
Tubuh Frengki melayang menghantam kaca mobil. Mobil itu bergoyang dan kaca pecah di tempat. Yang lainnya berhamburan melihat hal itu. Kejutan yang diberikan oleh pemuda itu cukup membuat mental mereka lemah.
Tiga orang itu segera memasuki mobil satunya. Namun Zai melompat dan berdiri di Kap mobil itu lalu memukul kaca mobil hingga pecah dan menarik seseorang yang duduk di kursi pengemudi. Lalu mengeluarkannya melalui kaca depan yang pecah itu.
Dua orang lainnya langsung membuka pintu di sisi mereka dan keluar, berlari sekuat tenaga mereka.
Mungkin tak pernah terbesit sekalipun dipikiran mereka bahwa nyawa mereka akan terancam seperti ini.
Zai memukul orang yang ada di tangannya hingga pecah kepala orang itu lalu melemparnya.
[Selamat, tuan membunuh satu orang mendapat poin penukaran 100 Poin]
Zai melompat ke arah dua orang yang berlari. Tanpa menghiraukan notifikasi sistem. Satu lompatannya sudah bisa mengimbangi lari mereka yang sudah jauh.
Zai menarik tubuh keduanya dengan gerakan menghisap energi matahari yang ada pada teknik naga melahap matahari yang pernah digunakannya ketika pertama kali mendarat di kekaisaran Kanggo.
"Ampuni kami, kami salah. Maaf!" Salah satu berkata sambil meronta untuk lepas dari cengkraman tangan Zai di leher mereka.
"Katakan padaku beberapa informasi tentang Black Devil!" Perintahnya di antara dua orang itu. Dia melonggarkan sedikit cengkramannya.
"Markas kami berada di bagian barat kota New York. Ketua kami bernama Brian. Dia orang yang cukup kuat dan memiliki pengaruh yang besar" sahut orang yang disebelah kanan.
Sedangkan yang berada di kiri hanya terdiam tak bersuara sepatah kata pun.
"Lalu dimana kalian menyekap orang tua dari wanita itu" tunjuk Zai kepada Geby yang keluar dari Mobil dan berdiri ditempat tidak berjalan.
"Di gudang, tempat itu dijaga beberapa orang. Aku bisa mengantarmu kesana. Tapi biarkan aku hidup!" Mohon nya. Dia begitu takut menatap Zai.
"Aku akan mengampunimu" Zai melepaskan cengkramannya. "Tapi jika kau berkhianat. Aku yakin kau tidak akan hidup semenit selanjutnya" kata Zai. Dia menempelkan ujung telunjuknya di kening lelaki itu. Seberkas sinar kecil seperti laser muncul dan masuk ke kepala orang itu. Zai mengalihkan tatapannya ke sebelah kiri yang sedari tadi diam meskipun dalam keadaan tertekan.
"Apa yang kau inginkan jika aku membiarkanmu hidup? Sebaiknya kau menjawab jujur. Karena ucapanmu akan menentukan keputusan apa yang akan aku ambil"
"Aku akan menjadi orang biasa saja dengan dama bersama keluarga kecilku" sahutnya
__ADS_1
"Baiklah. Jangan pernah kembali ke dunia yang sebelumnya kau tapaki. Ingat aku bisa saja membunuhmu dari jauh dan jangan pernah mengatakan sesuatu hal yang tidak perlu kepada orang lain" ucap Zai. Dia juga memberikan seberkas sinar kepada orang itu.
Zai merasakan ada jejak kebaikan di hati mereka.
Bukan naif. Hanya saja terkadang seseorang itu perlu kesempatan untuk menjadi baik. Jalan hidup terkadang memaksa seseorang untuk bersikap buruk meskipun dia bukan orang yang buruk.
"Terima kasih tuan Muda!" Ucap keduanya bersamaan.
"Kalian tunggu disini. Ada yang harus aku selesaikan lebih dulu"
Zai melompat mendatangi Frengki yang mulai bergerak.
"Ampuni aku. Aku salah! Aku masih ingin hidup" ucap Frengki. Dia kini berlutut memohon kepada Zai dan merendahkan harga dirinya demi bertahan hidup.
"Satu kesempatan yang ku berikan kepadamu sebelumnya sudah hilang. Apa kau menyesal? Begitulah manusia. Menyesal jika sudah dalam keadaan genting. Coba tidak bertemu kegentingan itu. Pasti tidak akan menyesal!" Kata Zai.
Dia sendiri pernah mengalami penyesalan yang mendalam ketika bertarungan dengan Jun Bai. Dia kalah telak sebab tidak memiliki kekuatan yang cukup. Saat itu dia merasa menjadi seorang pecundang hingga sistem harus mengorbankan dirinya. Untungnya sistem bisa kembali kepadanya. Jika tidak! Sudah pasti dia akan tetap dalam penyesalan.
Tapi hati Zai tidak tergerak untuk memaafkannya yang berarti orang di hadapannya ini sangat buruk dalam segi apapun sikap serta sifat.
Zai langsung menendang Frengki agar kakinya yang dipegang itu dapat terbebas. Frengki termundur dua langkah. Lalu Zai memberikan pukulan cepat untuk mengakhiri kehidupan Frengki.
Boom! Kepala itu pecah seketika dan darah langsung menyembur.
[Selamat, tuan telah membunuh satu orang mendapatkan poin penukaran 200 Poin]
Zai mendekati Geby yang seperti orang gila tanpa ekspresi. Menatap lurus ke depan padahal Zai sudah berada disampingnya. Duduk dengan santai memperhatikan wajah cantik Geby.
"Apa yang terjadi kepadamu?" Tegur Zai yang langsung menyadarkan Geby dari lamunannya.
"Eh!" Geby mengusap wajahnya dan menoleh dia menemukan pemuda yang sudah seperti superhero itu. "Apa kau tidak apa-apa?" Ucapnya lalu memeluk Zai dengan sangat erat.
"Aku merasa sesak Geb, tak bisa nafas jika tidak kau lepaskan!" Kata Zai padahal lagi senang karena harum wanita itu menggelitik hidungnya. Bahkan kini wajahnya ditelan oleh dua buah melon kembar yang cukup besar.
__ADS_1
"Maafkan aku. Aku terlalu bersemangat" ucapnya seraya menyeka bulir air mata. Entah mengapa dia begitu khawatir tentang pemuda itu. Belum pernah dia merasakan ataupun begitu dekat dengan lelaki hingga memeluk lelaki itu sendiri. Geby melonggarkan pelukannya.
Tapi Zai menahannya dengan menarik pinggang Geby. Sudah beberapa waktu dia menahan perasaannya. Jadi untuk sejenak merefreshingkan pikiran nya.
Setelah beberapa saat. Zai melepaskannya dan berdiri. "Terima kasih, ayo selamatkan orang tuamu" kata Zai menarik tangan Geby.
Zai melambaikan tangannya dan meminta dua orang itu mendatanginya.
"Siapa nama kalian berdua?" Tanya Zai menatap kedua orang itu.
"Aku Daniel tuan muda!"
"Aku Anthony tuan muda!"
"Panggil aku Zai! Sekarang kau Anthony. Bersihkan semua ini. Dan kau Daniel ikuti aku"
"Baik tuan muda!" Keduanya menyahut.
Anthony langsung bergerak. Sama dengan Daniel yang mengikuti Zai masuk kedalam Mobil.
Mobil melaju dengan santai dikemudikan oleh Daniel. Dan tidak membutuhkan waktu yang lama. Sebuah gudang yang cukup besar dijaga oleh beberapa orang berbadan besar.
Mobil terus masuk. Daniel menurunkan kaca hitam disamping kiri kemudi. "Siapa yang kau bawa?" Salah satu dari orang-orang besar itu bertanya.
"Aku membawa tamu ketua Brian!" Sahut Daniel. "Bukakan pintu!" Perintahnya.
Mereka sangat tau siapa itu Daniel. Jadi membukakan pintu tanpa curiga.
Mobil masuk kedalam lebih jauh dan semakin jauh. Rupanya gudang itu memiliki kedalaman yang cukup dalam.
Zai melihat beberapa kurungan yang dilewati oleh mobil dan setiap kurungan di isi oleh beberapa orang. Entah apa kesalahan mereka. Tapi Zai tidak berniat untuk menyelamatkan mereka dia datang hanya untuk memenuhi janjinya kepada Geby dan sekalian menyelesaikan misi untuk menghancurkan Black Devil.
Seperti menepuk dua lalat dalam satu tepukan
__ADS_1