
(Ding.... Selamat tuan sudah menyelesaikan tugas menggagalkan perdagangan manusia yang dilakukan oleh Dark Moon Dan juga tugas menangkap Monte ketua Dark Moon)
(Selamat anda mendapatkan Hadiah Berupa tiga buah Mobil Bugatti, Diantaranya Bugatti Chiron, Bugatti Divo dan Bugatti Bolide.
Selamat anda mendapat 1000 PS
Selamat anda mendapatkan Rumah mewah Puri Mansion Jakarta Barat.
Semua Berkas, kunci rumah serta kunci Mobil ada didalam inventori. Dan Mobil sudah ada digarasi rumah itu, Silahkan tuan rumah untuk berkunjung)
'Tampilkan status'
(Ding..)
Nama lengkap : Zaidul Akbar
Level : 2/100
Pesona : 10
Kekuatan : 15
Kecepatan : 15
Kecerdasan : 15
Keterampilan : Skill Bela diri Kuno (Aktif - Teknik Naga melahap matahari)
Skill Medis Super (Aktif - Teknik Sembilan Jarum Kebangkitan)
Skill Pembalap Super (Aktif- Level 4)
Skill Semua Game (Aktif- Level 4)
Skill Menyanyi (Aktif- Level 4 )
Skill Koki Super (Aktif- Level 4)
Skill Penembak Jitu (Aktif- Level 4)
Skill Peretas super (Aktif- Level 5)
Skill Menipu (Tidak ada Level selalu aktif)
Skill Parkour (Tidak ada Level selalu aktif)
Dana : Rp 7.540.000.000
Shop : Bisa diakses.
Poin Sistem: 1028
__ADS_1
Invetori : Semua keperluan tuan rumah.
Tugas: Selesai
Sadam berdiri disamping Mobil Zai, Dia tak berani mengetuk kaca Mobil meskipun Melihat tatapan tuannya seperti Kosong, setelah lama tidak ada reaksi dia pun segera memanggil "Tuan.."
Zai tersadar dari kegirangannya, dia pun menurunkan kaca Mobil lalu mengambil satu kunci cadangan rumah dan memberikannya kepada Sadam, "Aku ingin kalian pergi rumah yang baru ku beli" ucapnya dengan sendikit kebohongan lalu lanjut berkata "Tinggalah disana untuk sementara, Sepertinya kalian juga sudah menemukan pasangan, Biar semua kumpulkan disana saja, dan alamatnya ada diberkas ini" Zai pura pura mengambil berkas yang ada di samping tempat duduknya
"Baik tuan, Kami akan segera pergi kesana"
"Berhati hatilah kalian" Ucap Zai lalu dia berputar balik Mobilnya dipandu oleh Sadam hingga menghilang dari pandangan.
"Sil.. Telpon Polisi biarkan Polisi yang bertanggung jawab mengurus mereka, kita lebih baik pergi"
Sadam dan Jaya membawa Silvia. sedangkan Jani pulang sendiri untuk menjemput wanitanya dan berkumpul disuatu tempat.
Sedangkan empat orang yang menjadi bawahannya yang baru dan sembilan orang lainnya, Sadam perintahkan untuk pulang saja dulu kerumah masing masing dan menunggu kabar selanjutnya. dan mereka diberi masing masing dari mereka sebuah pekerjaan, Yaitu menjadi pemimpin disetiap apa yang dimiliki oleh Dark Moon dan mengubahnya jadi ladang usaha yang baik.
...............
Disuatu tempat terbuka dipinggiran sungai. enam orang laki laki dan wanita kini berangkat menuju jakarta barat.
Jani membonceng Siti dengan motornya Jaya dan Sadam serta Halwa dan Silvia dalam satu Mobil.
.............
Zai meninggalkan Monte dalam Mobil, dia sudah memberikan Pil miliknya dan sekarang Monte sedang dalam Masa pemulihan karna banyak luka yang didapatnya ketika berkelahi dengan Zai,
............
Waktu berganti Mentari hadir kembali menemani hari.
"Kak, Kakak..."
Tok tok tok Sebuah suara diiringi dengan ketukan terdengar.
Zai segera melihat ponselnya, sebelumnya dia lupa menyetel Alrm jadi dia tak terbangun tepat waktu, Ketika mendengar suara yang dia kenali memanggil segera dia bangkit dan membuka Pintu. "Tunggu Kakak mandi dulu"
Farhan ngangguk saja lalu dia kembali ke meja makan, Karna Nenek Maimunah sudah menunggu untuk sarapan bersama.
Hanya beberapa menit Zai selesai dengan mandi dan berpakaian yang rapi dia keluar dari Kamar dan menuju ruang Makan untuk ikut sarapan bersama.
Maimunah tersenyum melihat Cucu angkatnya sudah datang dia segera menarik kan kursi untuk Zai, "Duduk disini saja" Ucapnya
Tanpa membantah Zai langsung duduk, dia senang dalam hatinya karna diperhatikan, Sudah lama rasanya waktu yang tidak terisi dengan kasih sayang orang tua.
'Aku akan mengunjungi makam kalian ibu, Ayah, tunggu anakmu'
Mereka hanya sarapan dengan roti yang dipanggang dengan segelas susu hangat.
"Berangkat sekarang saja" Ucap Zai sambil melihat Jam ditangannya. "ingat ingat dulu apakah ada yang ketinggalan, Kakak akan tunggu diluar" Zai segera berjalan untuk menemui Monte yang kemungkinan masih berada diMobilnya.
__ADS_1
"Pagi tuan" Monte segera menyapa Zai ketika dia membuka pintu.
"Apakah kau sudah lama berdiri disini?"
"Tidak terlalu tuan, Apakah tuan mau diantarkan?" Monte bertanya dengan sopan.
"Tidak perlu, Oh ya... aku ingin kau membeli sebuah perusahaan, entah perusahaan apa itu kalau bisa yang berlantau empat minimal kalu bisa yang lebih bagus tidak apa."
"Baik tuan, Semua uang Yang pernah dikumpulkan dari Dark Moon cukup banyak, Aku akan memakai itu dulu untuk keperluan membeli perusahaan"
"Tidak masalah, Lanjutkan saja, Aku akan pergi dulu"
"Silahkan Tuan" Sahutnya lalu berdiri tetap disana.
"Kau masuk saja sarapan, Katakan kepada Nenek kau orang ku, Mandi dan berpakaianlah yang rapi"
"Tidak perlu Tuan, Saya akan pergi ke tempat tinggal saya, kebetulan Ada di komplek ini juga" Sahutnya.
"Kebetulan yang sangat baik ya" Sahut Zai lagi lalu berjalan kearah Mobil dan masuk kedalamnya menunggu Farhan sebentar dia memanaskan mesin.
"Yang rajin sekolah nya" Ucap Maimunah.
"Iya Nek, dan aku bukan anak kecil lagi, aku malu dilihat kakak. kan aku sudah besar" Ucap Farhan sambil tersenyum tapi dia tak menepis usapan tangan Maimunah dikepalanya.
Segera mereka berangkat setelah Farhan Masuk kedalam Mobil.
Perjalanan itu tidak terlalu jauh dan hanya memerlukan sekitar lima belas menit saja.
Zai memasuki kawasan Sekolah dengan Mobil Xenia terbaru miliknya. tidak terlalu mencolok jadi tidak ada riuh suara dan orang yang menatap mereka hanya sebagian saja.
Zai memarkirkan Mobilnya lalu keluar dan berjalan mencari ruang kepala sekolah.
"Hai Dek. dimana ruang kepala sekolahnya" Zai bertanya kepada seorang gadis cantik yang seumuran dengan Farhan mungkin.
"Emmm, Bella antarian Kak" Sahut Gadis itu riang,
Zai menyenggol Farhan, "Cari gadis tu yang cantik seperti dia, Juga tidak pemalu" Ucap Zai menggoda Farhan disampingnya "Kenapa wajahmu yang merah, Apakah kamu menyukainya" Zai terus menggodanya.
Tapi Farhan masih diam dengan sejuta mimpi dikepalanya.
Mereka pun sampai didepan ruangan kepala sekolah setelah dua belokan kanan dan kiri terlewati.
"Bella ngantarnya sampai disini saja ya Kak" Ucap Bella lalu dia pergi melenggangkan kakinya
"Tunggu sebentar Dek, Boleh gak Kakak minta tolong sekali lagi?" tanya Zai sambil melirik kesampingnya melihat Farhan yang bertambah malu.
"Tolong apa Kak? Jika Bella bisa bantu, Bella akan bantu" Sahut nya tersenyum dan jawabannya pun bagus tidak seperti anak smp.
"Ini adik ku belum punya teman karna dia baru disini, jadi bisa kah Kakak minta tolong kamu jadi teman pertamanya disini"
Maaf atas kurangnya Up dalam beberapa hari ini, Sebenarnya Author mau fokus nyelesaikan Novel Zhang San dulu, Jadi untuk Novel ini akan Tetap Up tapi satu kali perharinya. tapi jika memungkinkan akan diberi lebih. 🙏🙏🙏🙏 yang sebesar besarnya
__ADS_1