
Laila begitu terkejut ketika sampai di bandara, tak pernah dia menduga akan menaiki Jet Pribadi sebagai penerbangan. Meskipun keluarganya cukup kaya, tapi tidak pernah sekalipun menaiki Jet Pribadi sebagai sarana perjalanan. Dia begitu senang dan berseru dalam hati. Betapa tidak. Ketika semua mimpi terpenuhi, hati akan selalu bahagia sepanjang hari.
Menggunakan jet pribadi, Zai, Laila dan juga Selly duduk dengan santai sambil menikmati sebagian pemandangan malam yang terlihat sebelum memejamkan mata untuk istirahat sejenak dari lelahnya pikiran dunia dan segala urusannya.
Hidup banyak uang pun akan tetap kelelahan apalagi tidak, dulu dia berpikir hanya uang yang bisa membuat bahagia, setelah memiliki banyak uang dia kembali berpikir. Hanya waktu yang bisa membuat bahagia, waktu yang cukup untuk bersenang-senang dan waktu yang cukup untuk segala hal.
Tidak lama, jet pribadi itu mendarat dengan sempurna di banjarmasin. Zai sudah menghubungi Handoko untuk menjemputnya menggunakan Mobil.
Selang beberapa belas menit, Mobil yang dikemudikan oleh Handoko sampai di Sky Paviliun.
"Ini adalah tempat semua istriku berkumpul, tidak ada yang terpisahkan, ayo masuk!" Ucap Zai kepada Laila dan Selly. Meskipun Laila juga mengetahuinya, tapi ini adalah langkah pertama buatnya.
Sementara Selly hanya berdecak kagum, meski tidak sebesar Z Group tapi Sky Paviliun juga tidak buruk "entah dimanapun berada aku akan bahagia asalkan bisa bersama denganmu!" Kata Selly menjawab.
__ADS_1
"Pak Han, kau pulanglah! Sudah larut malam juga" kata Zai melambaikan tangan kepada Handoko.
Handoko tersenyum sambil membungkuk, setelah Zai menghilang bersama dua wanita itu, Handoko menggelengkan kepalanya. Tak menyangka bahwa dia akan bekerja dengan bos yang memiliki banyak istri, "bagaimana dia melakukannya, membagi waktu. Apakah tubuhnya itu seperti robot dan miliknya itu selalu bangkit!" Handoko membatin sambil berdecak, rasa iri muncul di hatinya. Walaupun dia sudah lebih dari kuat daripada sebelumnya, sebelum Zai memberikannya dia pil yang mengubah hasil ranjang dengan istrinya. Tapi untuk memiliki lebih dari satu, dia belum sanggup. Sebab kekuatan pinggang dan lututnya terbatas.
Tidak seperti Zai yang memiliki suatu hal yang istimewa.
Handoko menghidupkan mesin mobil dan pulang kerumah.
"Mengapa wajah kalian seperti itu?" Zai bertanya tanpa sadar itu adalah perbuatannya yang membawa dua tambahan wanita.
Jelas satu wanita sangat cantik melebihi kecantikan yang ada pada sepuluh wanita itu, membuat mereka minder, meskipun yang satunya juga tidak kalah cantik, namun masih bisa dibandingkan dengan kecantikan mereka. tapi wajah terkejut mereka hanya sebentar, karena mereka tahu, bahwa dua orang itu belum resmi, baru calon.
"Silahkan masuk sayang, kami hanya terkejut saja, karena kau membawa dua sekaligus untuk menjadi pengurang jatah kami" kata Aisya, dia memang orang yang blak-blakan dalam bicara. Dia akan mengatakan sesuatu tanpa saringan, namun yang lainnya sudah mengerti dengan sifat dari Aisya, jadi tidak terganggu.
__ADS_1
Namun tidak bagi Selly, dia merasa tersinggung karena dianggap mengambil jatah. Memang benar, tapi jika dikatakan itu terdengar menyakitkan.
'Aku mengira paling banyak dia memiliki dua istri, ternyata ada sepuluh, ditambah kami berdua' batinnya sambil menatap Laila, 'berarti istrinya akan ada dua belas, bukankah ini sangat gila! Bagaimana cara pembagian waktunya'
Lamunan Selly terhenti ketika ada tangan yang menariknya. Itu adalah tangan Alisya "ayo masuk jangan bengong saja, anggap ini rumahmu juga! Bukankah kau calon kedua belas?" Ucapnya sambil tersenyum dan menutup pintu.
Zai langsung dibawa ke kamar oleh sembilan orang lainnya, sedangkan Laila dan Selly di bawa ke kamar lain.
"Kau sepertinya sedang hamil!?" Ucap Laila ketika mereka sampai di kamar. Selesai berkata dia melompat ke ranjang dan langsung merebahkan tubuhnya.
"Dari mana kau tau? Bahkan suamiku belum aku beritahu!" Tanya Alisya dengan bingung.
"Aku dapat melihat kelainan itu, untuk selebihnya kau tidak perlu tau!" Kata Laila. Lalu dia bangkit dan mendekati Alisya dan membelai perutnya..
__ADS_1