
Swoosh! Satu baskom ayam bakar yang sudah bertabur bumbu nikmat tersedia di hadapan Zai. Dia langsung menyantap makanannya.
Semerbak wangi yang menggoda menggelitik hidung Kang Hong dan Qing Mo. Mereka jelas melihat Zai begitu menikmatinya tapi tak berani bersuara untuk meminta.
"Ambilah jika kalian mau" kata Zai seraya mendorong tempat ayam bakar itu ke arah keduanya.
Laila mengambil begitu pula dengan Kang Hong serta Qin Qing Mo. Laila juga tidak biasa memakan makanan itu. Sebab dia baru hadir di dunia.
"Ini sangat nikmat!" Dalam sela kunyahnya. Kang Hong berkata. Dia pun memandang Qing Mo di sampingnya seolah bertanya.
"Aku juga merasakan hal yang sama, ini adalah makanan terenak dari yang pernah kumakan sebelumnya" Qing Mo memberikan penilaiannya.
Dia harus menambah lagi dengan tangan satunya. Bahkan dia lupa dengan status putri raja yang harus menampilkan keanggunan.
Zai tanpa bicara menguyang makanannya.
Setelah selesai dengan gigitan terakhir. Zai mulai berbicara. "Aku mendengar kaisar akan mengadakan pertandingan antar pangeran dan boleh diwakilkan. Apa kau juga sudah mendengarnya?" Tatap Zai dengan tenang.
"Aku mendapat undangannya. Tapi aku belum menemukan siapa yang bisa mewakilkan aku untuk bertanding, jika pun aku yang maju. Sudah dipastikan akan kalah"
"Mengapa menyerah sebelum menang, aku bisa menjadikanmu lebih kuat, tapi biarkan aku yang bertanding sebagai perwakilan, bagaimana?"
"Aku rasa itu tidak perlu, sebab perwakilan akan bertanding hidup dan mati dan aku tak ingin kau mengalami hal yang terburuk. Kakak-kakakku juga akan mengirim Ranah Raja Bumi yang mereka miliki"
"Kau tenang saja ini adalah misiku, aku akan menjadikanmu kaisar. Jadi, semua itu juga demi kepentinganku." Kata Zai.
"Misi?"
"Ya! Aku datang dari belahan dunia yang lain. Dan misiku untuk menjadikan seseorang yang baik hatinya untuk menjadi seorang kaisar." Terang Zai "aku merasa sepertinya memang kau yang fimaksud dalam misi itu. Jadi aku memutuskan untuk membantumu" tanbahnya lagi.
__ADS_1
Kang Hong memiliki hati yang senang. Tak pernah dia mendapatkan hal yang diinginkannya. Meskipun dia adalah anak seorang kaisar. "Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi" katanya "kau bisa menjadi perwakilan pertandingan untukku!" tambahnya dengan bersemangat. "Lebih baik kita ke kediaman Kaisar, aku sangat percaya dengan kemampuan yang kamu miliki, dan kita akan segera melihat siapa saja lawan yang akan dihadapi"
"Tentu! Habiskan dulu makananmu lalu kita pergi kesana!" Sahut Zai. Dia pun mengambil lagi satu paha ayam bakar dan menggigitnya dengan senang hati. Selama dia memiliki sistem. Dia tidak pernah kekurangan makanan.
……
Di sisi yang lain di waktu yang hampir bersamaan dua pangeran sedang berhadapan membicarakan untuk menyingkirkan Pangeran Kang Hong dari peserta.
"Menurutmu Kak Lai, mungkinkah dia berani untuk ikut serta?" Tanya Kang Jun menguraikan isi hatinya.
"Menurutku dia tidak akan berani terkecuali dia telah mendapatkan sosok yang akan diwakilkan dalam pertandingan." Jawab Kang Lai dengan sebuah senyuman di wajahnya. Dia tau isi hati dari Kang Jun ini. Tak mungkin dia melakukan pertemuan jika tidak memiliki kekhawatiran untuknya.
"Kau benar juga Kakak! Sepertinya kau memang lebih pantas untuk menjadi kaisar, ayah terlalu tidak bisa memilih penerus, bukankah sudah ada dirimu" katanya tersenyum misterius. Lalu berkata lagi. "Aku akan pulang lebih dulu, kemudian kita bertemu lagi di pertandingan sebagai pihak yang berseberangan" Kang Jun melangkah meninggalkan tempat pertemuannya dengan Kang Lai dan bersiap untuk acara pertandingan. Dia harus memilih dengan baik. Siapa yang harus dia tunjuk sebagai perwakilan?
Bagitu pula dengan Kang Lai, tapi dia sudah siap dengan segala hal. Dia sendiri adalah yang terkuat dari tiga saudara. Namun dia akan mengikuti rencana orang lain lebih dulu.
……
Arena besar telah disiapkan untuk pertandingan itu. Entah siapa yang menang belum ada yang tau. Sebab dua kandidat adalah juara. Hanya satu orang yang tidak dianggap sebagai calon juara. Tapi tidak ada yang tau bahwa nantinya yang terlemah adalah kuda hitam.
Lima hari terlewatkan kembali.
Kang Hong bersama dengan Zai dan Laila. Mereka bertiga memasuki kediaman kaisar untuk bertemu dengan kaisar itu sendiri.
Dengan keberadaan Kang Hong di sisi keduanya. Tentunya Zai dan Laila tidak ditahan lagi oleh penjaga yang sebelumnya pernah menjaganya. Kini dia menunduk dan membungkuk. Tapi Zai juga tidak mempermasalahkannya.
Ketiganya masuk lebih dalam. Dapat dilihat seorang lelaki paruh baya dengan tampilan gagah. Menggerakan semua ototnya dengan berlatih sendirian tanpa lawan.
Ada begitu banyak peluh yang mengalir. Karna latihan sendiri tanpa Qi itu adalah latihan fisik untuk kebugaran.
__ADS_1
Setelah pak tua itu menghentikan gerakan bela dirinya. Seseorang mendekat membawakan handuk untuk sang kaisar.
Kaisar menyambut dan menyeka keringatnya. Lalu dia memandang anak ketiga yang datang bersama dua orang di sisinya. Segera dia melambaikan tangan meminta Kang Hong mendekat. Meskipun Kang Hong hanyalah anak seorang selir dan bukan dari keluarga yang terpandang seperti permaisuri. Namun dia tetap menyayangi anaknya.
Bagaimana mungkin orang tua akan begitu kejam kepada anaknya. Binatang saja menyayangi Anaknya apalagi manusia!?
Kang Hong mendekat bersama dua orang yang berada di belakangnya. Dia menyapa kaisar "ayah. Apa kabarmu?" Tanyanya
"Seperti yang kamu lihat, ayah masih sehat dan sangat baik. Bagaimana denganmu?" Kaisar bertanya.
"Sama seperti yang ayah lihat" Sahut Kang Hong seraya memeluk ayahnya. Sudah lama mereka tidak berpelukan. Jadi memerlukan waktu yang lama juga untuk melepaskannya.
"Maafkan ayah tak bisa memberikanmu tempat yang nyaman! ayah gagal menjadi ayah yang baik untukmu " ucap Kaisar.
"Tidak sepenuhnya salah ayah, memang aku yang memilih untuk pergi" ucap Kang Hong.
Mereka terus membicarakan masalahan yang tlah lalu. Hingga Kang Hong lupa bahwa ada dua orang lainnya yang berada di belakangnya.
Zai mencari tempat duduk sendiri tanpa dipersilahkan dan hal itu memancing emosi dari pelayan pribadi Kaisar.
"Hei, kamu sangat tidak sopan!" Teriak orang itu yang langsung memecah pertemuan kaisar dan anak. Keduanya menoleh ke arah teriakan.
"Mengapa berteriak?" Tanya kaisar.
"Orang itu sangat tidak sopan kaisar! Dia duduk sebelum dipersilahkan untuk duduk" sahutnya pelan sambil menunjuk pemuda yang duduk dengan santai ditemani oleh seorang wanita di sampingnya seraya menghisap rokok miliknya.
Bahkan pemuda itu tidak peduli dengan perkataan pelayan pribadi kaisar itu.
Kaisar sendiri menatap Kang Hong dan ingin meminta penjelasan kepadanya.
__ADS_1
"Dia saudara sumpahku. Aku membawanya kesini untuk menjadi perwakilan pertandingan yang akan dilangsungkan