Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Cukup Cantik


__ADS_3

"Aku tak bisa menginap, Jadi aku akan pulang. Aku sudah cukup puas untuk hari dan yang terpenting aku akan tidur sangat nyenyak malam ini dan Besok aku bisa lagi datang sebelum pulang ke Banjarmasin" Ucap Juli yang mulai berpakaian.


"Aku akan mengantarmu!" Ucap Zai yang menyingkirkan selimut di tubuhnya. kemudian mengais pakaiannya yang baru yang berada didalam lemari.


"Tidak perlu sayang! Aku akan hati-hati, lagi pula dari sini kerumahku tidak terlalu jauh"


"Kamu yakin, Tapi aku tidak. Aku bisa pulang dijemput teman nanti" ucap Zai bergegas memasang pakaiannya.


"Baiklah!!" Sahut Juli tersenyum. perhatian ini lebih berharga dari apapun. Menurutnya, dan itu menghangatkan hati.


...........


Di perjalanan tidak ada perbincangan serius yang terjadi hanya canda dan tawa yang mengisi waktu.


Tidak berapa lama. Mobil yang dikendarai Juli sampai pada tujuan. dan Zai segera menyuruh Juli untuk masuk kedalam rumah sedang dia menunggu jemputan. tapi Juli tidak kunjung masuk "Aku akan masuk jika jemputanmu sudah tiba" Ucap Juli lalu duduk di kap Mobil sembari memandang rembulan. dan Zai juga ikut duduk disana.


Sebuah Mobil melaju dengan cukup cepat ke arah dua orang yang masih duduk santai berbincang tentang perencanaan masa depan.


"Ini jemputanku sudah datang sayang! semoga mimpi indah malam ini" Ucap Zai sembari memberikan kecupan perpisahan di kening. Lalu dia melambaikan tangannya dan masuk ke Mobil yang di kendarai oleh Bawi.


"Jalan Baw!"


"Baik tuan muda!" Sahut Bawi sambil memindahkan perseneling. dan Mobil melaju dijalanan kota malam itu.


Zai merebahkan tubuhnya di jok mobil, Tubuh yang sedikit penat karna aktivitas yang dilakukannya seharian. "Antarkan aku kerumah saja" Ucap Zai lagi.


Bawi hanya mengangguk, dia mengikuti apa yang Zai perintahkan dan mengantarkan Zai kembali pulang.

__ADS_1


"Bagaimana penyelidikanmu dengan Sadam?" Zai mulai bertanya prihal misi yang dia perintahkan.


(Ding.... Tugas baru terpicu.


Rincian Tugas: Hancurkan Kekuasaan Bram dan masuk kedalam perkumpulan Kultivator, Tundukan mereka dan menjadi yang terkuat didalamnya.


Tidak ada hukuman jika gagal)


'Hemm. Tugas yang cukup menguntungkan. Kemana kau tidak muncul?' Zai menanyai sistem.


(Jika Sistem tidak muncul maka panggil saja) sahutan yang datar bergema dipikiran Zai.


Tapi Zai sudah biasa dengan hal itu, Jadi dia tidak heran lagi dengan kelakuan sistem.


"Kami berada cukup dekat dengan Rumah target. dalam dua hari terakhir ini ada beberapa orang yang lalu-lalang disana dengan status yang berbeda-beda pula." sahut Bawi dengan masih dia fokus kepada jalan. "Ada satu wanita cantik, Ini Photonya" Bawi mengambilkan photo Amanda yang dijepret dari ketinggian dan menyerahkannya kepada Zai.


"Cukup cantik. Siapa wanita ini?" Zai bertanya lagi sambil terus memandang photo Amanda.


"Siapa lagi?" Zai kembali mengajukan pertanyaan.


"Ada seorang bernama Neil. Dia masih muda tapi cukup memiliki kekuatan. dia tergabung dalam sebuah organisasi yang mengatakan bahwa mereka adalah kultivator penjaga nusantara. Kemungkinan Bram ini juga termasuk dalam bagiannya. bukan hanya itu saja. adalah saudara angkat Bram yang bernama Jing Wei. dia juga ahli bela diri. dan dia lebih hebat dari Bram. setidaknya hanya itu yang bisa kami rangkum saat ini. Jika tuan muda berurusan dengannya. ada kemungkinan akan terjadi pergerakan dari para kultivator itu." ucap Bawi lagi mengingatkan.


"Baiklah. Kau ajak Sadam dan semua orang untuk kembali ke markas besar. Dan jangan ada pergerakan lagi. aku akan mengikuti rencana Bram. aku yakin jika wanita ini adalah anaknya. dia pasti akan mengirim untuk menemukanku dan menjebakku. dari sana aku akan memulai rencana. kalian bersiaga saja. aku nanti akan menghubungi kembali" Zai turun dari Mobil karna perjalanannya sudah sampai. Dia langsung masuk tanpa melihat ke arah Mobil lagi.


..............


Sebuah Mobil melaju dengan cepat dijalanan kota jakarta. Mobil itu melaju dengan sangat stabil dalam kecepatan. Seorang wanita yang berada didalamnya. dia mengemudikan sendiri Mobil itu dengan sangat fokus. dia melirik ke spion kanannya. Dia melihat cahaya lampu Mobil yang terus mengikuti dirinya.

__ADS_1


"Ada yang ingin bermain" gumamnya tersenyum, Segera dia lebih dalam menginjak pedal gas mobil BMW yang dia bawa, BMW melaju dengan cepat.. Hingga meninggalkan Mobil dibelakangnya. dia pun berhenti disebuah area yang gelap yang kurang terlihat.


"Sial. aku kehilangan dia" ucapnya menggebrak setir setelah menepikan Mobilnya.


Baaaaam!!


Mobilnya terdorong kedepan. Karna sebuah tabrakan. segera orang itu keluar dari Mobil dan berteriak marah. Dia tidak lagi memperhatikan bahwa Mobil yang menabraknya adalah Mobil yang dia ikutin sedari tadi.


Melihat seorang wanita yang keluar dari Mobil itu dia segera menyadarinya. 'Ketahuan'' bathinnya, dia menatap wanita itu dengan sedikit terpana. jika bukan karna tugas. mungkin dia akan menggoda wanita itu, yang cantik luar biasa menurutnya. dengan pesona yang tidak kalah dengan artis papan atas dunia.


Lelaki itu terus menatap Amanda dengan dalam dan sebuah hayalan yang hanya dia yang tau tentang halu yang sekilas lewat dalam pikirannya.


Tidak salah memang pemikiran lelaki itu. Karna Amanda dengan tubuhnya yang seperti gitar spanyol, Dengan kaos putih dan celana pendek ketat yang mencetak bokongnya dengan sempurna. bahkan ada segitiga yang mengintip di antara pahanya.


Setelah tersadar dari hayalannya, Lelaki itu segera bertanya "Mangapa kau menabrak Mobilku" ucapnya dengan tatapan sinis. mencoba menutupi kekagumannya.


"Aku yang harusnya bertanya. Kau mengapa mengikutiku?" Amanda balik bertanya dengan tatapan curiga.


"Ini adalah jalan umum, tidak semestinya kau bertanya seperti itu. kau bukan orang bodoh. tidak perlu menjelaskan hal itu." Sahut lelaki itu kemudian dia masuk kedalam Mobil. dia tidak ingin terlalu banyak bicara dengan wanita cantik itu. jika tidak misinya akan terbongkar tanpa sadar.


Tapi niatnya segera dihentikan oleh Amanda dengan tatapan curiga. "Kenapa kau tidak meminta ganti rugi?" Tanyanya meraih tangan Lelaki itu. Tapi lelaki itu langsung menghempaskan tangannya yang dipegang.


"Aku tidak akan mengganti rugi kepada wanita" Ucapnya, langsung dia menarik Hendle pintu Mobilnya dan menghidupkan dengan cepat. dia menurunkan pintu dan melambai. agar tidak terlalu dicurigai karna menghindar.


"Hemm... aku yakin dia yang mengikuti. Tapi aku akan mengurus masalah ini nanti." Amanda kembali kedalam Mobilnya dan lanjut ke tujuannya.


Disebuah tempat yang cukup banyak didatangi oleh muda dan mudi. Amanda menghentikan Mobilnya dan memarkirkannya disana. Dia keluar dari Mobil. tapi tidak ada senyum diwajahnya.

__ADS_1


"Amanda! sini" salah satu wanita dari lima orang yang duduk santai, Memanggil!


Amanda melenggokan pantatnya dengan banyak tatapan mata yang mengarah kepadanya...


__ADS_2