
"Salam Om. Namaku Zai!" Zai menyapa Richard lebih dulu, dengan sedikit mencondongkan tubuhnya untuk menghormati orang yang lebih tua, lalu mengulurkan tangannya.
"Kau pemuda yang sopan, aku Richard sangat tersanjung dapat berjumpa dengan orang besar yang masih muda." Kata Richard sambil memberikan pujian dan menyambut uluran tangan itu. Kemudian mengajak Zai untuk duduk di kursi kosong yang tidak ada satupun orang duduk disana.
Ada berbagai hidangan yang telah dimasak ulang, dan sengaja dihidangkan ketika tamu spesial ini datang.
"Jangan sungkan" kata Richard lagi. Lalu dia menyapukan pandangan ke segala arah.
"Halo, selamat malam semuanya, aku meminta waktu kalian sebentar, sebelum menyantap makan malam yang kami hidangkan, aku akan menyampaikan beberapa patah kata" Richard menjeda ucapannya sebentar
"Ini adalah tamu istimewa yang sebelumnya aku bicarakan, jangan salah, meski dia masih muda, Tapi dia adalah orang dibalik suksesnya aku mencapai kesepakatan kerjasama dengan international Group" tambahnya lagi
Tepuk tangan yang meriah menggema di tempat itu, banyak yang tidak menyangka bahwa orangnya sangat muda, mereka yang hadir tentu ingin pula mendapatkan sepotong roti dari pemuda itu. Dan mereka segera ingin berkenalan, namun masih menahan diri karena masih ada cukup waktu untuk berkenalan nantinya.
__ADS_1
"Sekarang silahkan dinikmati semuanya, harap kalian dapat bersenang-senang malam ini dengan bebas" kata Richard menutup waktu yang disita olehnya.
Melly istri dari Richard ikut bergabung dan dikenalkan oleh Selly kepada Zai. "Ini mamiku, kenalkan!" Kata Selly kepada Zai.
"Emm, salam tante. Wah aku tidak menduga kecantikan Selly ternyata berasal dari Maminya"
"Ah kamu bisa aja" ucap Melly sambil tersipu malu.
Empat orang itu kini menikmati hidangan, Zai tidak berbicara sepatah katapun ketika makan, karena itu adalah etika makan.
Zai mengambil tisu dan membersihkan sisa makanan yang ada di samping mulutnya sambil menjawab dan menatap Melly, "aku pengangguran!" Jawabnya. Jika orang lain yang mengatakan hal itu, tentu itu adalah masalah. Namun Melly sedikit mengetahui kisah awal pertemuan mereka dan Selly jelas mengatakan bahwa Pemuda itu memiliki Mobil bugatti edisi terbatas.
"Hahaha kamu rajin bercanda! Tante dan om mau menjamu tamu yang lain lebih dulu, jangan pulang lebih awal, kalau bisa kamu nginap nanti dirumah tante" kata Melly sebelum menarik tangan Richard meninggalkan tempat itu, memberi ruang untuk anaknya lebih dekat.
__ADS_1
Seorang ibu lebih tau dan mengerti bagaimana perasaan putri yang sedang jatuh hati. Karena perasaan mereka seperti terhubung satu sama lain.
Zai hanya mengangguk tanpa menolak tawaran yang ditawarkan oleh Mamanya Selly.
"Jangan pedulikan dia, dia memang terkadang bersikap tidak tahu malu" kata Selly.
"Terserah saja, oh ya aku mungkin akan pulang ke indonesia dalam waktu dekat ini. Sepertinya kita akan berpisah" kata Zai, dia mengambil segelas anggur dan menyesapnya perlahan.
"Hah?" Selly yang baru menyesap minumannya langsung tersedak dan menyemburkan minumannya hingga membasahi pakaiannya sendiri
Zai mengambil beberapa tisu dan memberikannya kepada Selly. Lalu berkata "berhati-hati kalau minum"
"Aku hanya terkejut mendengar kau akan pulang, apakah aku bisa ikut denganmu" sahut Selly sambil bertanya dan mengambil tisu yang diberikan oleh Zai.
__ADS_1
"Aku tidak masalah, tapi ada situasi yang akan membuatmu resah di sana jika ikut denganku"