Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Merekrut Ferdinan


__ADS_3

Handoko mengambil Bir Bintang dari kulkas kecil yang ada di ruangan nya. Lalu dia menaruh nya di meja, Ferdinan yang sudah merasa kehausan karna lama menunggu terpaksa harus mengambil bir itu lalu menegak nya. Terdengar suara yang menyegar kan dahaga..


Zai setelah selesai dengan aktivitas nya, Dia langsung mengambil ponsel nya. Dia sadar ada yang menelpon, Tapi dia tak ingin kebersamaan nya di ganggu, Masa pas lagi enak enak nya di usik kan gak asyik.


Dia melihat beberapa panggilan dari handoko "Ada apa ya?" Gumamnya, "Lebih baik telpon lagi saja" kata nya lagi pas hendak menekan layar yang ada gambar telpon nya, Ponsel lebih dulu berdering.


"Ada apa Pak Han? Apakah ada yang penting?"


"Ini ada orang yang kata nya di suruh oleh Bos datang kesini, Orang nya ada di ruangan ku" Sahut Handoko.


"Siapa nama nya?" Tanya Zai lagi.


"Ferdinan" Sahut nya singkat


"Katakan padanya tunggu aku, Aku akan mandi dulu baru keruangan mu!" Zai langsung memutuskan sambungan telponnya. Lalu meninggalkan Aisya yang tertidur, Sebelum itu dia menyelimuti nya.


Selesai mandi dia pun berpakaian dan keluar dari ruangan Apartemen nya menuju kantor yang berada di lantai 21, Lebih tepat nya menuju ruangan Handoko.


Tanpa mengetuk, Zai langsung mendorong pintu ruangan nya dan mendapati dua orang yang menatap ke arah nya.


"Bos, Bos mau minum apa?" Handoko menyapa, berdiri dan bertanya..


"Seperti nya jus lebih enak panas panas gini" Sahut nya.


Handoko langsung turun keluar ruangan dan menuju Resto Pasti kenyang dan memesan minuman.


Sedangkan Zai dan Ferdinan sekarang berhadapan.


Zai duduk dengan menyilangkan kaki nya lalu bertanya "Jadi kamu sudah memikirkan nya matang matang?"


"Sudah, Tapi aku punya syarat! Itu pun jika di penuhi" Ucap Ferdinan

__ADS_1


"Apa itu syarat nya?" Tanya Zai yang masih santai.


"Adik ku sedang sakit dan kini berada di rumah sakit, Bisa kah aku meminjam uang lebih dulu untuk biaya pengobatan"


"Dirumah sakit mana?" Zai tidak bertanya masalah Uang nya. Dia ingin tau di mena dia di rawat untuk mempermudah urusan.


"Di rumah sakit Mitra Cintra Hospital" Jawab Ferdinan


"Kebetulan yang sangat kebetulan, Atas nama siapa?" Tanya Zai yang sudah memegang Ponsel nya lalu mendial kontak.


Terdengar dering dua kali setelah itu tersambung.


"Atas nama Vera Oktaviana" Sahut Ferdinan.


"Hallo" Suara lembut menyapa menggelitik rasa.


"Hallo juga, Juli, Apa kah aku menggangumu?"


"Tolong gratiskan untuk biaya perawatan atas nama Vera Oktaviana, Biar nanti potong dari Deviden milik aku saja" Ucap nya.


Ucapan itu menyadarkan Juliana Xiao atas lamunan nya "Baik, Aku akan cek data nya dulu, Nanti aku kabari, Jika sudah selesai proses nya" Sahut Juli, Padahal dia hanya ingin agar ada alasan untuk menelpon balik.


Tapi Zai tentunya tidak tau apa yang di pikirkan oleh Juli di kantor nya.


"Sudah selesai, Jadi apakah ada syarat yang lain?" Ucap nya tersenyum menatap Ferdinan yang masih bengong karna dia tidak percaya bahkan tak yakin kalau sebenar nya urusan itu begitu mudah selesai, hanya dengan satu panggilan saja.


Dia bertambah kagum dengan pemuda di depan nya itu, 'Sebenar nya seberapa mengerikan latar belakang orang ini! Kenapa jadi dia di anggap Benny sebagai gembel? Oh mungkin saja karna ujian miskin seperti yang ada di novel online' Pikir nya, kepala nya pun ngangguk ngangguk.


"Terima kasih, Sekarang aku akan mengikuti mu, apapun yang kau perintahkan akan aku turuti" Ucap nya dengan bersungguh sungguh.


"Kalau begitu, Minum pil ini" Zai melemparkan sebuah pil kecil berwarna putih yang bergaris dua. Ini adalah Pil yang lebih baik dari yang di berikan ke Torax dan anggota yang lain nya.

__ADS_1


Karna dia sudah memahami bahwa Ferdinan ini seorang Ahli jadi dia butuh asupan yang lebih tinggi kadar nya untuk mencapai kekuatan puncak nya.


Ferdinan tanpa ragu, Atau pun curiga tengang keberadaan pil yang kini ada di telapak tangan nya. Dia mengayun kan pil itu ke mulut nya, terasa manis di lidah, tapi sesaat kemudian, tubuh nya bergetar dan merosot dari sofa kemudian berguling di lantai, Tak ada teriakan yang terdengar.


Zai memuji nya "Kamu sungguh luar biasa"


Handoko mengetuk pintu, Setelah Zai menyuruh nya masuk, Handoko pun melangkah kan kaki nya masuk kedalam dengan dua gelas Jus jeruk serta kentang goreng yang sengaja dia sendiri yang mengambil nya di lantai tiga, dia juga berjuang untuk menyenangkan bos nya.


Mata Handoko tertuju kepada Ferdinan yang berguling di lantai, Dia ingin bertanya kepada Bos nya, Tapi takut, Takut salah bertanya. Lalu Dia memberikan Jus Jeruk yang di bawa nya itu.


Zai mengambil Jus Jeruk yang di berikan oleh Handoko lalu menyedot nya dari sedotan. Dan memakan cemilan yang di berikan. Sambil menunggu reaksi obat berakhir.


Lima belas menit berlalu. Jus jeruk sudah hampir habis di minum oleh Zai.


"Apakah Bos ingin Rokok" Tanya Handoko yang mengambil bungkus rokok dari saku nya dan menarik satu batang untuk nya dan satu batang lagi untuk Bos nya.


Tapi Zai melambaikan tangan nya, Dia tak ingin mencoba coba, Nanti pasti nya akan ketagihan..


Dengan peluh yang membasahi sekujur tubuh nya, Ferdinan tidak lagi merasakan sakit yang serasa menghiris hiris urat nadi dan seluruh organ tubuh nya.


Bahkan dia merasakan kebugaran yang belum pernah dia rasakan sebelum nya, Kekuatan serta ketajaman mata nya seakan di rombak, dia bisa melihat lalat yang terbang melambat di hadapan nya, Hingga dia bisa menangkap nya dengan mudah, 'Pil itu sangat kecil tapi berefek besar' Batin nya.


"Bagaimana, Apakah kamu merasakan perubahan yang signifikan di tubuh mu?" Tanya Zai setelah melihat Ferdinan sudah mulai duduk di kursi.


"Iya bos, aku sangat berterima kasih atas Pil Kecil itu, Bahkan Cidera pada pergelangan kaki ku pun bisa sembuh hanya dengan sebuah Pil" Sahut nya sambil menggeleng kepala seakan tak percaya keajaiban itu ada.


Zai tersenyum lalu mengeluarkan satu butir Pil lagi, tapi kali ini terlihat berebeda dari sebelum nya, karna kali ini pil itu hanya bergaris satu yang menandakan tingkatan nya berada di bawah pil yang Ferdinan telan..


Zai menatap Handoko, "Aku akan memberikan ini, Agar kehidupan Ranjang mu dengan istri mu akan lebih berwarna" Ucap Zai yang sedikit tau permasalahan yang di alami oleh Handoko..


Yah itu memang Hal umum, Ketahanan lelaki di ranjang hanya lah beberapa menit saja. Jadi akan sangat mengecewakan bagi pasangan jika pas lagi enak enak nya udah kelar.

__ADS_1


Setidak nya itu lah yang sering di ceritakan di novel Online yang dia baca..


__ADS_2