
Sore hari...
Suara ponsel berdering terdengar di atas meja yang berada di salah satu kamar dari beberapa kamar yang ada di sana.
Namun masih tidak di jawab karna pemilik nya sedang menikmati kesenangan nya bersama gadis muda yang simpanan nya.
Hingga dia menyelesaikan pertarungan nya, Baru lah dia mengambil ponsel nya yang terus berdering itu.
"Aneh, Mengapa hari ini ponsel ku terus berdering sepanjang aku bermain" Gumam nya sambil menyandarkan tubuh nya yang lelah.
Dan gadis muda itu pun menyandarkan pula tubuh nya pada tubuh orang itu.
"Hallo, Ah Apa... Bagaimana bisa? Bukan kah kita tidak pernah ada permasalahan? Mengapa kau memutuskan kontrak begitu saja? Kau harus memberi penjelasan yang masuk akal dong!" Ucap nya sambil berteriak kesal karna salah seorang rekan kerja samanya memutuskan mengakhiri kerja sama secara sepihak.
"Kau sudah menyinggung orang yang tidak berani aku singgung" Sahut orang di seberang sana lalu segera memutuskan sambungan telpon nya.
"Ah sial mengapa ini terjadi, Aku tidak pernah bersinggungan dengan orang besar!" Gumam nya lalu membuat panggilan ke salah satu pemanggil nya yang tidak terjawab tadi. Dan hasil nya sangat mengagetkan. Orang itu juga memutuskan kontrak kerja sama.
"Ada apa sayang?" Tanya Gadis panggilan tersebut.
"Pulang lah, Aku lagi pusing" Teriak Sadewa yang merasa Frustasi karna dua kontrak kerja sama sudah di batalkan
Melihat kegalakan dari pelanggan nya itu, Sang gadis akhir nya pergi dengan kesal, Bagaimana tidak kesal jika di bentak oleh seseorang.
Dia memakai pakaian nya dan pergi dengan menutup pintu dengan keras.
Dia berpapasan dengan seorang pemuda yang sedang duduk di kursi roda saat dia keluar dari pintu kamar itu. Tapi dia tak peduli dengan itu, Gadis itu terus berlalu.
"Angel..!" Teriak Firman menyusul kepintu dengan cepat memutar kursi roda nya.
"Apa..?" Sahut Angel dengan tatapan Jijik kepada Firman
"Kenapa kau keluar dari kamar ayah ku? Dan kenapa kau tidak menemui ku setelah aku begini" Teriak Firma marah.
__ADS_1
Angel dulu nya adalah pacar dari Firman, Tapi tanpa sepengetahuan Firman dia juga bermain dengan sang ayah sebagai gadis simpanan, Tentu ayah Sadewa tidak tau bahwa gadis yang selama ini bermain dengan nya adalah pacar dari anak nya sendiri.
Tawa Angel langsung pecah, Setelah berhenti teetawa dia pun melanjutkan dengan kata yang menusuk jantung. "Sebenar nya aku dan ayah mu sudah lama menjalin hubungan, Bahkan yang pertama adalah ayah mu, Bukan kamu, Apa kau tau kenapa? Karna kau tak bisa memuaskanku, Kau hanya bertahan beberapa menit saja, dan kau tau, Itu rasa nya ngegantung.
Sedangkan ayahmu mampu membuat ku keluar, dan juga dia selalu banyak memberikan aku Uang, Dari pada kamu minta nya gratis, aku perlu Uang untuk hidup" Ucap nya dengan panjang lebar, setelah selesai berkata, Angel langsung pergi meninggalkan rumah itu.
Sedang kan di balik pintu, Sadewa mendengarkan pertengkaran anak nya dengan wanita simpanan nya yang ternyata adalah pacar anak nya.
Sungguh kegilaan yang tak terduga, Semua seperti sebuah tamparan keras untuk menjatuhkan keluarga nya.
Dari semua kolega Bisnis nya, Hampir 50% sudah memutuskan kontrak, Dan saham nya anjlok dengan gila.
Dan kini dia mendengar lagi masalah anak dan pacar nya yang dia berada di tengah tengah nya. Membuat nya semakin Frustasi dan tertekan mental.
Aaaaaaaa...! Firman berteriak untuk menghilangkan kesakitan dalam batin nya. Namun itu tidak berkurang, Apa lagi ketika melihat wajah ayah nya, Firman melototi Ayahnya yang dia lihat berada di balik pintu, "Apakah ini yang kau ingin kan?" Teriak nya.
"Maaf kan aku Nak, Ayah tidak bermaksud berada di tengah kalian, Ayah benar benar tidak tau jika dia adalah Pacar mu!" Jawab Sadewa sambil mendekat dan ingin memeluk Firman.
Firman menepis tangan ayah nya dan memutar roda lalu masuk kedalam kamar dan menutup dengan keras pintu.
Zai pulang sendiri, Karna Alisya di tahan oleh ibu nya, ibu nya masih ingin kebersamaan lebih lama dengan sang anak.
Setelah keluar dari pegunungan dan memasuki jalan utama menuju kota, Ponsel nya pun banyak menerima notifikasi dari panggilan tidak terjawab dan Chat WA, Dia langsung menghentikan mobil nya dan membuka isi Chat masuk.
"Bos, Wanita bos di culik, Dan aku sedang mengikuti penculik nya" Itu sebagian dari isi Chat yang di kirim oleh Handoko.
Zai melihat tgl dan Jam pengiriman Chat. ternyata kejadian itu pagi setelah dia berangkat ke kampung Alisya.
Dia langsung mendial kontak Handoko sembari melajukan mobil nya dengan kencang tapi masih dalam batas kewajaran, Dia tak ingin di cegat Polantas gara gara terlalu kencang mengendarai Mobil.
"Bagaimana keadaan nya? Aisya atau Lina?" Tanya nya dengan cepat setelah tersambung.
"Lina bos, dan Sudah di amankan, Bos bisa tenang dan hati hati di jalan" Sahut Handoko yang masih berada di ruangan kantor Sky Paviliun.
__ADS_1
"Terima kasih atas kerja keras kalian, Nanti akan ku beri bonus" Ucap nya lalu memutuskan sambungan telpon.
Satu jam Tiga puluh menit Zai sampai di kota banjarmasin lebih tepat nya di Perumahan Citra Garden.
Zai menghentikan laju mobil nya dan keluar dari mobil dengan segera. Lalu dia mengetuk pintu Rumah Lina.
Seseorang terlihat berjalan di dalam rumah dan membuka tirai, "Nak Zai, Silahkan masuk" Ucap Bu Faridah "Lina ada di kamar nya, Akan Tante panggilkan" tambah nya lagi sembari menutup pintu.
Bu Faridah tidak tahu bahwa anak nya trauma akibat penculikan yang di alami pagi itu, Karna dia pun baru datang dari Arisan.
Bu Faridah Mendorong pintu kamar Lina dan berkata "Sayang ada..." Ucapan nya terhenti kala melihat Lina menekuk kedua lutut nya dan menangis.
"Ada apa dengan mu Nak?" Tanya nya sembari duduk di samping sang anak dan meraih kepala nya. Terlihat mata yang sembab dan luka di sikut nya.
"Ibu... Lina takut" Ucap nya dengan memeluk ibu nya dengan erat.
"Ada apa dengan mu, Katakan lah dengan Ibu, siapa yang menyakitimu?"
Belum Lina menjawab Lina melihat Zai yang sudah berada di depan Pintu kamar nya, Dia melepaskan pelukan nya pada ibu nya dan bangkit berdiri kemudian menghamburkan tubuh nya ke pelukan Zai.
Zai menyambut nya dengan pelukan Hangat, "Malu di lihat Ibu!" Ucap Zai sambil menyisir rambut Lina dengan tangan nya.
Lina yang tersadar langsung melepaskan pelukan nya dan wajah nya tertunduk malu.
"Baiklah Ibu akan keluar dulu, Jangan lama di dalam kamar nanti datang Fitnah" Ucap Bu Faridah mengingatkan.
"Terima kasih Bu" Sahut Lina.
Kemudian mereka duduk di tepi ranjang dengan pintu yang masih terbuka.
Lina pun menceritakan semua kejadian tersebut dan penyelamatan yang di lakukan oleh Ferdinan dan teman teman nya, Meski sebenar nya Zai sudah mengetahui semua kronologi nya, dia tetap menjadi pendengar setia sambil memeluk Lina yang kini berada dalam dekapan nya..
"SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN, MAAF ATAS SEGALA KEKURANGAN, SEMOGA KEDEPAN JADI LEBIH BAIK LAGI" 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1