
"Ada apa ya Bang?" Tanya Nindi dengan lembut.
Abang-Ojek segera berpaling karna mendengar suara lembut yang bertanya kepadanya, Seketika itu dunia dipenuhi dengan keindahan.
Matanya terasa berkunang dan bintang banyak berputar dikepalanya. serta darah yang mulai keluar dari dua lubang hidungnya.
"Bang, Woy.... Kenapa diam? dan itu kenapa hidungnya berdarah?" Nindi bingung melihat Abang-Ojek itu, Dia tak sadar bahwa dia yang menjadikan Abang-Ojek itu mematung.
Abang-Ojek segera sadar dan dia langsung menyapu darah yang ada di lubang hidung yang hampir saja mengenai bibir dengan lengan baju miliknya.
"Maaf Non, Ini mau nganter pesanan" Ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya dari kepala hingga ujung kaki, 'Benar benar tidak ada noda' Dalam hatinya memuji kecantikan gadis muda didepannya itu,
'Beruntung hari ini mendapat pelanggan cantik, harus diphoto nih' Hatinya berpikir sedikit jelek, dia pun meraih ponselnya lalu diam dia memotret Nindi yang hanya memakai handuk dibadannya.
'Apa mungkin Kak Zai ya yang pesan makanan, Tapi orangnya Gak ada, Mobilnya pun hilang' Nindi segera menjawab setelah merenung sejenak. "Maaf Bang tapi kita tidak pesan makanan, Apa tidak salah antar?"
"Coba Non lihat apakah alamatnya salah?" Tanya Abang-Ojek sedikit mendekat dengan modus memperlihatkan ponselnya dan mencium wangi has tubuh gadis muda. 'Andai saja seperti yang di video viral yang memperlihatkan wanita sedang nge-prank ojol, Uh senengnya hatiku, Mungkin aku bisa tidak tidur satu minggu' Dia sedikit terkekeh membayangkan hal yang tak mungkin terjadi.
Nindi melihat tingkah aneh yang diperlihatkan oleh Ojol itu, Dia pun sedikit mundur dan dia melihat ke arah tubuhnya 'Apakah ojol ini mikir Aku seperti gadis yang divideo viral itu, yang sukanya ngprank setelah itu minta dimainin, Bajingan kecil' Rutuknya dalam hati.
"Benar Pak alamatnya, Pasti ini pacar saya tadi yang pesan, Sudah dibayarkan?" Tanya Nindi sedikit kesal karna dipandang oleh mata yang hampir tidak berkedip.
Lelaki mana coba yang tahan untuk tidak melihat keindahan yang tersaji didepan mata?
"Benar ini sudah dibayar" Ojol itu segera menyahut setelah ketangkap basah memandang keindahan.
Nindi langsung meraihnya kantong yang diberikan Ojol itu dan lanjut berkata "Makasih banyak" Ucapnya lalu menutup pintu dan menguncinya dia bergidik "Hiii.... Ojol sialan itu, dia kira aku ini gadis gampangan apa, Menatap ku seperti itu, Lancang sekali" gerutunya sembari berjalan menuju kamar. dan menaruhnya dimeja rias tempat dia bermain sebelumnya
Kamar itu layaknya kapal pecah yang salah bersandar. semua berhamburan karna kelakuan mereka bertiga yang sering bertukar posisi.
__ADS_1
..............
Ojol itu kembali ketempat motornya parkir, "Meskipun tak ada adegan yang ku inginkan, Tapi aku ingat disini ada nona manis, Bisa dipikirkan nanti untuk mencicipinya" Dalam hatinya dia menghayalkan saat itu tiba.
Teplok...!
"Apa ini yang membasahi wajahku?" Ojol itu langsung mengusapnya dan mencium baunya,
"Uweeeee...! Burung sialan, Ee diwajahku, Awas kau jika ketemu akan ku jadikan sate" Teriaknya lagi lalu mengeluarkan tissu untuk membersihkan wajahnya. dan segera meninggalkan tempat itu setelah mengingat nomor rumah si gadis cantik sambil tersenyum.
'Aku harus mencari dukun untuk memeletnya' Niat jahat telah meracuni pikirannya.
Karna wanita ingin dimengerti, Karna wanita dunia teracuni!!
.............
Vrooom..! Raungan memukau memasuki gerbang besar yang dijaga dengan ketat lagi agar tidak bertambah penyusup yang datang.
Zai langsung membawa mobilnya masuk ketika pintu itu terbhka lebar.
Dengan cepat dia turun dari mobil dan mematikan mesin lalu berjalan kedalam, Terlihat ada lima mayat anggota Macan Hitam yang tergelatak di lantai tersusun rapi dengan penutup kain.
Dan ada satu orang yang berteriak teriak meminta untuk dilepaskan.
"Ooh jadi kau yang telah membunuh Anggotaku?" Zai bertanya dengan wajah muram dan mendekat, Tiba tiba saja kakinya melayang dan menendang dagu orang itu hingga beberapa gigi langsung terlempar keluar dari tempat seharusnya.
"Ciiih.." Sosok itu meludah kelantai untuk membuang darah yang seperti rasa logam itu dari mulutnya.
Sosok itu tetap tersenyum meski tidak segarang sebelumnya karna tiga gigi depan nya sudah tiada.
__ADS_1
"Apa kau pikir aku akan berhianat" Selesai berucap dia langsung menggigit lidahnya dan dia langsung terkulai.
(Tet tet tet Peringatan, Ada bahaya mengancam tuan rumah)
Tidak tau apa yang dikatakan oleh sistem dia segera berteriak. "Segera menjauh"
Boooom...! Ledakan kecil tercipta disana dan kawah yang lumayan dalam terbentuk. beberapa orang ada yang terluka tapi masih banyak yang selamat, Jika ketua mereka tidak menyuruh mundur pasti mereka akan binasa.
'Maafkan aku ketua yang tidak memeriksa seluruh tubuhnya, Ternyata dia menyimpan Bom dan sengaja tidak melawan lagi karna ini juga termasuk misi bunuh diri mereka" Udin segera berkata dengan wajah menunduk, Karna jujur itu adalah salahnya sebagai Pengganti Torax sementara, dia merasa gagal memimpin
"Jangan bersedih, aku juga tidak mengira ini akan terjadi" Zai menepuk bahu Udin dan lanjut berkata "Sebaiknya kau panggil orang orang diluar untuk membantu menolong anggota yang terluka"
"Baik ketua" Udin segera berlari dari ruangan yang sudah berantakan itu. Untungnya Sistem memberinya peringatan jika tidak, Dia pasti akan terluka, Karna dia lah yang paling dekat dengan orang yang meledak itu.
'Terima kasih banyak sistem, Kau sudah menyelamatkan nyawaku' Zai bersukur karna memiliki sistem.
(Keselamatan tuan rumah adalah jaminan hidup dari sistem, Tapi jaminan ini hanya sekali pakai saja, dan karna sudah terpakai, Tuan Rumah tidak bisa meminta jaminan hidup lagi nantinya, Belajarlah untuk tidak tergantung dengan bantuan dari pihak lain) Sistem memberikan saran yang baik agar kedepannya Zai tidak selalu bergantung padanya,
Karna mungkin saat misinya membuat tuan rumahnya menjadi konglomerat sebenarnya sudah tercapai, maka di anggap misinya selesai dan dia bisa pergi mencari pengganti. tapi itu hanyalah Prediksi.
Ada puluhan orang dengan tongkat kayu datang ketika mendengar ledakan dalam sebuah ruangan.
Mereka melihat kehancuran dan beberapa teman mereka terluka, Ada yang ringan dan ada juga yang parah lukanya. karna sebagian dari atap terjatuh dan menimpa anggota Macan Hitam.
Bawi membawa satu sosok yang juga berasal dari Dark Moon kehadapan Zai lalu menyerahkan orang yang sudah babak belur itu kepadanya, "Kami menemukan satu orang lain Ketua" Bawi segera berkata.
Dia belum menyadari akan kehancuran ruangan itu. karna dia terlalu bersemangat untuk mengirim sosok yang mereka bertiga tangkap.
Tapi Ucup dan Sani yang sudah sembuh dari penyakit langka mereka menepuk bahu kiri dan kanan Bawi, "Apa kau tidak lihat bekas ledakan yang kita dengar tadi berasal dari ruangan ini?" Sani segera mengingatkan
__ADS_1