Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Lanjut 2


__ADS_3

"Terima Kasih banyak Kak, Aku akan selalu mengingat Nasehat Kakak" Ucapnya sambil menyeka air mata yang membasahi pipinya dan tersenyum.


'Aku sangat bersyukur mendapat Kakak yang pengertian, walau bukan Kakak kandung sendiri'


Zai mengusap kepala Farhan lalu lanjut berkata "Memangnya kamu mau beli apa? Biar Kakak temani, Ayo!" Ajak Zai pergi ke Mobilnya.


Farhan mengikuti dan masuk ke dalam Mobil.


HappyMart..


"Apakah segitu saja?" Zai bertanya setelah melihat apa yang di beli oleh Farhan, Hanya beberapa makanan ringan


Farhan menoleh kesamping "iya Kak, Cuma ini saja" Sahutnya lalu mengalihkan pandangannya ke arah Kasir dan menyerahkan semua barang yang dibawanya dan uang yang cukup untuk membayar.


Sebelumnyan Farhan juga diberikan Uang jajan untuk sebulan, Kenapa seperti itu, Karna Zai terkadang tidak selalu bisa memberikan Uang tiap harinya, Karna tak pasti dimasa depan dia akan berada dirumah terus.


............


"Besok Kakak akan temani kamu untuk mendaftar sekolah barumu, Jadi persiapkan dirimu dengan baik, Kakak akan pergi dulu" Zai kembali mengemudikan Mobilnya setelah Farhan Turun dan masuk kedalam Rumah.


...............


Di suatu tempat, Gelap mulai terlihat karna awan hitam mulai menggulung langit, Kilatan cahaya mulai berpendar dan menembak nembakan sengatannya kearah Bumi.


Percikan air mulai berjatuhan membasahi tanah


Swosh.. sebuah Mobil melaju dengan kencang menginjak jalan yang lubang yang dipenuhi Air, Namun tetap tak berhenti karna tujuan masih belum terlihat jelas.


"Apakah kita harus menunggu tuan, baru memasuki lokasi itu?" Jaya bertanya disamping kemudi sambil melihat wiper yang terus menyapu air yang jatuh dikaca Mobil.


"Tidak perlu, Jika kita bisa, kita saja yang menyelesaikannya tanpa menunggu Tuan, Biarkan Tuan menerima hasilnya saja" Sahutnya dengan santai dengan tetap fokus mengamati jalan.

__ADS_1


"Sepertinya kita sudah dekat, ambil belokan kiri...... Ya disana" Tunjuk Jaya setelah melihat ada tulisan Bukan untuk umum, Kawasan terlarang "Tabrak saja" Ucapnya lagi, Pagar kawat itu pun langsung hancur terkena hantaman Mobil yang berkecepatan tinggi.


Sadam menepikan Mobilnya di tempat sepi yang agak jauh dari bangunan yang terlihat sangat tua, Ada banyak penjaga di pintu masuknya, Bahkan ada yang berpatroli.


[Kami sudah sampai, Segera kesini] Jaya mengirimkan pesan Teks untuk Jani lalu mereka berdua berjalan dengan mengendap ngendap, setelah merasa dekat dan melihat ada pohon besar, Mereka berdua Melompat kepohon itu dan bersembunyi.


.............


Jani menerima pesan itu dan langsung tancap menuju lokasi yang sudah ditandai oleh Jaya. dengan Motor trail, Jalanan seperti apapun akan ditempuhnya. dengan kecepatan di atas rata rata pengendara yang melintas di tengah hujan, dia menyalip dan menikung dengan tikungan tajam tanpa goyah. Seperti seorang ahli Moto Gp walaupun air terus saja berjatuhan dari langit.


............


Zai juga melajukan Mobilnya dengan kencang, Hingga malam tiba dia baru menemukan posisi Mobil dan sebuah motor yang terparkir di tengah hutan.


"Sepertinya mereka sudah masuk, Mereka tidak menunggu aba abaku, Tapi aku suka seperti itu, Karna tak perlu perintah, Mereka langsung bergerak" Gumam Zai lalu keluar dari Mobil.


(Karna mereka adalah Pilihan Sistem, dan semua yang di pilih sistem tentu sangat berguna untuk Tuan Rumah)


"Eh....." Zai terkejut karna mendapat respon dari Sistem.


Zai terdiam, "Ketua Dark Moon melarikan diri?" Dia bingung, 'Sistem katakan lokasinya, aku akan segera kesana'


( Belakang Gedung, Jalan rahasia)


Zai segera berlari dengan cepat ke arah Gedung tua yang masih berjarak lima ratus meter itu, 'Sistem, Belikan aku Skill Parkour'


(Pembelian sukses, Skill Parkour terpasang secara otomatis dan Aktif)


Selesai Sistem memberi pemberitahuan, Zai langsung melompat kearah pagar beton setinggi dua meter itu dengan bantuan pohon kayu sebagai loncatannya. dan terus berlari tanpa berhenti, Dia melompat lagi dengan berguling ditanah dan mengarah ke arah Belakang gudang.


Dia menemukan sebuah pintu disana yang masih terbuka, segera dia melesat dengan kecepatannya.

__ADS_1


Dibalik pintu itu ada sebuah lorong lurus saja, dan Zai terus mengikutinya hingga keluar dari lorong dan dia melihat seseorang yang hanya punggung nya saja yang terlihat, sosok itu terus berlari dengan cepat.


Dia mengabaikan jalan yang terjal dan penuh dengan ilalang dengan membawa sebuah koper. entah apa isinya, Zai pun tidak bertanya kepada sistem karna ia tau, Itu hanya akan sia sia saja.


Dia terus mengikuti sosok itu hingga sampai ditepi sungai yang sudah ada disana sebuah perahu yang dilengkapi dengan motor penggerak. Sosok itu langsung melompat ke atas perahu dan segera menghidupkan mesinnya.


Zai juga melompat ke arah perahu, hingga perahu itu terbalik dan mereka berdua tercebur kesungai.


Karna kedalaman sungai itu hanya sepinggang saja mereka berdua segera berdiri.


Monte menatap tajam Sosok yang memburunya dan dia mendapati seorang pemuda tanpa senjata berdiri di hadapannya "Brengsek, Aku tak pernah ada urusan denganmu, Kenapa kau mengganggu bisnisku? hah!" Monte berteriak dan langsung mengibaskan koper miliknya kearah kepala Zai.


Namun Zai sudah siap dengan segala sesuatu, dia tak meremehkan musuh, meskipun musuh terlihat kurus tapi dia yakin orang itu punya Skill bela diri yang cukup, terlihat dari langkah kakinya saat berlari tadi.


Zai menunduk dan mengambil dayung yang mengambang diatas air setelah perahu sedikit menjauh terbawa arus.


Prak... Zai menghantamkannya kearah tangan Monte yang sedikit terbuka.


"Aaaaaakh" Monte segera mundur dengan dua langkah kebelakang setelah itu dia berbalik dan langsung melompat naik ke tebing keluar dari air.


Zai pun melompat, Tapi sebelum itu dia melemparkan dayung yang ada ditangannya hingga mengenai punggung Monte, Monte terjatuh dan dagunya menghantam batu besar.


Bruuuk...! Berdarah? Jelas!


Zai langsung menginjak Punggung Monte namun dia langsung berbalik dan menggeser tubuhnya. lalu menendang Bokong Zai. Zai terpaksa melompat lagi kebatu yang lain untuk menghidari tendangan itu.


Perlahan demi perlahan pertarungan mereka berpindah hingga ke naik kedataran yang rata.


Disana mereka beradu pukulan dengan dahsyat.


'Sial, Pemuda ini ternyata sangat kuat, Jika begini terus aku akan kalah, Aku harus mencari cara'

__ADS_1


"Stop, Tahan dulu, Sebenarnya Apa untungnya kita berkelahi, Aku bisa memberimu uang yang banyak, Atau apapun itu, Aku bisa memberikannya padamu, Asalkan kau mau ikut denganku, Penawaran ini sangat baguskan, Daripada kau bekerja tidak jelas dan tidak mendapat keuntungan apapun" Ucapnya sambil berjalan ke samping kiri.


Mata Zai mengikuti Langkah Monte yang terus bergerak tanpa menyahut apa yang dibicarakannya, Karna dia memang tidak peduli dengan tawaran itu, Memang menggiurkan jika untuk orang lain, Tapi untuknya tentu tidak, Orang yang tidak kekurangan uang bahkan wanita.


__ADS_2