Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Sakit?!


__ADS_3

Sebuah Losmen yang sedikit tertutup dari keramaian. dua buah Mobil mewah terparkir didepannya. dan itu sangat dijaga oleh beberapa orang kariawan laki-laki yang bekerja di Losmen tersebut. seperti menjaga nyawa mereka sendiri.


Masuk lebih kedalam. Dua orang berlawanan jenis kini berada dalam satu kamar yang cukup luas. Terlihat sang wanita kini berbaring di ranjang dengan telapak tangan yang terkepal. entah apa isinya.


Zai memperhatikan dengan seksama keindahan yang menyejukan mata itu dan berkata "Selimuti dirimu" ucapnya, Kemudian setelah Paha mulus Amanda ditutupi dengan selimut. Zai meraih jari jemari kaki wanita itu dan menekan beberapa titik rangsangan agar wanita itu lebih terangsang. dia pasti akan mengambil kesempatan itu. Naluri seorang lelaki akan terbangkitkan dengan kecantikan ini.


Amanda yang disentuh jemarinya dan di tekan pada titik-titik tertentu mulai merasakan badai dihatinya. sebuah kesenangan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Matanya terbuka dengan lebar dan bulat sempurna. kadang terpejam dan tubuhnya menggeliat bagai cacing yang kepanasan. Ada suara malu yang keluar dari mulutnya.


Akh!! Amanda menutup mulutnya berusaha untuk tidak mengerang. hingga dia tak sadar ada serbuk pelumpuh saraf digenggaman tangannya. dan itu terhirup olehnya. Membuatnya tak bisa berkutik lagi.


Hatinya menangis dan menjerit berkata tidak. tapi tubuhnya mana tahan. Dia berusaha untuk tidak mengerang tapi dorongan itu terlalu kuat. gejolak didadanya semakin melonjak dan mempengaruhi pikirannya.


Sekarang rupanya dia yang masuk kedalam perangkap yang dia buat sendiri bersama macan yang lapar dengan daging empuk yang siap dimakan.


Amanda tidak dapat menggerakkan tubuhnya, Zai tidak tau tentang hal itu.


Karna Amanda hanya diam Zai perlahan menyusuri kaki jenjang itu dan memberikan pijatan disana. perlahan dengan pasti naik ke atas hingga mencapai pahanya. Amanda hanya bisa mengerang dan tak mampu melawan ataupun menepiskan tangan Zai yang mencoba menyentuh celah pribadi miliknya. meskipun masih tertutup celana dia dapat merasakan jemari yang menyentil miliknya.


'Lelaki ini sangat cabul. Aku menyesal menjebak dengan cara seperti ini' batin amanda lirih. Meskipun ada kesenangan yang dia dapat. tapi dia masih suci dan itu adalah harga mahal yang sudah dia jaga hingga saat ini. Sekarang kesuciannya akan terenggut dia tak bisa membayangkan hal itu bagaimana nanti. Akan tetapi saat ini tubuhnya bertambah panas dan sangat menginginkan itu.


Zai perlahan membuka kancing celana. dia pun sudah tak bisa lagi mengontrol gejolak dadanya yang terus berdegup dengan kencang.


Dia menarik dua celana sekaligus hingga merosot kebawah. Entah ini salah atau tidak. tapi wanita itu tetap tidak bergerak dan dia anggap itu adalah ijin. Padahal kenyataannya tidak.


Zai melepaskan juga pakaian miliknya dan menunjukan kegagahan tongkat sakti yang menjulang tinggi.

__ADS_1


"Maafkan aku, Aku tidak bisa menahannya. Kau akan menjadi wanitaku mulai saat ini. entah apapun yang terjadi setelah ini. kau akan tetap menjadi wanitaku" Ucap Zai. lalu membuka lebar jalan masuknya...


Suara teriakan terdengar


"Sakit...!?"


"Iya Ma! Lututku sakit sekali" Ucap Rendi menangis dan terisak. dia berlari kecil namun terpeleset karna ada genangan air yang membuat lantai licin.


"Sudah mama bilangkan! jangan kamu berlarian. apalagi ini habis hujan. pasti ada air yang tergenang dilantai." Ucap Juli, Kemudian dia mengangkat rendy yang sudah mulai berat.


"Kenapa Juli? kenapa dengan Rendy? Kok dia nangis?" Tanya Rianti yang bergegas ke ruangan tengah memeriksa Cucu satu-satunya itu.


"Dia jatuh Mah, Tadi berlarian dan katanya kakinya sakit" sahut Juli.


"Coba Oma lihat kakinya"


"Hati-hati mainnya. jangan sampai lecet lagi" Ucap Rianti kepada Rendy yang sudah berhenti menangis.


"Iya Oma!" Sahut Rendy.


"Juli. hari ini Zai tidak ikut beli rumah?" Rianti memandang wajah Juli dan bertanya.


"Sepertinya dia sedang sibuk. lagi pula ayah hari ini akan ke kantornya Zai untuk mengurus perpindahan pengelola, Lebih baik kita jangan menggangunya dan sebaiknya kita saja yang pergi mencari rumah baru" Ucap Juli.


"Baiklah. kau beruntung memilikinya. Sulit untuk mencari menantu yang sebaik itu. Kapan kira-kira kau akan melangsungkan pernikahan. tak perlu acara tunangan lagi, langsung Tesepsi pernikahan saja" Ucap Rianti tersenyum.

__ADS_1


"Ah ibu, Jangan buat aku malu. Nanti aku tanyakan kepadanya. kapan itu akan dilakukan. Mana kirana Mah? sebaiknya kita pagi ini saja berangkat ke Lokasi yang sudah ditentukan"


"Dia ada didalam kamar, bentar Mamah panggilkan" Rianti langsung berjalan ke kamar Kirana. "Dasar anak manja. jam segini masih molor aja" Teriak Rianti sambil mengguncang tubuh Kirana.


"Aduh Mom, Kenapa berisik sekali!" Kirana menyahut setelah mengerjapkan matanya.


"Bagaimana kamu bisa mencari lelaki yang baik dan kaya? jika kerjaanmu saja hanya tidur" Ucap Rianti yang kini berkacak pinggang menatap putri bungsunya itu.


"Mom tau kan? aku ini kerjanya malam. makanya aku tidak bisa bangun pagi." Kilah Kirana.


"Berhenti saja dari pekerjaanmu yang kurang jelas itu. lebih baik kau bekerja dikantoran. sayang ijazah s1 kamu hanya disimpan dan jadi pajangan. Mumpung ayahmu yang jadi ketua baru diperusahaan calon iparmu, Gunakan kesempatan itu dengan baik" cecar Rianti dengan suara cemprengnya.


"Iya Mom. Nanti aku akan berhenti. sekarang aku mau tidur dulu" Kirana memejamkan matanya lagi.


"Ibu akan pergi ke perumahan yang sudah kita pesan kemarin sore. Kamu mau tinggal atau ikut?" tanya Rianti.


"Aku ikut Mom, Aku akan mandi dulu. tak mau aku ditinggal sendirian diruamh. Takut ada orang yang seperti kemarin" Kirana langsung melompat dari kasur dan masuk kedalam kamar mandi. Rianti hanya menggelengkan kepala saja lalu dia keluar dan pergi ke kamarnya untuk ganti baju.


..............


Amanda menangis dengan terisak. Kini dia duduk dan mulai perlahan berpakaian kembali, memang ampuh obatnya tapi dia harus merelakan hal yang dia jaga selama ini diambil oleh musuhnya. tapi tenaganya belum utuh kembali. hingga dia tidak bisa melancarkan serangan kepada pemuda yang telah menodainya.


"Apa kau memakan atau meminum suatu hal pagi ini" Zai bertanya dengan santai sambil menyesap sebatang rokok didekat jendela.


Dilema dalam hati Amanda tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Pikirannya kalut, Hingga dia tidak mendengar apa yang dipertanyakan oleh Zai.

__ADS_1


Dia masih berperang dengan hatinya. Dia suka dengan permainan itu, Tanpa sadar ada rasa yang melekat dihatinya. Namun satu sisi yang menyulitkannya adalah pemuda itu musuh yang sudah membunuh Kakaknya.


"Apa kau tidak mendengar yang kutanyakan?" Zai kembali bertanya...


__ADS_2