
"Apakah produk yang kita tawarkan sudah diterima masyarakat umum?" tanya Zai dalam sebuah rapat yang diadakan, Mereka semua duduk dikursi yang saling menghadap namun terhalang oleh meja bundar sedikit lonjong.
"Untuk penjualan, sudah mencapai lima puluh persen, dan itu akan meningkat seiring berjalannya waktu" Sahut perwaklian tim penjualan.
"Baiklah, Kita akhiri saja, Kalian boleh makan enak sekarang, Dan aku yang akan membayarny" Ucap Zai yang ingin mengapresiasi pekerjaan mereka. "Dan di Akhir bulan kalian akan mendapat bonus, semuanya, tidak terkecuali, Sampaikan semua hal itu, dan harapanku semua pegawai dapat bekerja dengan giat, namun selalu utamakan kesehatan" selesai berkata dia meninggalkan ruangan rapat.
Zai senang karna dia sekarang mendapat notifikasi sistem, yang mengatakan Misi mendirikan Perusahaan dibidang teknologi sudah tercapai.
(Selamat anda mendapatkan Seribu sertifikat rumah yang baru dibangun, Rumah seharga satu milyar per-unit)
"Ihwaw, Gila bener hadiahnya, dengan ini aku bisa mengguncang jakarta" gumamnya.
"Kenapa Tuan bicara sendiri" Monte datang mengejutkan Zai yang lagi senang.
Zai segera kembali ke mode sedikit dinginnya lalu berkata, "Aku hanya senang saja Mon, aku pergi dulu, Ada urusan mendadak, Jangan lupa arahkan mereka untuk makan-makan" Ucap Zai lagi lalu dia sedikit berlari.
..............
__ADS_1
Dua wanita turun dari pesawat, seperti bidadari yang turun dari kayangan. Banyak wanita cantik, Tapi yang mempesona hanya sedikit, dan dua wanita muda ini sungguh mempesona, Bahkan wanita cantik yang lainnya, Iri dengan kehadiran mereka.
Dengan Sebuah koper yang ditarik pada masing-masing tangan mereka.
Memakai Pakain modis yang tak ketinggalan gaya orang kota, Dua wanita itu kini berjalan mencari tempat untuk berteduh
"Bagaimana Alisya? Apakah sudah ada kabar?" Tanya Aisya yang mengeluarkan payung agar mereka berdua tidak terlalu kepanasan, Panas yang menyengat kulit mereka.
"Belum nih, Aku telpon masih gak di angkat" Sahutnya mendesah lalu duduk di taman.
Seorang pemuda tampan keluar dari Mobil dan menegur dua wanita cantik yang sedang menganggur.
"Hay cantik! Mau kemana?" tanya Pemuda tampan tersebut.
Namun dua wanita cantik itu tidak menoleh ataupun mendongak kan kepalanya. Karna mereka tidak mengenal suara itu, mereka hanya mengobrol satu sama lain.
"Ayolah manis, Kita kenalan dulu, namaku Alvaro!" Pemuda itu bicara kembali sambil mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Alvaro merasa kesal namun dia tetap menahan amarah yang menggemuruh dihatinya, Ini adalah kali pertama dia merasa dipermalukan oleh wanita yang ingin dia ajak kenalan, Biasanya ada beberapa wanita yang mengejarnya, Namun wanita didepannya ini, menoleh pun tidak.
Sakit tu disini! Alvaro menyetuh dadanya dengan tangan kirinya. sedangkan tangan kanannya masih mengambang diudara.
"Maaf, Kami sedang menunggu pacar kami" Sahut Aisya yang memiliki keberanian.
"Ooh hooo, Pacar yaa, Kenapa kalian ga jadi pacar aku saja, Aku bisa membuat kalian berdua bahagia" Ucap Alvaro dengan bangga.
"Sya, Kita menjauh yukz Sharelock saja kepada Zai" Ucap Alisya menarik Aisya sambil memintanya untuk membagikan lokasi.
"Ayolah cantik, Kalian mau kemana, Aku bisa mengantar kalian, Kemanapun!" Alvaro terus mengganggu dua wanita itu, Dia merasa tidak mungkin tidak mendapatkan salah satunya, Makanya dia sangat ngotot, Namun yang tak dia tau, Apapun yang dia tawarkan, Apapun itu tak akan mempan karna mereka sudah memiliki calon suami yang kaya. kenapa harus cari yang lain yang belum tentu baik,
Jika mencari yang terbaik mana bisa tanpa mempertahankan yang baik. Karna yang baik adalah yang bertahan untuk yang baik.
Alvaro meraih tangan Aisya, Namun alisya mengayunkan telapak tangannya langsung ke wajah Alvaro, dan seketikan tangan Alvaro melepaskan pegangannya.
"Jangan berani menyentuh kami, Ini adalah peringatan pertama" Alisya menunjuk wajah Alvaro dengan mata yang melotot.
__ADS_1