Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Menang itu pasti


__ADS_3

Setelah memelintir pergelangan tangan Mahendra, Zai menedang dada nya pula hingga terjengkang kebelakang sejauh lima langkah.


Mahendra sangat malu dengan keadaan itu, sambil mengusap dada nya yang terasa sesak dia mulai berdiri dengan perlahan, Tapi dia tak ingin mengaku kalah, Harga diri nya begitu tinggi.


"Jangan senang dulu, Aku belum kalah" Ucap nya  'Anak ini memang kuat, Pantas saja Torax tunduk dengan nya dan menjadikan dia ketua yang baru, aku harus memikirkan cara untuk mengalahkan nya' Batin nya berpikir licik.


"Barry" panggil nya sambil meminta sesuatu, Barry yang faham langsung melempar tongkat pemukul anjing.


Mahendra memutar mutar tongkat nya, deru angin tercipta dalam putaran nya membuat suara dengungan yang menakut kan.


Zai tersenyum lalu mengeluarkan pistol dan berkata, "jika kau memakai senjata, Maka aku juga boleh dong memakai senjata" ucap nya. Kata kata itu tidak lah nyaring, tapi cukup di dengar oleh semua orang, dan Semua orang terkejut melihat sekaligus mendengar nya.


Mahendra sudah tidak bisa berbuat apa apa lagi kala melihat pistol yang berada di tangan pemuda itu.


"Baiklah aku mengaku kalah" Ucap Mahendra pengakuan itu membuat gempar anggota nya.


Mereka tak menyangka kalimat itu keluar dari mulut ketua mereka yang mempunyai harga diri tinggi. Mahendra berpaling ke arah anggota nya "Hormat lah kepada pemimpin baru kalian" Ucapnya menambahkan sambil mengedipkan mata.


Dari pihak Macan Hitam sendiri senang nya bukan main, ketika ketua Tiger White mengaku kalah mereka langsung jingkrak jingkrak dan berpelukan sesama anggota untuk menunjuk kan kebahagiaan.


Torax juga tersenyum senang tapi Zai masih memantau pergerakan Mahendra, dia berpikir tak mungkin Mahendra akan mengalah begitu saja, Pasti ada sesuatu yang dia rencanakan.


"Torax suruh semua orang yang mengepung markas ini untuk mendekat dan tetap siaga, jangan lengah, aku mencium suatu hal yang tidak beres, dan sisakan dua orang untuk bertahan di tiap sisi"

__ADS_1


Wajah Torax langsung berubah yang awal nya tersenyum kini berganti serius. Dia langsung memberi sinyal kepada anggota yang bersembunyi dengan mengangkat tangan nya dan dua jari bergerak memberi kode maju.


Semua anggota Macan Hitam bersiaga tapi tidak menunjuk kan nya, agar lawan tetap menganggap mereka lengah.


Ratusan anggota dari Tiger White mendekat dengan senyum cerah. Seratus barisan pertama mengucapkan kalimat sederhana "Selamat atas kemenangan nya kami akan tunduk di bawah perintah" suara itu terhenti kala ratusan orang di belakang nya berseru dan berlari terpecah untuk menghajar siapa saja yang di dapati,


"Serbu!!" Mereka berlari untuk mengepuh puluhan orang yang ada di jarak lima belas meter dari mereka dengan tongkat kayu yang siap meremuk kan kepala, tangan serta kaki lawan nya.


Zai menembak kan pistol nya ke udara, membuat anggota Tiger White berhenti sejenak, Namun suara Mahendra menyemangati mereka kembali. "Jangan takut, Pistol nya ada batasan peluru" Ucap nya sambil tersenyum licik


'Mau berkuasa, kau terlalu awal bermimpi bocah' Batin nya senang. Tidak ada lagi urat malu yang dia miliki.


Tiga ratus anggota Macan Hitam sudah berkumpul dan mengepung mereka semua. Anggota Tiger White terkejut melihat ratusan orang yang muncul dan berdatangan bagai semut yang mencium tetesan gula aren.


Membuat merinding pemandangan itu, Sebagian yang hanya ikut ikutan berani karna banyak orang, Mental nya langsung ciut dan melepas senjata mereka, Terdengar bunyi senjata yang di lepaskan dan beradu dengan lantai.


Mahendra pun tercengang melihat keadaan itu, Dia tak menyangka Torax merencanakan nya dengan matang, dia mengira Torax orang yang bodoh berkunjung ke tempat mereka hanya dengan puluhan orang, Tapi nyata nya sekarang, dia pandai menyimpan amunisi.


"Bangsat, Aku terkecoh" Gumam Mahendra. Jika pertarungan ini pecah, maka tidak di ketahui siapa yang menang, Yang pasti dia tak ingin lagi bertaruh dengan kematian.


Dia pun mundur perlahan lalu masuk kedalam markas kemudian mencari lorong rahasia yang pernah dia buat, 'Ini saat nya menggunakan lorong itu' Batin nya sambil berlari.


Zai berdiri diam dengan pistol yang masih berada di tangan nya, Kali ini Aura mendominasi keluar dari tubuh nya. Pancaran aura seorang raja membuat hati mereka ingin tunduk. "Jika kalian ingin tunduk kepada ku, dan meninggalkan Tiger White, maka aku akan membiarkan kalian hidup, Tentu kan pilihan kalian sekarang"

__ADS_1


Ratusan orang yang sudah menjatuh kan senjata kini menjatuhkan lutut mereka, Merka sebagiab juga punya keluarga, meskipun harus tunduk yang penting hidup, mereka akan melakukan nya, Juga tidak ada bedanya berpindah Organisasi saja..


Pola pikir mereka cukup realistis. Jika Hidup masih bisa menikmati hidup, tapi kalau mati, apa yang di nikmati..


Ratusan orang selanjut nya pun melakukan hal yang sama. Mereka tidak ingin mati sia sia.


Door..!! Suara tembakan terdengar dari belakang Markas Tiger White. Semua anggota Tiger White terkejut mendengar suara tembakan itu, dan beberapa menit kemudian terlihat dua orang mengangkat satu sosok tubuh. Dan melemparkan nya di tengah tengah antara Macan Hitam dan Tiger White.


Sekali lagi semua Anggota Tiger White memliki rahang yang hampir jatuh dan mata yang seperti ingin melompat keluar, Kini tubuh Mahendra terkulai kaku tak bernyawa, Menandakan Tiger White sudah berakhir. Terpaksa yang tersisa dari ratusan orang itu berlutut.


"Aku ingin bertanya sekali lagi, Siapa yang benat benar ingin masuk ke Organisasi Macan Hitam, Angkat tangan nya" Hampir semua orang menatap Zai dan mengangkat tangan nya, dan ada sebagian yang tetap bertahan tidak mengangkat tangan,


"Kalian yang tidak mengangkat tangan, Silahkan pergi dari sini, Tempat ini akan menjadi markas besar Macan Hitam" Ucap Zai sekali lagi.


"Tapi ingat jika langkah kaki kalian sudah menjauh dari sini, jangan pernah kembali ke dunia yang seperti ini lagi, Hidup lah dengan damai, jika tidak Macan Hitam akan menghancurkan hidup kalian" tambah nya.


Beberapa orang itu pergi dengan hati dongkol tapi tidak berani mengatakan nya.


"Hei Kau berhenti! Sampaikan pada Anggoro, jika dia tidak datang dalam dua hari untuk meminta maaf atas kesalahan nya yang lalu, jangan berharap untuk menatap masa depan yang nyaman!" Ucap Torax yang mengenali Angga di antara orang yang berjalan keluar.


Angga mengangguk tak berani bersuara, jika pun dia bersuara itu hanya akan menambah berat langkah nya..


"Ayo kita masuk kedalam dan merayakan kemenangan, ini adalah hari bersejarah, yang akan di kenang oleh generasi yang akan datang, Bahwa Macan Hitam pernah berjaya sangat lama" Ucap Torax memimpin semua orang untuk memasuki markas besar yang kini jadi milik mereka. "Lempar ke laut jasad Mahendra itu, Biar Hiu yang akan mencabik cabik jasad nya" Pinta Torax kepada Amat dan Udin

__ADS_1


Yang langsung mereka segerakan. Tidak ada bantahan ataupun sangkalan, mereka melakukan nya untuk masa depan yang gemilang....


__ADS_2