
Zai sampai pada rumahnya dengan hati yang tenang dan senang, Selain mendapat PS, dia juga bisa membantu orang lain yang sedang kesusuhan, dan itu membuat hatinya damai.
"Cu! ada yang cariin tu didapur orangnya" Ucap Maimunah sambil berjalan menuju kamarnya mengambil sesuatu.
"Siapa nek? pagi-pagi datang mencari aku!" Tanya Zai, Lalu dia berjalan menuju dapur setelah tidak mendapat respon dari Nenek Maimunah.
Sesampainya didapur dia menemukan seorang wanita yang sedang memasak, Wanita muda yang cukup cantik dilihat dari belakang.
"Kamu cariin aku?" Tanya Zai.
Wanita itu cukup terkejut mendengar suara Zai begitu dekat dengannya.
Deg jantungnya berpacu dengan cepat seperti pertama kali naik kuda dan dibawa berlari.
__ADS_1
Wanita itu pun berpaling lalu berkata "Maaf Tuan, Saya Hanya ingin meminta sesuatu, apakah Boleh?" Tanya wanita itu yang tidak lain adalah pembantu, Si Janda kembang yang masih bersegel.
"Jika aku bisa membantu, Aku akan membantu" Sahut Zai sambil tersenyum manis. "Buatkan aku Kopi dulu" Tambahnya lalu menarik kursi dan duduk.
Vina membuatkan Kopi untuk Zai dengan segera, Setelah itu dia mengambil cemilan lalu duduk diseberang Zai, Dia cukup percaya diri dengan kecantikannya, meskipun dia seorang pembantu.
"Sebelumnya aku minta maaf tuan muda, Karna ini mendadak, Ayahku sedang sakit dan akan segera di operasi, jika tidak, mungkin dia tidak akan pernah sembuh, Sedangkan biaya operasinya diatas lima puluh juta jadi aku sangat kekurangan uang,jika Tuan Muda mau, Aku bisa membalas kebaikan itu dengan tubuhku ini" Ucapnya sedih dengan air mata yang tak terbendung lagi.
Zai tersenyum lalu mengambil ponselnya dan membuka apk M-banking lalu mengirim Uang sejumlah seratus juta.
Notifikasi pun segera diterima oleh Vina, lalu dia segera mengucapkan terima kasih sambil menunduk lalu berdiri.
"Jika tuan mau aku akan memberikannya, sebagai ucapan terima kasih" ucapnya sambil memeluk Zai dari belakang, Menempelkan Melon miliknya di kepala Zai
__ADS_1
"Tidak usah dipikirkan, Bukan aku menolak akan hal itu, Tapi masa depanmu lebih baik jika memberikannya untuk yang sah. dan prioritas utamamu sekarang adalah pergi kerumah sakit dan bayar semua tagihan untuk operasi pengangkatan Tumor pada hati
Setelah tersadar dengan kuliah yang dilakukan oleh Zai kepada dirinya, Vina berlari dengan wajah merah malu 'Ini pertama kalinya aku merasakan getaran dalam dada, Apalagi ketika aku memeluknya" Wajahnya semakin panas
Sedangkan Zai hanya menggelengkan kepalanya saja, lalu menghabiskan Kopi yang sudah mulai dengan lalu dia kembali ke kamarnya.
Lalu dia mengecek leptopnya yang tidak pernah padam. selalu terbuka dengan layar yang cukup untuk berkontribusi dalam panggung drama.
"Monte, Kau datangi PT Pilar Indonesia, Lalu tawarkan harga yang cocok untuk mereka. kita beli, jika tidak mau jangan dipaksa" Pintanya pada Monte disambungan telpon.
"Baik, Tuan Muda!" sahut Monte dengan cepat lalu Zai memutuskan sambungan telpon dan mandi kemudian siap berangkat ke kantor lagi.
Beberapa menit berlalu Zai sampai diparkiran kantornya. lalu dia berjalan dengan pakaian sederhana, Namun karna sebagian orang sudah mengetahui siapa dia sebenarnya jadi tidak ada yang berani memandang rendah.
__ADS_1