
"Tuan bisa memilih sesuka hati tuan, pakaian apa yang cocok menurut tuan muda. Tapi aku bisa juga merekomendasikan yang terbaik untuk tuan, bagaimana menurut tuan muda?" Laila bertanya seraya tetap melangkah disamping Zai.
"Kau saja yang pilihkan!" Perintah Zai.
Laila langsung menanggapinya. Dia melambaikan tangannya. Muncul asap dari kaki Zai yang langsung naik, perlahan dengan pasti hingga membungkus. Dan ketika asap itu hilang. Keduanya sudah berganti pakaian yang sesuai dengan pakaian yang ada didunia itu.
"Sekarang jelaskan padaku, kita berada didunia seperti apa dan apakah ada misi tertentu yang harus aku lakukan. Aku bisa menebak dengan kau mengajakku ke dunia ini artinya ada misi. Katakanlah?"
"Kita sekarang berada di dunia Kanggo, dan tuan tugas tuan membantu pangeran kekaisaran Kanggo untuk naik tahta" kata Laila.
"Hemm. Sekarang apakah kekuatanku cukup? Dan mengapa aku tidak dijadikan pemeran utama yang menaiki tahta kaisar" Tanya Zai lagi.
Laila menggeleng. "Jika tuan ingin menjadi kaisar, mudah saja Laila akan membantu tapi bagaimana dengan dunia tuan yang ditinggalkan? Kecuali tuan ingin tetap berada di alam ini selamanya!"
"Aku mengerti. Aku disini hanya satu bulan dan harus kembali. Setidaknya aku tidak bosan dalam menjalani kehidupanku di bumi, kalau begitu mari berpetualang sebentar" kata Zai.
Dia menyerap energi alam itu dengan manual kultivasi Teknik naga melahap matahari. Semua energi langit dan bumi langsung berkumpul kepadanya. Seraya berjalan dia menyerap hal itu. "Energi disini sangat baik untuk meremajakan kulitku" kata Zai. Dia mengajak bicara Laila. "Bagaimana caraku untuk mendapat akses menuju putra mahkota?" Zai bertanya lagi.
"Tuan muda harus lebih kuat dulu. Jadi kita akan farming ke hutan. Dengan membunuh binatang buas. Tuan bisa naik tingkat dengan mudahnya dan keuntungan ini juga bisa dibawa ke dunia asal tuan. Jadi tuan tidak rugi sama sekali" terang Laila.
"Kalau begitu, ayo kita farming!" Ucap Zai dengan semangat yang membara.
Mereka berdua menuju pegunungan rantai hitam.
Tiba di kaki bukit. Zai melihat sekumpulan serigala tanduk petir yang sedang memakan mangsa yang didapatnya.
Ketika serigala itu merasakan keberadaan manusia. Mereka menoleh dengan seringai yang menakutkan.
Tiga serigala sebesar gajah muda menatap Zai dan Laila dengan air liur yang menetes. Seolah mengatakan bahwa kali ini mereka akan makan makanan langka.
Segera mereka melompat. "Mundurlah Laila!" Pinta Zai.
Laila mundur lima langkah dibelakang Zai dan tersenyum. Dia mengakses shop sistem secara otomatis.
Baam! Kepalan tangan Zai langsung menghantam taring serigala yang siap merobek tubuhnya. Taring itu langsung patah. Pukulan itu sangat kuat, jika di ibaratkan Zai memukul batu sebesar rumah, batu itu akan hancur.
Serigala itu terdongak. Zai memanfaatkan kesempatan yang diberikan, dia menendang dada serigala itu hingga terlempar ke batu.
Braak!! Batu terberai dihantamnya dan serigala itu langsung meledak.
__ADS_1
[Membunuh satu serigala tanduk petir mendapat seribu poin sistem]
Dua yang lainnya langsung melompat dengan cakar yang mengarah ke depan. namun Zai sudah siaga. Dia memalingkan tubuhnya lalu menggeser ke samping dan berkata kepada Laila. "Belikan aku pedang!"
[Pembelian pedang berhasil, seribu poin sistem terpotong secara otomatis]
Sedetik kemudian pedang muncul di tangannya Zai langsung menggunakannya dengan Qi api matahari yang panas membara.
Wush! Booom! Boom! Keduanya meledak dan langsung menjadi abu.
[Membunuh dua serigala tanduk petir mendapatkan dua ribu poin sistem]
Abu bakar serigala itu tertiup angin langsung membawa kepada lima serigala yang tersisa yang langsung melolong memanggil kawanannya.
"Panggilah sebanyak-banyaknya, aku sangat senang!" Kata Zai lalu dia menoleh ke arah Laila.
[Selamat tuan rumah naik tingkat, sekarang berada di ranah Profound immortal]
"Aku merasakan tubuhku penuh sesak dengan energi" ungkap Zai yang baru pertama kali merasakan hal itu. Sebab di dunianya dia tidak mendapatkan hal yang semacam itu, kekuatannya pun terasa ada yang menahan disana. Mungkin karena sebuah aturan dunia itu sendiri yang membatasi.
Lima serigala itu langsung membiarkan makanan yang sebelumnya mereka gerogoti tergeletak di tanah. Sebab mangsa yang sekarang lebih liar dan ingin memangsa mereka. Sebagai pemangsa. Tentunya mereka akan mengutamakan mangsa hidup. Seperti itu adalah kesenangan bagi mereka dalam mencabik-cabik mangsa.
Swoosh!!
Serigala datang dari arah kanan, Zai merentangkan mata pedangnya untuk menahan cakar yang tiba dengan cepat. Datang lagi dari atas, dengan lompatan yang tinggi serigala itu menukik. Zai menyiapkan tinjunya. Namun satu lagi datang dari samping kiri yang membuka mulutnya.
Terpaksa Zai menggunakan Qi api lagi untuk menyelimuti bilah pedangnya. Cakar yang menangkap pedang sebelumnya. Harus terkikis dengan luka bakar. Serigala itu meraung.
Zai mengayunkan pedangnya memutar dan menebas serigala yang ada di kiri dan kanannya. Sedangkan yang berada di atas. Zai memberikan tendangan salto yang langsung mengenai rahang serigala itu.
Tidak menunggu lama dia mengejar yang itu lebih dulu dan menusukan pedangnya langsung ke jantung. Kemudian berpaling. Dia bergerak sangat cepat seolah berteleportasi.
Memerlukan sepuluh menit untuk menghabiskan semua serigala yang ada disana. Zai duduk di atas batu menjuntaikan kakinya. "Cukup melelahkan tapi mengasyikan" gumamnya.
Layar biru terbuka di hadapannya. Menampilkan poin yang didapatkan. "Tampilkan statusku Laila!" Katanya menoleh ke samping.
[Ting…]
[Tuan rumah: Zaidul Akbar]
__ADS_1
[Level: Ranah Bumi tahap awal]
[Poin tukar: 8000 poin]
[Teknik: Teknik naga melahap matahari]
[Poin Peningkatan: –]
[Kotak hadiah: Kotak misteri (1×) Kotak Gold (1×)
[Kondisi: Sehat]
[Misi: Membantu putra mahkota naik tahta]
"Hmm. Berbeda dengan yang ada di bumi" gumamnya.
"Karena sekarang memang kita bukan berada di bumi. Maka, status akan mengikuti aturan yang ditetapkan" kata Laila menimpali.
"Tidak masalah. Bukalah kedua hadiah!" Kata Zai lagi.
[Selamat tuan telah membuka kotak mister]
[Selamat: tuan mendapatkan seni tingkat bumi. Jari dewa matahari]
[Selamat tuan telah membuka kotak Gold]
[Selamat: tuan mendapatkan senjata tingkat suci: Pedang dewa matahari]
Zai jelas terkejut dengan hadiah yang didapat barusan. Dia tak menyangka akan begitu luar biasa itu.
Laila tersenyum melihat hal itu. "Apakah tuan ingin melanjutkan farming lagi?" Tanya Laila.
"Tunggu sebentar. Belikan aku makanan bumi saja. Pizza dan minuman starbuck!" Pinta Zai
Laila langsung mengakses sistem dan muncul satu detik kemudian muncul kedua pesanan Zai itu di udara. Segera dia mengulurkan tangannya mengambil makanan itu
"Sangat nyaman memiliki sistem hidup seperti ini. Bukan hanya cantik tapi juga pintar, jelaskan kepadaku tingkatan yang ada di dunia Kanggo ini!" Selesai bicara Tangannya mengayun ke mulutnya.
"Kultivasi terbagi dalam sembilan ranah dan tiap ranah terbagi lagi dalam tiga tingkatan, kultivasi terendah hingga yang tertinggi adalah sebagai berikut.
__ADS_1
Ranah Hitam, Ranah Petarung, Ranah Inti Energi, Ranah Bumi, Ranah Raja Bumi, Ranah Langit, Ranah Raja Langit, Ranah Kaisar dan terakhir Ranah Penguasa Alam"