
Zai merebahkan diri di tengah dua wanita yang sedang menikmati tidurnya yang pulas dengan senyum yang mengembang.
Setelah beberapa detik mengumpulkan tenaga, Zai berjalan keluar dari kamar untuk membersihkan tubuhnya.
Karna tidak merasakan ada orang lain lagi dirumah itu selain mereka bertiga dia dengan percaya dirinya berjalan tanpa menutup tongkat yang kini bengkok kebawah.
'Baguslah mereka sudah pergi' Pikirnya itu Hal yang baik,
Padahal dia tidak tau saja apa yang membuat Bawi dan yang lainnya pergi, Karna suara yang memekakkan telinga mereka dan menggangu pikiran. itu lah penyebabnya, Jika tidak, mereka tak mungkin pergi tanpa ijin lebih dulu.
Air yang keluar Shower segera membasahi ubun kepalanya dan dia membasuh seluruh tubuhnya
............
__ADS_1
"Aku harus memasang Cctv yang terhubung dengan ponselku dirumah ini, Agar mudah jika aku ingin melihat mereka" Gumam Zai lalu memanggil tukang Cctv.
Sembari menunggu Tukang Cctv, Zai menelpon Aisya, Alisya dan juga Vera secara bergantian bahwa dia akan pergi selama beberapa bulan, dan pertemuan mereka akan sulit dilakukan, Kecuali mereka yang mendatangi Zai di jakarta.
Kenapa tidak menemui langsung, Karna hal yang akan terjadi pasti mereka meminta jatah lebih dulu, dan itu akan semakin menunda waktu, Takutnya Zai akan kehilangan kesempatan untuk menggagalkan perdagangan itu dan tugas yang dimilikinya akan gagal. Belum lagi hukuman apa yang akan diterimanya jika gagal dalam tugas, dia tak terbayang hasilnya.
Jarum panjang jam dinding berpindah dan sudah berlalu sepuluh menit setelah Zai menghubungi pihak Cctv.
Ketukan terdengar tiga kali, Zai segera berdiri membukakan pintu, Ada tiga orang yang datang dan Zai menunjukkan lokasi yang hendak di taruh Cctv. Dengan segera mereka melakukannya.
Zai meletakkan tiga nasi kotak di dekat peralatan Tukang Cctv dan menyuruh mereka makan. Lalu membawa tiga nasi kotak kedalam kamar yang ditempati oleh dua wanita cantik itu
Zai segera membangunkan mereka dan mengajaknya makan, "Makan disini saja, Karna diluar ada orang" Zai segera berkata ketika Madina hendak keluar dari kamar tanpa memakai pakaian.
__ADS_1
"Siapa?" Tanya Madina.
"Tukang yang aku panggil" Sahut Zai dengan cepat sambil membuka nasi kotak miliknya.
"Ayo cepat, Keburu dingin nasinya!" Pinta Zai lagi.
Madina pun menuruti, "Sebelum makan pakai pakaian dulu, Tidak lucukan makan masa itunya keliatan" Ucap Zai kepada dua wanita itu.
Mereka berdua pun terkekeh, Madina segera mengambil pakaian yang ada dilantai, Sedangkan Nindi tetap mengambil handuknya. dan langsung melilitkannya lagi kedada.
Mereka makan dengan lahap....
Malam kembali datang tak terasa umur terus berkurang. Hidup akan selalu di hiasi rintangan untuk mendapat tantangan.
__ADS_1
Jalan masih panjang, Berliku dan tajam, Terjal juga curam. namun yang harus di ingati, Muliakan hati dengan menghilangkan kesombongan diri.
Setelah semua hal sudah beres di banjarmasin, Zai bersiap menuju bandara untuk melakukan penerbangan, Di antar oleh Handoko yang selalu siap melaksakan perintah, Dia juga sekarang sudah Zai angkat sebagai wakil direktur, Dan Direktur utama sekarang di pegang oleh Alisya...