiaan, Tidak salah aku mengambil keputusan" Batin Torax bahagia
Broooom.. Brooom.. Brooom..
Tiga buah mobil terlihat begitu cepat dan berhenti tepat di sisi mereka.
Dari dua buah mobil itu keluar dua belas orang dengan balok di tiap tangan mereka.
Dan satu mobil lagi adalah Handoko, dia keluar dengan wajah serius.
Namun saat melihat empat orang sedang berlutut dia mengerutkan kening nya. Dan dia menatap orang yang berdiri ternyata adalah bos nya. Dengan pistol di tangan nya.
"Rupa nya mereka sudah di takluk kan" Batin nya.
"Handoko kebetulan kau datang, Buang mayat tiga orang ini ke laut, Buat makan hiu dan antarkan dua orang itu kerumah sakit, Lalu carikan tempat untuk tiga orang ini, Mereka sekarang adalah anak buah ku!" Ucap nya.
__ADS_1
Lalu handoko menyuruh enam orang dari dua belas orang yang di bawa nya itu untuk mengangkat mayat. "Yang lain, Bakar mobil ini dan itu, dan antar kan kerumah sakit terdekat dua orang yang sekarat" tunjuk nya kepada enam orang yang tersisa.