
Langit memancarkan kilat serta dentuman yang begitu memekakkan telinga. Seakan murka dengan bumi.
Jika orang lain tidak melihat waktu. Mungkin akan mengatakan bahwa hari sudah berganti dengan malam sepenuhnya. Namun jika ada yang melirik waktu. Pasti akan membantah itu.
Karna saat ini jam masih menunjukan pukul 18: 20 yang artinya memang langit ingin menghukum manusia dengan kegelapan yang tidak berujung.
Di sisi yang lain..
Zai membawa pertarungan mereka ke pulau tak berpenghuni agar tak memakan korban lagi, belum lagi Jun Bai akan menghisap energi orang lain untuk memperpanjang bentuk naganya.
"Tidak ada lagi yang bisa kau manfaatkan sekarang, pertarungan kita akan menentukan siapa yang hidup dan siapa yang akan mati" kata Zai dengan suara yang cukup berat pula.
Jun Bai berbicara dengan bahasa naga. Zai yang tak mengerti, tidak mengambil pusing hal itu.
Dia mengangkat tangannya dengan pedang yang dia pinjam dari Jani, pedang yang cukup panjang. Zai tidak bisa mengakses sistem lagi untuk membeli senjata. Terpaksa dia meminjamnya.
Pedang itu dialirkan Qi api yang langsung membuat bilahnya seperti terbakar. Zai seperti dewa api dengan jubah warna merah yang sekarang aktif sempurna setelah sistem ditingkatkan ke versi 100. Jubah itu dapat melemahkan serangan lawan dan menurunkan porsi kerusakan yang ditanggung tubuh Zai karena serangan dari luar.
Jun Bai mengayunkan kakinya dan mulai meliuk ke samping kanan. Dia memutari tubuh Zai lalu cakarnya mendekat. Zai menyabetkan pedangnya dan menghantam Kuku tajam Jun Bai yang menjadi perisai, perisai yang sangat sulit untuk dihancurkan.
Tapi Zai tidak habis pikir. Setelah itu dia bergerak bagai superman mencari celah kelemahan lawan. Dia mengalirkan lebih banyak Qi kematanya untuk menambah mata emas miliknya mencapai batas.
Naga hitam itu terus meliuk, dia sadar tubuhnya sedang di pindai. Dia segera mengumpulkan bola energi di mulutnya yang perlu dua tarikan nafas terbentuknya.
Wash! Bagai laser yang mengarah lurus. Tembakan energi yang keluaR dari mulut naga itu hampir menghancurkan separuh dari Pulau.
__ADS_1
Tidak keduanya ketahui bahwa ada manusia yang berada di sana sedang merekam kejadian itu. Terpontang panting orang itu bersama satu rekannya menghindari laser besar yang datang ke arah mereka. Beruntungnya laser itu habis sebelum mengenai mereka, jika tidak! Nasib mereka akan tamat.
"Selamat! Huh selamat" kata sakah satu dari dua orang itu, menghembuskan napas pelan dengan mengusap dada.
"Untung sempat, apakah kau masih merekamnya?" Tanya temannya.
"Masih, ini masih live streaming dan biarkan dunia tahu apa yang sebenarnya terjadi dan penyebab fenomena alam ini." Sahutnya.
Segera forum live streaming dibanjiri dengan penonton. Ada sebagian yang menduga bahwa itu hanyalah akting dari beberapa orang yang ingin menjadi populer dengan efek khusus yang bisa dilihat seperti nyata layaknya sebuah film. Namun ada juga sebagian orang yang menganggap bahwa itu memang riil.
"Bang! Dimanakah tempatnya? Pengen kesana, mau ikutan nonton!" Tulis seseorang dalam kolom komentar.
Satu persatu setelahnya berdatangan komentar, like dan subscribe yang begitu menguntungkan bagi pengguna live streaming itu, semakin banyak yang menonton akan semakin banyak penghasilan yang dia dapatkan. Sudah ada jutaan penonton yang melihat dan membagikannya. Hingga keriuhan tercipta di dunia maya.
Dua orang yang bertarung di udara tidak mengetahui hal itu, bahwa mereka berdua sedang viral dan dibicarakan oleh banyak orang.
Zai terus bergerak kesana kemari melepaskan diri dari napas panas dan semburan api yang bisa membakar diri, dia masih memindai kelemahan naga itu. Setelah cukup waktu, dia melihat ada sesuatu yang janggal dari perut naga. Sebuah sisik tipis yang kemungkinan bisa ditembus dengan pedang. Tapi untuk berada pada jarak yang cukup dekat itu akan sulit, karena naga hitam itu terus melindungi perutnya.
'Aku yakin disanalah terdapat kelemahannya' Zai tersenyum setelah meyakinkan diri. Segera dia mengeluarkan teknik pedangnya.
"Teknik Pedang api, Pedang Pembunuh Naga!"
Tubuhnya masih di udara tapi kaki kanannya ditarik ke belakang, kaki kiri ditekuk sedikit dan dia menuangkan semua kekuatannya hingga habis untuk satu serangan ini.
Zai Langsung melesat dengan bantuan Qi yang mendorong kakinya untuk mendekati naga tersebut yang juga menyeringai dengan senyuman yang mengerikan.
__ADS_1
Dia berpikir pemuda itu menyerahkan nasibnya untuk serangan itu. Segera dia membuka mulutnya dan mengumpulkan energi berwarna merah dan membentuknya menjadi bola yang siap dimuntahkan. Dan tak menunggu lama bola itu langsung dia muntahkan ke arah Zai yang meluncur dengan cepat.
Zai melemparkan jubahnya kedepan untuk menahan serangan itu. Boom! Udara bergetar, air laut naik kian meninggi dan menyapu pulau.
Setelah melemparkan jubahnya Zai berkelit ke samping dan langsung mendekati naga yang tidak sadar bahwa lawan lepas dari serangannya. Dia menduga lawan sudah mati, atau paling tidak terluka parah. Namun hal yang tak diduga terjadi kepadanya.
"Matilah kau naga sialan!" Teriaknya Zai dengan lantang yang sudah mengayunkan pedang menembus perut lembut naga itu.
Akh!! Naga hitam menoleh ke bawah, dimana kini seorang pemuda menusuk perutnya dengan pedang.
Gurah!! Darah keluar dari mulutnya sangat banyak, organ dalamnya terbakar. Meskipun dia juga memiliki elemen api, tapi jika langsung dibakar dari dalam maka tetap terbakar.
Seperti kulit bertemu kulit maka akan tetap terasa meski dari bentuk yang sama dan dari elemen yang sama.
Sang naga hitam meraung dengan keras. Tapi pedang itu masih menancap di perutnya. Dia meliuk-liuk untuk menghempaskan pemuda itu, namun Zai terus mendorong hingga lebih kedalam dengan mengalirkan Qi lebih banyak di kakinya. Tubuh naga itu pun tertembus. Kemudian Zai menggunakan telapak tangannya.
"Teknik naga melahap matahari" dia menghantamkan telapak tangan itu tepat di kepala Naga yang terjatuh dari ketinggian.
Wush! Bam! Naga itu hancur sebelum jatuh ke laut.
Zai turun perlahan. Dan mendarat di pantai. Dia membaringkan tubuhnya di pasir putih berharap dia dapat hidup lebih lama setelah ini. Dia memejamkan mata dan menarik nafas yang dalam lalu menghembuskannya perlahan.
Langit kelam sudah terlihat cerah dengan bulan serta bintang yang tampak. Semua orang yang melihat hal itu begitu senang dan yang menonton live streaming juga begitu yakin sekarang. Bahwa apa yang mereka lihat benar-benar riil pertarungan dewa. Karena ketika makhluk besar itu meledak. Langit langsung berubah menjadi sewajarnya.
Yang menghujat sebelumnya pun harus mengakui bahwa itu memang nyata.
__ADS_1
Dua orang yang berada di pulau itu bergegas menuju pantai, mereka ingin memperlihatkan kepada dunia siapa dewa yang sebelumnya bertarung dilangit. Mereka melihat sosok itu dari kejauhan dan mendekat…