Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Membangun bendungan


__ADS_3

Zai melangkahkan kakinya bersama Laila dan Kang Hong. Lalu dia berkata "jangan terlalu dipikirkan masalah itu. Kita bisa mengatasi dari hal yang mendasar lebih dulu. Kita rangkul masyarakat dalam semua bidang dan terlebih lagi buatlah lumbung makanan untuk bertahan hidup dari kelaparan. Serta bendungan untuk air minum dari kehausan" katanya.


Raja Qin mengernyitkan dahinya. Dia tak pernah terpikir solusi seperti itu. Bukan karena dia orang yang bodoh. Hanya saja dia terlalu memikirkan putri semata wayangnya.


"Idemu sangat bagus anak muda" kata Raja Qin menatap Zai yang kini hendak duduk di kursi tanpa diminta.


Dia tidak terikat dengan kerajaan jadi tidak ada keperluan dia untuk tunduk dan menghormati raja Qin.


"Ayah, dia adalah temanku dan dia istrinya, dan ini adalah kekasihku" putri Qin Qing Mo memperkenalkan ketiganya.


Wajah raja Qin terlihat cerah ketika mendengar putrinya memperkenalkan kekasihnya. Dia pun memandang lekat lelaki yang masih memakai penutup kepala itu.


Kang Hong yang dipandang segera melepaskan kain penutup kepalanya dan menunjukan senyum yang mengembang. "Salam paman Qin!" Ucap Kang Hong menyapa.


"Kau–pengeran Kang Hong? Salam yang mulia pangeran" Raja Qin dibuat terkejut dan langsung membungkuk namun tangan Kang Hong langsung menyangga bahu Raja Qin Shi.


"Tak perlu kau melakukan hal seperti itu. Kedatanganku kesini juga untuk meminta izin. Aku ingin melamar putri Qin Qing Mo" kata Kang Hong langsung.


Satu kejutan lagi tercipta di wajahnya. Dia tau bagaimana sifat dari pangeran Kang Hong. Lelaki yang sopan dan baik. Bahkan sifatnya yang suka menolong orang lain terdengar hampir di seluruh pelosok negeri. Tidak sama dengan kedua saudaranya yang beda itu. Yang penuh ambisi dan kejam.


"Aku tidak melarang siapapun meminang anakku, tapi untuk masalah penerimaan itu tergantung pada anakku sendiri" katanya, seraya memandang putri cantik yang sudah dibesarkan selama dua puluh tahun itu.


Wajah malu terlihat merona di pipi Qing Mo.


"Apa kau setuju untuk menikah dengannya anakku?" Tanya Qin Shi dengan sebuah senyuman yang menggetarkan kumis tipisnya.


"Emm, memang itu yang ku inginkan sejak dulu ayah!" Kata putri Qin Qing Mo.


"Kalau begitu kita tentukan hari pernikahan" kata Qin Shi bersemangat.

__ADS_1


"Ada hal yang lebih penting dari hari pernikahan. Yaitu kelangsungan hidup kota ini. Jika terlalu lama mengulur waktu. Bersiaplah untuk menerima hasil yang buruk" kata Zai yang duduk seraya menghisap rokoknya. entah kapan dia menyalakan itu?


"Kau benar, kita kesampingkan dulu hari bahagia itu sebab ada hal yang utama yang sekarang harus kita kerjakan. Tapi ayah merestui kalian untuk bersama" tegas Raja Qin Shi. "Kau atur sebuah bendungan yang ada di ujung pegunungan dan buat beberapa parit yang akan di aliri air menuju kota!" Perintahnya kepada Putri Qing Mo dan juga kepada Kang Hong. "Mohon pangeran membantu kota. Dan kami akan membantumu untuk naik tahta, aku juga akan meminta raja yang lainnya untuk bergabung mendukungmu" katanya lagi.


"Terima kasih ayah mertua!" Katanya senang mendapat dukungan.


Segera Qing Mo mengajak Kang Hong beserta Zai dan Laila untuk menuju gunung dan membuat sebuah bendungan.


Sampai di pegunungan.


Tujuh air terjun mengalir sangat deras dan itu cukup menguntungkan


"Sangat cocok untuk membuat bendungan air disini" kata Zai.


"Aku akan meminta bantuan kepada pihak kota dan juga masyarakat agar bisa bersama-sama membangunnya" kata Qin Qing Mo.


"Tak perlu" kata Zai. Dia melambaikan tangannya menahan kepergian Putri Qin.


Seketika miniatur bangunan muncul di tangannya. Hanya dengan bermodalkan seratus poin tukar. Itu sangat murah baginya.


Dia melemparkan miniatur itu ke tanah. lalu membentuk sebuah gerakan tangan agar terlihat keren. Padahal itu tidak ada fungsinya.


Beberapa inci dari tanah miniatur itu mulai membesar dengan sendirinya semakin besar hingga menutupi separuh dari gunung itu sendiri.


Bangunan yang super megah, ketika menyentuh tanah ada getaran yang luar biasa hingga mencapai ribuan kilometer.


Tidak ada kebocoran sedikitpun dari bangunan itu. Tujuh air terjun langsung mengisi bendungan itu menjadi satu kesatuan yang indah.


"Mudah sekali bukan?" Kata Zai sedikit menyombongkan diri dan menoleh kebelakang.

__ADS_1


Sedangkan Kang Hong dan Qin Qing Mo ternganga. Mereka membuka mulut dengan cukup luas. Mungkin seluas kepalan tangan remaja. Sungguh di benak mereka tidak menduga ada hal semacam itu. "Harta surga memang luar biasa" keduanya sepakat dengan kalimat itu.


Zai turun ke bangunan bendungan itu dan membuat formasi disana agar tidak ada yang berani berniat menghancurkan bendungan yang telah dia bangun.


Setelah itu dia mengecek kelayakan pakaiannya lalu membuka saluran air secara manual.


Kang Hong beserta Qin Qing Mo juga turun kebawah dan mendarat dibangunan besar yang sangat kokoh itu. Lantai terbuat dari batu granite yang memanjang. Serta ada kursi untuk santai melihat pemandangan indah disana.


Sungguh seperti surga yang muncul dengan semua keindahannya.


"Aku tak bisa berkata-kata lagi soal ini. Kekagumanku sudah mencapai puncak dan tak bisa diungkapkan kepadamu saudaraku" Kata Kang Hong. "Sayang, sebaiknya kita menikah ditempat ini saja nanti" tatapnya kepada Putri Qing Mo.


"Mm, yang terbaik sebagai saksi" sahut Qing Mo.


Zai melambaikan tangannya dan muncul sebuah miniatur rumah dengan lima lantai dan melemparkannya ke puncak gunung. Puncak gunung yang memang sedikit rata langsung beradaptasi dengan bangunan besar itu.


Bangunan rumah atau jika di dunia modern disebut apartemen itu berdiri tegak dengan kemegahan yang luar biasa.


"Aku ingin tinggal disini suatu hari nanti jika bisa kembali ke kota ini" ungkapnya senang. Lalu memandang kedua orang yang mendekatinya. "Sekarang kita hanya perlu membangun lumbung penyimpanan makanan"


"Kau benar, saudara Zai. Jika boleh tahu, untuk siapa kau membangun bangunan tinggi dan indah di atas sana" tunjuk Qin Qing Mo


"Untuk ku tinggali. Tapi jika kalian ingin. Aku bisa membuat satu yang seperti itu lagi. Kalian tinggal memilih dimana akan ditempatkan. Harganya terjangkau untuk satu bangunan" kata Zai


"Berapapun. Asalkan jangan sampai menjual harga diriku, aku akan membelinya untuk hadiah pernikahan" kata Kang Hong senang.


"Untukmu akan kuberikan diskon dari harga asli. Kau hanya perlu mengeluarkan sepuluh batu kristal mutiara saja" ucap Zai tersenyum


"Tidak masalah dengan harga itu" Kang Hong mengeluarkan dari cincin spasial miliknya sepuluh batu kristal mutiara. Itu tidak mahal jika dibandingkan bangunannya. Setidaknya itu menurut Kang Hong dan Qin Qing Mo.

__ADS_1


Tapi jika menurut Zai itu sungguh murah.


__ADS_2