Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Pasrah


__ADS_3

"Maksudmu Zai? Apa yang bisa membuatku resah ketika berada disampingmu, malah aku akan sangat bahagia" meski wajahnya memerah mengatakan itu, Selly tidak membuang muka ke arah manapun, dia Fokus menatap Pemuda yang sudah merebut hatinya itu.


Zai tersenyum ketika telinganya dengan jelas mendengar, Zai juga menatap Selly, pandangan mereka bertemu "sebelum semua terlanjur jauh, aku harus mengatakannya kepadamu, aku memiliki istri di indonesia!" Ungkapnya jujur.


"Aku tak masalah menjadi yang kedua, asalkan yang pertama menerima, aku juga tidak jadi masalah jika hanya menjadi simpananmu, meski aku tidak berbakat menjadi pelakor, tapi aku harus jujur, aku menyukaimu Zai!" Selly menyusupkan tangannya dan meraih tangan Zai, dia diam setelah itu menunggu apa yang akan dikatakan oleh Zai, hati dan pikirannya sudah terfokus kepada Zai sehaja. Tidak ada bunyi dan suara yang lainnya yang dapat mempengaruhinya.


"Sayangnya istriku bukan cuma satu!" Kata Zai, dia ingin melanjutkan tapi Selly lebih dulu menimpali.


"Aku siap jadi yang selanjutnya!" Mantap, sangat mantap hatinya, bahkan tidak tergoyahkan dengan apa yang disampaikan oleh Zai.


"Selly, kau cantik, masih ada banyak lelaki muda dan juga baik, bukan aku menolakmu, tapi kau berhak menentukan pilihan hidupmu, bukan berdasarkan karena aku pernah menolong keluargamu hingga kau memutuskan untuk memberikan hidupmu sebagai hadiah!" Zai menggelengkan kepalanya, ini sulit baginya. Ketika dia tidak ingin menambah istri lagi, malah datang lagi cobaan kesetiaan untuknya.


Tampan susah, kaya pun susah ternyata, bahkan terlalu baik juga susah!


Sambil menggeleng Selly menjawab "Aku benar-benar menyukaimu, terlepas dari kamu membantuku atau tidak" Selly memang gadis yang keras kepala, jika dia menginginkan A. Maka A itu harus didapatkannya.

__ADS_1


Richard sendiri terkadang bingung bagaimana cara menghadapi kehendak anaknya itu.


"Aku tidak bisa menolak lagi jika begitu, tapi kamu tentunya harus mendapat persetujuan dulu dari istriku, aku tidak ingin suatu saat nanti ada perselisihan yang tidak perlu" Zai pasrah saja, berharap istri-istrinya akan menolak, karena memang mereka yang memberi pesan agar jangan membawa lagi istri ketika pulang kerumah.


"Terima kasih sayang!" Selly mengangkat tangan Zai dan mengecupnya dengan penuh kasih sayang.


"Sepertinya anak kita terlalu agresif!" Kata Melly yang sedari tadi melihat anaknya berkata, walau tidak mendengar apa yang mereka katakan, tapi pada akhirnya mereka dapat menyimpulkan bahwa putri mereka itu bisa juga mendapatkan hati pujaannya.


"Seperti kau dimasa lalu, apa kau lupa, kau juga yang mengatakan cinta kepadaku" Richard mendelikkan matanya menatap Melly.


"Hahaha meskipun kalimatmu pedas, tapi ada sisi manisnya juga, setidaknya aku tetap ditembak olehmu, aku adalah lelaki beruntung itu"


"Ah sudahlah, sebaiknya kita datangi mereka!" Kata Melly, dia tidak ingin memperpanjang perdebatan yang tidak penting lagi


"Ayo" Richard membuka tangannya dengan maksud Meminta Melly menggandeng.

__ADS_1


Dengan berat hati, melly tetap menuruti.


"Ehem, sepertinya ada yang hatinya lagi berbunga nih!" Kata Melly datang mengejutkan Selly, Selly yang masih terbuat jelas terkejut mendengar suara mamanya.


"Ih mami, seperti tidak pernah muda saja!"


Wajahnya kini memerah malu dipergoki sedang menggenggam erat tangan seorang pemuda


"Tak perlu malu begitu, ibumu juga seperti itu dulu, coba tanyakan kepadanya kalau tidak percaya!" Kata Richard sambil terkekeh.


"Apa benar itu ibu!?" Seolah mendapat sesuatu yang menyenangkan hatinya, Selly melupakan wajah malu dirinya sebelumnya..


"Ayahmu sangat pintar omong kosong!" Kata Melly dengan tersipu.


Gelak tawapun terdengar menertawakan wajah Melly yang memerah…

__ADS_1


__ADS_2