Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Sampai di Amerika


__ADS_3

Ada beberapa pergerakan di wilayah indonesia. Untuk lebih tepatnya yang berpusat di jakarta. Pergerakan itu diperkarai oleh raksasa bisnis yang berasal dari Amerika. Mereka membeli sebuah perusahaan dengan harga yang fantastis.


Dan menyulap perusahaan itu hingga menjadi sangat besar dalam kurun waktu yang sebentar. Mereka memang terkenal dalam kancah internasional sehingga memudahkan mereka dalam menjalankan bisnis di negara manapun.


Inc Group adalah salah satu dari tiga raksasa yang berdiri kokoh di Amerika. Kini mereka melebarkan sayap menyentuh indonesia hanya demi satu tujuan. Yaitu menghancurkan sebuah perusahaan PT Megah Jaya yang sekarang memasuki posisi Seratus perusahan besar di seluruh dunia.


Di sebuah ruangan yang bertempat di salah satu perusahaan yang tidak lain adalah Pt Megah Jaya. Beberapa orang sedang berkumpul dan membicarakan perusahaan besar yang sekarang berdiri bersaing dengan mereka dalam bidang yang sama, yaitu teknologi.


"Bagaimana hasil laporan kalian?" Tanya Orlando


"Sepertinya mereka memang ingin menargetkan kita Bos!" Sahut Andre.


"Apa alasan mereka?" Orlando bergumam. Selama dia menjadi Pemegang jabatan tertinggi di perusahaan itu, dua kali dia mendapatkan tekanan yang menurutnya cukup besar. Dan saat ini akan menjadi perang bisnis antar perusahaan teknologi.


Di kantor lain. Seseorang terlihat sedang memberikan laporannya dalam sebuah telepon.


"Semua memang sesuai dengan yang sudah bapak rencanakan. Banyak costumer yang beralih dari mereka ke perusahaan kita. Karna kita menjamin semua hal dan mereka juga tau kalau perusahaan kita bukan kaleng-kaleng" ungkap orang yang duduk dengan kaki berselonjor ke meja.


"Bagus. Hancurkan sampai gulung tikar. Aku ingin perusahaan itu luluh lantak!" Ucap Tiger Wu


"Baik Pak, aku akan mengaturnya sedemikian rupa agar perusahaan itu menghilang dari jagat raya" kata orang itu. Sambungan telepon pun terputus.


Lalu dia memandang seseorang yang berada di depannya. "Ayo kita selesaikan!"


Zai yang mendapat informasi dari Monte perihal perusahaan yang baru itu yang telah banyak mengambil customer mereka. Hanya diam dan bersandar dengan sebatang rokok yang dihisapnya. Lalu dia hembuskan perlahan membuat bulatan dengan asap dan berkata. "Biarkan mereka, aku ingin melihat sampai mana mereka mau. Umumkan kepada para karyawan. Bahwa jangan cemas. Perusahaan akan tetap berjalan dan tidak akan ada pemotongan gaji serta pengurangan karyawan" ucapnya.


Monte mengangguk lalu pergi dari tempat Zai.

__ADS_1


Ada tatapan tajam dari netranya yang menatap langit. "Mereka bergerak sangat cepat. Tapi aku memiliki saham perusahaan mereka. Meskipun perusahaanku hancur, masih ada dua puluh persen milikku di tempat mereka" dia pun tertawa. "Untungnya aku sudah mengantisipasi lebih dulu" segera dia menghabiskan kopi di gelasnya lalu masuk kedalam rumah.


Dia mengumpulkan semua wanitanya yang ada disana. Sepuluh wanita itu sangat betah dirumah. Bahkan ketika Nindy dan Vera pulang dari sekolah yang kini sekolah mereka berdua pindah ke jakarta. Mereka berdua akan langsung pulang kerumah Amanda yang menjadi basecamp utama. Begitu pula dengan yang lainnya, seperti Maira yang masih kuliah dan Madina yang berpindah tugas. Yang tidak ada kegiatan hanya Alisya, Aisya, Amanda, Mey Chan dan Juli. 


Meski begitu, Zai tidak kekurangan uang, karena uang yang ditinggalkan oleh Sistem masih cukup banyak di rekening utama miliknya. Sistem memberikan semua dividen yang telah disimpan kepada Zai. Serta sejumlah uang sebanyak seratus triliun sebagai hadiah karena telah menjadi orang terkuat di organisasi cultivator dan menghancurkannya.


"Aku ingin pergi ke Amerika. Ada yang sedang mengusik perusahaan yang sekarang dijalankan oleh ayahnya Juli!" Zai menyapukan pandangannya ke semua wanitanya yang ada.


"Kami akan menjaga rumah, pergi saja! Tapi jangan bawa pulang wanita lagi. Karena kami akan kekurangan waktu jika bertambah bagian" ucap Alisya sebagai yang pertama dia tersenyum sambil berkata. Dia pun menyapukan pandangan ke madu yang lainnya seolah bertanya atau menegaskan keputusannya dalam berbicara.


"Kami juga setuju" terdengar kalimat itu dari semua mulut kesembilan wanita yang lainnya.


"Terima kasih banyak atas dukungan kalian. Berdoalah agar aku tidak lama disana!" Katanya lagi seraya tersenyum.


Zai mendapat anggukan dari semua wanitanya.


Zai disambut oleh seseorang yang belum dia kenal. Namun itu adalah anak buah yang diperintahkan oleh Hendri yang sekarang berada di Amerika mengelola sebuah perusahaan yang bernama PT Megah Jaya Bersinar.


"Tuan!" Ucap orang itu menyapa Zai yang sedang menunggu jemputan. "Mari ikuti saya" katanya lagi. Zai pun menganggukan kepalanya dan masuk ke mobil yang sudah di bukakan pintunya.


Mobil melaju dengan santai. Ini pertama kalinya Zai menginjak negara Amerika. Banyak perbedaan yang jelas dapat dilihat. "Negara berkembang memang sangat berbeda" gumamnya.


"Apakah tuan mau langsung ke hotel atau jalan-jalan dulu?" Tanya sopir.


"Bawa aku berkeliling sebentar. Lalu langsung ke hotel"


"Baik tuan!"

__ADS_1


Sopir itu menjelaskan berbagai hal yang diketahui dari wilayah yang sekarang dilewati. Hal itu tentunya tentang kekuatan Pt Megah Jaya Bersinar dan tentang kekuatan yang lainnya yang cukup kokoh.


Setelah cukup lama berkeliling sopir yang belum diketahui namanya itu mengantarkan ke hotel terbaik yang memang sudah dipesan oleh Hendri. Setelah Zai mendapatkan kunci dari resepsionis. Sopir itu izin pulang kerumah dan meninggalkan nomor telepon.


Sedangkan Zai berjalan santai menuju lift.


Lantai dua puluh.


Zai keluar dari lift dan berjalan dengan santai tanpa ada barang yang dibawanya.


Banyak langkah cepat yang terdengar di telinga Zai berada di belakang, namun Zai tak repot menoleh ataupun menggeser tubuhnya.


Lewat seorang wanita yang berlari cukup cepat. Disusul oleh dua orang yang mengejarnya dan berteriak. "Berhenti!" Namun wanita itu terus berlari tanpa henti namun satu hal yang tidak dia tahu, jalan yang ditempuh buntu.


Hahaha suara tawa terdengar ketika melihat wajah wanita itu yang panik. "Kau tak bisa lagi lari. Sekarang ikut kami!" Salah satu berkata dan meraih tangan wanita itu.


Wanita itu mengelak dan memukul tangan yang terulur itu dengan tas miliknya. Namun satu orang yang sedari tadi tidak berkata mengulurkan tangannya pula dan menangkap tas yang hendak dipukulkan itu. Hingga mereka saling tarik menarik.


"Lepaskan! Tolong!!!" Wanita itu berteriak dan melihat seorang pemuda yang mendekat ke arah mereka dengan langkah begitu santai. 'Pemuda ini seperti keong saja, lelet sekali jalannya' wanita itu membatin lagi.


"Kau sudah dibayar, jadi kau tak bisa lari. Tuan muda kami sudah tidak sabar, ayo! Sebelum kami menarikmu dengan kasar"


Namun wanita itu tidak menghiraukan omongan itu dia pun memanggil Zai "Hey tolong aku, mereka menculikku!" Teriak wanita itu kepada Zai yang ingin masuk ke sebuah kamar. Zai tidak menghiraukannya. Dia mendorong pintu.


...……...


Apakah yang akan dilakukan wanita itu?

__ADS_1


Apakah Zai akan menolong?


__ADS_2