
Ketiganya dengan pasrah menerima segel budak itu. Karena memang mereka terperangkap oleh formasi jaring laba-laba yang membuat mereka tidak bergerak bahkan sejengkal saja.
Setelah segel budak terpasang, Zai melambaikan tangannya dan mereka terlepas.
Keempatnya turun dan menapakan kaki mereka, tiga orang itu segera bersujud dengan menyentuhkan kening mereka ke tanah.
"Hormat kami tuan muda!" Ucap ketiganya segera menjura dan menatap tuan baru. Meski hati mereka masih merasa tidak rela namun pikiran mereka mempengaruhi dan telinga mereka mendengar perintah.
"Kembalilah kalian ketempat Kang Lai! Laporkan semua informasi dan pergerakan yang dilakukan olehnya dan katakan padanya bahwa tugas kalian sudah belum selesai"
"Baik tuan!" Sahut ketiganya.
Mereka segera kembali. Sedangkan Zai juga kembali ke kediaman raja Qin untuk melihat perkembangan yang ada disana.
…….
Zai melihat beberapa orang berkerumun di suatu lahan yang cukup luas. Sepertinya mereka sedang membangun sebuah tempat yang akan dijadikan lumbung makanan. Ada ratusan pekerja yang mengerjakannya. Padahal jika mereka meminta Zai untuk membuatkan hal itu. Sudah pasti hanya dengan hitungan detik. Namun Zai juga tidak menawarkan diri. Sebab apa yang mereka kerjakan sekarang akan menjadi cerita untuk anak dan cucu di masa depan.
"Bagaimana dengan urusannya Tuan Muda?" Liala bertanya.
Zai menjawab "Sudah beres. Bagaimana perkembangan disini?"
"Seperti yang tuan lihat, apakah perlu aku turun tangan untuk membantu mereka. Jika dibiarkan akan memakan waktu berminggu-minggu" kata Laila memberikan pengamatannya tentang rentang waktu yang akan dicapai oleh para pekerja.
"Bantulah mereka, jika itu menurutmu yang terbaik!" Ucap Zai. Lalu dia melayang meninggalkan Laila. Dia turun mendekati raja Qin untuk menyuruh semua orang mundur.
__ADS_1
"Perhatian! Berhentilah kalian dan mundur serentak. Ada sebuah keajaiban yang akan terjadi" Raja Qin memerintahkan mereka sesuai yang diarahkan oleh Zai. Meskipun dia tidak tahu apapun yang akan direncanakan oleh Zai maupun Laila yang masih berdiri tegak di udara.
Ketika semua orang sudah menjauh. Laila terbang sedikit tinggi. Kemudian dia menggerakan kedua tangannya membuat sebuah gerakan tangan yang tertentu. Yang tak mungkin dipahami oleh semua orang yang ada disana selain Zai.
Muncul di kedua telapak tangan Laila, miniatur bangunan yang indah yang akan digunakan sebagai lumbung makanan dari hasil pertanian. Persawahan serta hasil bumi yang lainnya dari pertambangan.
Laila melemparkan kedua benda itu dengan sekali lemparan yang cukup jauh terpisah karena itu akan membesar dengan sendirinya ketika menyentuh tanah. Untungnya itu merupakan lahan kosong tidak berpenghuni. Jika tidak! Akan terjadi kegemparan lagi.
Ketika kedua benda itu sudah menyentuh tanah dia membesar dengan sendirinya. Layaknya balon yang diisi angin. Namun bedanya ini adalah bangunan keras yang meskipun diinjak akan tetap bertahan. Benda itu segera membesar dengan sendiri nya. Benda yang dapat diyakini adalah lumbung makanan yang terbaik untuk seluruh kota yang berada di kekaisaran Kanggo ini. Terlebih dibangun dengan hanya beberapa detik saja.
Ada tepuk tangan yang meriah yang diberikan kepada Laila ketika Laila datang mendekati Raja Qin dan yang lainnya. Para pekerja dan rakyat yang hadir disana mengucapkan kata terima kasih untuk dewi mereka.
Laila hanya mengangguk tanpa tersenyum.
Bahkan segera menyebar bagai kilat ketika waktu perilisannya dan rokoknya menyebar ke seluruh pelosok negeri hanya dalam kurun waktu beberapa hari saja. Sungguh bisnis yang sangat menguntungkan.
"Laila! Apakah hasil dari penjualan ini bisa dikonversikan menjadi mata uang indonesia nantinya?" Zai baru terpikir masalah itu. Jika tidak bisa. Untuk apa dia mendirikan bisnisnya di kekaisaran ini.
"Untuk masalah mengganti mata uang. itu sangatlah mudah. Tuan muda tak perlu khawatir, dirikanlah kerajaan bisnis tuan sendiri untuk menjadi konglomerat di kekaisaran ini sambil mengerjakan misi yang diberikan oleh sistem"
"Kalau begitu. Aku akan menggunakan semua poin penukaran yang telah kudapatkan untuk membangun pabrik rokok dan akan membuat mereka yang tidak bekerja bisa bekerja dengan imbalan yang sesuai" Zai menemukan sebuah ide yang cemerlang.
"Tuan harus membeli lahan yang luas untuk menjadikan hal itu!" Kata Laila memberikan dukungannya.
"Aku akan berbicara kepada Raja Qin untuk mencarikan aku lahan itu!" Zai pun bersiap, dia bangkit dari rebahan yang sebelumnya berada di paha Laila. Paha mulus yang wanginya semerbak menggoda. Zai mungkin adalah lelaki yang kebal akan godaan seperti itu. Ketika orang lain akan senantiasa mencurahkan hasratnya bila bertemu wanita seperti itu. Zai tetap menekan keinginannya. Hanya karena sebuah ketidakyakinan.
__ADS_1
"Aku akan ikut denganmu, sebagai pendukung sudah kewajibanku selalu berada disisimu" kata Laila.
"Tentu, aku ingin menjadikanmu istri. Seandainya kau bisa menjadi manusia normal seutuhnya" kata Zai.
Laila terkekeh mendengarnya. Tentu aku sudah menjadi manusia seutuhnya. Bukankah bentukku sangat indah seperti yang tuan bayangkan. Bagaimana mungkin ini tidak sepenuhnya normal. Apakah tuan ingin menyentuh agar bisa merasakan keasliannya?" Laila meraih tangan Zai dan menaruhnya di dada sebelah kanannya. "Apakah seperti yang tuan muda bayangkan?" Tanya Laila lagi dengan sebuah senyuman khas layak seorang dewi.
Zai memiliki kejutan yang jelas terlihat dari bola matanya ketika dia mengerucutkan tangannya. Ada kekenyalan dan kelembutan. Tak mungkin itu palsu layaknya boneka buatan yang dikerjakan semirip mungkin dengan manusia.
"Hais! Membuat pikiranku melayang saja" kata Zai seraya menggelengkan kepalanya "sudahlah. Kita urus hal ini nanti. Jika bisa menyelesaikan misi sebelum satu bulan. Maka kita akan kembali dengan cepat ke Amerika"
"Kalau begitu kita selesaikan dengan cepat. Setelah urusan tuan dengan pembelian lahan dan pembangunan pabrik selesai. Kita akan kekaisaran untuk bertemu Kaisar"
Keduanya langsung bergerak dan menemui raja Qin lalu membicarakan masalah yang telah direncanakan.
Raja Qin menerima dengan baik apa yang direncanakan oleh Zai. Tentunya dia sudah melihat hal menguntungkan yang didapat oleh ibukota. Pemasukan kota yang meningkat dan keuntungan yang didapat dari penjualan produk milik Zai.
Zai melempar kapal terbang yang didapatkan dari hadiah sebelumnya. Kapal terbang itu mengambang di udara. Ketiganya melompat kedalam kapal.
"Ini sangat mengagumkan" ucap Raja Qin dengan tatapan yang luar biasa.
Zai tersenyum mendengar pujian itu. Dia sendiri terkagum dengan kapal terbang yang didapatkannya. Kapal itu cukup besar dan memiliki tempat yang nyaman untuk duduk tanpa ada goncangan. Dan mudahnya kapal terbang itu bisa terbang sendiri dan bisa di atur arah dan tujuan.
Tidak berapa lama kapal terbang itu sampai ditempat tujuan yang diinginkan oleh Raja Qin. Tanah lapang yang cukup luas itu adalah milik seorang petani miskin. Hal itu tercatat dari catatan pertanahan negara.
Tidak ada yang ingin membeli tanah sebab berdekatan dengan sebuah hutan larangan. Yang katanya ada sesuatu yang tak bisa dijelaskan didalamnya. Selama ini tidak ada yang berani mendekatinya. Bahkan raja Qin sendiri sedikit takut
__ADS_1