Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Pemeran Utama Muncul


__ADS_3

"Hai Rendra...!" Sahut Juli dengan wajah datar. Tidak ada kesenangan ketika melihat lelaki itu, yang ada rasa jijik di hati nya.


"Kenapa kau tidak telpon aku, Aku kan bisa jemput" Ucap Rendra sambil tersenyum dan memberikan segelas anggur.


"Makasih" Juli menolak anggur yang di berikan oleh Rendra.


"Kenapa Juli, Rendra kan orang nya baik, dan juga tampan, kaya lagi, Kamu tak kan menyesal jika bersama nya" Ucap Santi yang memang sudah mengetahui bahwa sejak lama Rendra mengejar Juli ini. Dan dia sudah tau mengapa reuni ini di adakan, karna Rendra ingin membuktikan kepada Juli bahwa dia sudah sukses dan bergelimang harta, bukan lagi generasi kedua yang bisanya minta uang sama orang tua, Tapi benar benar milik nya atas usaha nya yang kini maju dibidang perhotelan.


Rendra tersenyum mendengar apa yang di ucapkan oleh Santi, Karna itu memang rencana dia yang sebagian orang sudah mengetahui alasan nya.


"Bener tuh Sant apa yang kamu katakan, Juli pasti bahagia jika bersama dengan Rendra" Gita dari samping menambahkan.


"Maaf tapi aku sudah punya seseorang yang menurut ku cukup baik!" Ucap Juli, Dia memperkirakan teman teman nya ini pasti sudah di berikan instruksi sebelum nya oleh Rendra, maka nya bersikap seperti itu.


Semua wajah terlihat terkejut, Bahkan untuk Rendra sendiri, Dia sudah mencari informasi di sekitar Juli dalam beberapa bulan ini, Tapi dia tak pernah menemukan ada nya lelaki yang dekat dengan nya.


Santi dan Gita saling memandang lalu mereka berpikir hampir sama, "Tak mungkin kan Kamu menyewa laki laki hanya untuk pura pura jadi pacar kamu Jul!?" Gita yang bertanya lebih dulu.


"Untuk apa menyewa laki laki, Jika aku bisa dengan mudah mendapatkan nya," Sahut Juli mudah, Dia tak ingin di pojok kan oleh dua teman nya ini yang mungkin saja sudah di bayar untuk mendukung Rendra.

__ADS_1


"Lantas dimana pacar mu? Aku ingin melihat apa kah setampan dan sebaik juga sekaya Rendra yang selalu mengejar mu!" Sekarang giliran Santi yang bertanya.


"Dari awal aku melihat kamu hanya sendiri Jul, jangan berbohong lah hanya hanya untuk menolak niat baik Rendra," Gita sekali lagi menimpali.


Rendra yang di bicarakan masih saja tersenyum lalu dia maju satu langkah, "Juli, Tidak apa kamu menolak ku lagi, dan mungkin malam ini, Malam terakhir aku mengejar mu jika kamu sudah memiliki pengganti, Tapi bisakah untuk malam ini saja kamu makan dan minum berdua dengan ku, Cukup itu saja, Aku akan sangat bahagia bisa mengingat momen tersebut" Ucap nya dengan Akting kesedihan. Rendra ini seperti nya berbakat memainkan Film drama.


Seandai nya juli anak kecil mungkin dia akan tertipu dengan trik itu, Makan malam dan minum bersama hanyalah akalan saja, Mungkin sudah di siapkan Afrodisiak di dalam nya. Tidak ada yang tau, tapi itu kemungkinan yang bisa saja terjadi.


Tidak ada kepedulian di wajah Juli dengan perkataan itu, Karna dia tak wajib memenuhi nya. "Maaf, Aku tak berkewajiban untuk memenuhi nya, Kasian dengan pacar ku jika harus semeja dengan mu, sekali lagi maaf karna harus menolak nya" Sahut Juli yang menengok ke arah toilet 'Kemana bos ini, Apa dia sengaja ingin mengerjaiku?' Batin nya. Dia sudah tidak mood lagi berada di tempat itu berharap Zai akan mendatangi nya dan mereka bisa pergi.


Zai melihat ke bosanan di wajah Juli 'Saat nya pemeran utama muncul' Batin nya lalu melangkah dari tempat persembunyian nya sambil mengambil minuman yang di bawa oleh pelayan yang berjalan.


"Sayang..! Maaf aku lama di toilet, Lagi sakit perut, Tapi ini sudah hilang" Ucap nya dengan bumbu kebohongan.


"Woow brondong tampan" Ucap Gita pelan yang terpukau melihat ketampanan Zai. Suami nya pun menyenggol bahu Gita yang seperti kehilangan jiwa, Tidak menyahut ketika di panggil.


"Kenapa sayang?" Tanya Gita sambil memandang wajah suami nya.


Tanpa menjawab sang suami langsung menarik tangan Gita dan membawa ke meja yang lain yang masih terlihat kosong, Lalu mereka bertengkar sepertinya karna kecemburuan sang suami.

__ADS_1


Santi pun tak mengindahkan pandangan nya melihat sosok yang begitu sempurna dari segi rupa dan tubuh. Tapi ketika melihat pakaian sederhana itu dia mencibir. "Tampan memang, Tapi kere" Gumam nya pelan, akan tetapi di karnakan mereka berdekatan semua orang di meja itu jelas mendengar nya.


'Santi ini bodoh sekali, Pakaian nya memang sederhana tapi sangat mahal' Batin Rendra, sekarang Rendra tertekan melihat kedatangan pemuda itu, 'Dengan setelan nya saja sudah dapat di pastikan pemuda ini anak orang terkaya, Anak siapa sebenar nya dia' Pikiran Rendra semakin kalut. Dia tau tak mungkin bagi Juli untuk memodali setelan pemuda itu, Jadi sudah dapat di pastikan dia bukan pemuda sembarangan. Dimana Juli bisa mengenal orang kaya yang lebih kaya dari nya.


"Sayang, Kenal kan ini teman teman ku waktu SMA dulu" Sahut Juli yang tersenyum dan menggandeng lengan Zai dan Sangat terasa melon Matang yang di tempelkan.


"Hay semua nya, Nama ku Zaidul Akbar! Kalian bisa memanggil ku Zai" Ucap Zai mengenal kan diri sambil menangkupkan kedua tangan nya.


Juli pun melepaskan lengan Zai, Tapi sesuatu yang tak terduga terjadi kepada nya, Zai tentu nya harus mengambil kesempatan dengan baik, dia sudah bukan lelaki polos dan naif, Zai merangkul pinggang Juli dan mendekat kan nya ke tubuh nya, "Terima kasih kalian sudah menjaga wanitaku dengan baik" Ucap nya lagi menambahkan.


Santi mendekat dan berbisik ke telinga Rendra "Kenapa kau diam saja, Lelaki itu pasti hanya sewaan, aku yakin! Meski pun Juli cantik, tapi dia kan masih muda, Pasti menyukai daun muda juga, lagi pula kau kaya, kau bisa menekan nya hingga hancur"


"Jangan bodoh, kau tidak tau, Pakaian nya saja adalah pakaian mahal yang aku belum bisa membeli nya, bukan karna tidak cukup uang, melainkan tidak cukup kuat koneksiku" Sahut nya juga dengan berbisik.


"Berarti dia anak orang kaya dong?" Tanya Santi dengan kejutan yang baru di wajah nya, dia tak menyangka pakaian sederhana itu akan susah di dapat kan.


"Kau tidak tau dunia orang kaya sesungguh nya, Seperti nya aku harus melepaskan Juli untuk yang kedua kali nya" Mereka berdua terus berbisik hingga suami Santi muncul dari Toilet.


"Sayang, Makan Yuk" Ajak suami Santi, Dan mereka meninggalkan tiga orang disana yang tersisa, Mengambil makanan dan berpindah meja.

__ADS_1


"Hay aku Rendra!" Ucap Rendra menatap Zai yang tangan nya masih berada di pinggang Juli, sambil mengulurkan tangan nya


"Hay juga!" Sahut Zai yang tetap tidak melepaskan pegangan nya. Dia menyambut uluran tangan itu.


__ADS_2