
"Tidak ada yang tidak mengenal dengan dia jika untuk jajaran orang berpengaruh dikota Yogya, Tuan Muda." Sahut Monte. "Apakah Tuan Muda bersinggungan dengan orang itu, Aku bisa mewakili untuk meminta maaf, Bukan aku meragukan kekuatan Tuan Muda. Akan tetapi ada banyak ahli yang tersembunyi dalam struktur Kekuasaannya. Daripada bermusuhan lebih baik berteman" Tambahnya lagi.
"Anaknya mengganggu wanitaku, dan aku membunuh anaknya! Apakah menurutmu dengan aku meminta maaf pun dia akan memaafkan? apalagi jika kau yang datang! Apakah tidak mengantar kematian?" Pertanyaan Zai itu mengena dihati. dan Monte langsung terdiam sesaat.
"Jika sudah begitu, Tuan Muda harus hati-hati. Aku akan menghubungi orang-orang yang pernah aku bantu untuk membantu Tuan Muda" ucap Monte dengan cepat.
"Bagus juga. Tapi kamu cukup siagakan mereka, Karna pasukan khusus milikku akan segera datang." ucap Zai. Dia kemudian memutuskan telpon dan mandi.
(Ding... Kartu Upgrade dan Poin sudah terpotong secara otomatis dan Selamat Tuan Muda mendapatkan Empat kali peningkatan sebagai Bonus)
'Tampilkan statusku'
Nama lengkap : Zaidul Akbar
Level : 6/100
Pesona : 10
Kekuatan : 15
Kecepatan : 15
Kecerdasan : 15
Keterampilan : Skill Bela diri Kuno (Aktif - Teknik Naga melahap matahari)
Skill Medis Super (Aktif - Teknik Sembilan Jarum Kebangkitan)
Skill Pembalap Super (Aktif- Level 4)
Skill Menyanyi (Aktif- Level 4 )
Skill Koki Super (Aktif- Level 4)
Skill Penembak Jitu (Aktif- Level 4)
Skill Peretas super (Aktif- Level 5)
Skill Menipu (Tidak ada Level selalu aktif)
Skill Parkour (Tidak ada Level selalu aktif)
Dana : Rp 7.540.000.000
Shop : Bisa diakses.
Poin Sistem: 41
Invetori : Semua keperluan tuan rumah.
Tugas Utama: Selesai
__ADS_1
'Pakai poin untuk meningkatkan kekuatanku Sebisanya!'
(Ding... Peningkatan selesai, Poin yang terpotong adalah Empat Puluh)
'Cepat sekali?!'
(Itu karna peningkatan Level Sistem sudah cukup tinggi dan menambah kecepatan dalam prosesnya)
'Apakah di Level Enam aku tidak mendapat apapun selain mudah dalam proses?'
(Tidak ada pengaruh yang signifikan. Hanya saja sekarang. Selain mendapatkan kemudahan dalam setiap Proses. Tuan Rumah Juga mendapatkan Mata Emas yang selalu bisa melihat peluang dan melihat jelas dalam kejauhan ataupun kegelapan. dan Untuk membuat mata Emas aktif, tuan harus memberikan suntikan Qi)
'Coba ku lihat statusku'
Nama lengkap : Zaidul Akbar
Level : 6/100
Pesona : 10
Kekuatan : 23
Kecepatan : 15
Kecerdasan : 15
Keterampilan : Skill Bela diri Kuno (Aktif - Teknik Naga melahap matahari)
Skill Medis Super (Aktif - Teknik Sembilan Jarum Kebangkitan)
Skill Pembalap Super (Aktif- Level 4)
Skill Menyanyi (Aktif- Level 4 )
Skill Koki Super (Aktif- Level 4)
Skill Penembak Jitu (Aktif- Level 4)
Skill Peretas super (Aktif- Level 5)
Skill Menipu (Tidak ada Level selalu aktif)
Skill Parkour (Tidak ada Level selalu aktif)
Dana : Rp 7.540.000.000
Shop : Bisa diakses.
Poin Sistem: 01
Invetori : Semua keperluan tuan rumah.
__ADS_1
Tugas Utama: Selesai.
'Oh ada apa dengan tingkat kekuatanku, Mengapa menjadi 23. Biasanya sepuluh persatu,Tapi ini?' Tanyanya kepada sistem dengan sedikit bingung
(Ini adalah salah satu kelebihan di Level Enam. Tuan mendapat potongan harga. yang biasanya Setiap satu peningkatan akan mengkonsumsi sepuluh Poin. sekarang Hanya dengan lima poin saja Tuan bisa meningkatkan Masing-masing dari yang tuan inginkan. Tapi dengan minimal Pengeluaran sepuluh Poin)
'Wah!! Ada hal semacam itu' wajahnya sangat bersinar dengan cerah..
...............
Derasnya hujan tak menghalangi langkah. Langkah Kaki terus saja berjalan menyusuri lorong kemudian berbaur dengan padatnya manusia yang berteduh. Dengan Sebuah tas panjang yang berada dipunggung. Seolah tak peduli dengan siapapun. Dia membelah kepadatan itu hingga bisa mencapai tempat tujuannya.
Sebuah gedung yang cukup tinggi dengan ketinggian Sepuluh lantai. Membuat gedung itu begitu baik untuk sebuah SwaPhoto dengan pasangan. Karna pemandangan yang cukup indah. Namun bukan itu yang akan dilakukan oleh seseorang yang sedang naik ke atas puncak gedung itu. Bukan tentang hujan yang akan merusak kamera. Tapi tentang tujuan yang lainnya. Dia sudah mendapatkan informasi tentang target. Ya! dia adalah penembak jitu yang sudah terkenal bisa membunuh dengan cepat dan aman.
Dengan jarak tiga ratus meter dengan tingkat kemiringan yang sempurna. Dia yakin tembakannya tidak akan meleset. dan dia sudah mempelajari posisi dari tempat duduk target dan posisi dia akan menembak. Semua sudah berada dalam ilustrasi kepalanya.
Dia melihat jam yang sudah menunjukan waktu pukul 10:00 Wib pagi. Namun target masih belum terlihat duduk diposisinya.
Hingga beberapa waktu lagi berlalu, Kebosanan sudah melanda hatinya. Meski hujan tidak menggangu. Tapi jika bertahan terlalu lama. Mungkin tubuhnya akan membeku.
Hujan mulai reda. Tersisa gerimis yang perlahan-lahan mulai menjadi kecil dan menghilang.
Zai memasuki Ruangan kantornya. dengan ponsel berada ditelinganya. Dia telat kekantor karna harus memberikan lagi pelayanan kepada dua wanita itu hingga benar-benar tak bisa untuk bergerak. Lalu dia meninggalkan mereka berdua dihotel dengan meminta kepada pegawai untuk memantaukan Dengan cctv dan memberikan uang sebagai permintaannya.
Zai membuka Tirai pada dan menghadap ke Kaca. Dia sedang berbicara dengan Nenek Maimunah ditelpon. ketika itu Suara sistem memberikan Peringatan
(Ding Warning... Gedung sebelah kanan diketinggian sepuluh lantai ada Penembak Jitu)
Zai langsung melirik ke arah itu, Dan menajamkan Pandangannya dengan mengalirkan sedikit Qi kematanya dia dapat melihat dengan jelas moncong senjata yang mengarah kepadanya.
Zai tersenyum sedangkan yang diatas gedung terkejut. Dan dia langsung menyimpan senjatanya. Dan menghilang dari atas gedung.
"Zai.....Zai!!" Panggil Nenek Maimunah dari telpon.
"Eh, Iya Nek.. Maafkan aku! Siang nanti aku akan pulang. Apakah Farhan sekolah?" Zai bertanya pelan.
"Iya dia sekolah, Nenek akan menyiapkan makan siang untuk kalian nanti.... Dah!" Maimunah langsung memutuskan sambungan telpon.
Zai kembali menelpon seseorang melalui telpon kantor. "Jika ada yang mencariku. Bawa saja langsung ke Ruanganku" Ucapnya kepada Hendri Gundul yang bertugas sebagai Satpam.
"Baik Bos"
Setelah Zai memutuskan lagi sambungan telpon. dia duduk santai sambil melihat jendela dan menatap ke bawah.
Hingga beberapa saat sebuah ketukan terdengar.
"Masuk lah!" ucap Zai.
"Ini Bos orangnya" Ucap Hendri Gundul yang kini sudah mulai tumbuh rambutnya.
"Kau ambilkan Kopi dan sedikit cemilan" Ucap Zai sambil memberikan Uang tiga ratus ribu. "Ambil sisanya untukmu dan kawanmu yang berjaga. ingat jangan Korup" Pesannya lagi.
__ADS_1
"Saya tidak akan berani Bos. Secepatnya akan saya antarkan!" Ucap Hendri Gundul sangat bersemangat mendapat Bonus hanya dengan mengantar satu orang. Pekerjaan yang sangat mudah 'Bukan!
"Duduklah...."