Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Mata Bisa Tertipu


__ADS_3

'Itu gara gara kamu, Seandai nya kamu tau' Vera sekali lagi hanya bisa membatin, dia akui dia salah juga karna berjalan tak melihat lihat hinga menabrak lemari.


"Baik Kak Zai, Aku akan mengingat nya, aku akan kembali ke kamar dulu" Ucap nya tersenyum lalu segera berlari menuju kamar nya.


Zai mengelengkan kepala, 'Dia terlalu muda untuk mengenal cinta, Masih banyak yang harus di lakukan nya untuk sukses lebih dulu' batin Zai lalu dia memandang Bi Diah yang terkekeh. "Kenapa Bi, apakah ada yang lucu?" Tanya Zai pura pura tidak mengerti apa yang sebenar nya yang menjadi penyebab Vera begitu.


Bi Diah kembali ke mode Fokus nya setelah di tanya oleh Tuan Muda nya tersebut lalu dia menjawab "Tidak apa tuan, hanya lucu melihat tingkah Non Vera, seperti orang jatuh cinta" ucap nya.


"Sudah tak usah bahas itu" Ucap Zai sambil berjalan kearah kursi dan menarik nya kemudian duduk.


"Siap Tuan Muda" Sahut Bi Diah sambil menaruh Udang Pedas Manis di meja, kemudian dia bergerak cepat mengambil nasi dan juga semua yang di perlukan untuk makan.


Zai membuka Aplikasi Wa di Ponsel nya lalu mencari kontak Handoko.


Telpon tersambung..


"Pak Han, Bisa kah belikan saya mobil yang lebih tinggi?" Tanya nya sebelum melayangkan sendok yang berisi udang Pedas Manis ke mulut nya.


"Bisa Bos, Bos tenang saja, Nanti saya akan suruh pihak dealer mengantar ke rumah Bos" Sahut Handoko cepat.


Mendengar itu Zai memtuskan sambungan telpon nya lalu menghabis kan makanan nya dengan cepat.


Setelah menyelesaikan makan nya, Zai pergi ke ruang tamu, Disana dia menemukan Ferdinan tengah santai menonton televisi.


"Hai Fer!"


Ferdinan menoleh ke arah suara, dia mendapati bos nya menatap ke arahnya.


"Eh... Iya Bos" Ferdinan menyahut sambil berdiri.


"Tidak perlu berdiri" Zai menjatuh kan pantat nya di sofa dan menyilangkan kaki nya sambil menyandar kan tubuh nya. "Bagaimana perkembangan perusahaan keamanan yang kini kamu pegang?"

__ADS_1


"Untuk saat ini belum ada yang memesan ke amanan, Tapi itu juga bagus, Karna perusahaan masih perlu di kondisikan, Apa lagi Bos tau sendiri, Anggota yang kini ada di markas sangat banyak, Masih perlu beberapa tes dan juga pengaturan untuk membuat mereka layak berada di perusahaan keamanan ini" Sahut nya sambil menghela nafas. Ferdinan bukan orang yang suka mengurusi sebuah perusahaan, jadi ini kali pertamanya dia melakukan hal ini.


"Hem, Sabar ya" Ucap Zai sambil menepuk bahu Ferdinan. Ferdinan pun menoleh dan kemudian tersenyum, Terasa terjalin tali persaudaraan yang erat di hati nya.


Mereka terus mengobrol hingga hampir satu jam lama nya. Dan beberapa saat kemudian Pak Taufik berlari masuk kedalam.


"Bos, Ada orang mau ngantar Mobil di depan" Ucap nya.


"Baik lah... Aku akan kesana! Dan katakan pada Bi Diah buat kan minuman untuk tamu!" Sahut Zai lalu berdiri dan Ferdinan juga mengikuti Zai dari belakang.


Zai membuka pintu rumah nya dan melihat sebuah Mobil berwarna Hitam Pekat di turun kan dari mobil pengantar. Dan ada seseorang yang menginstruksikan nya sambil berjemur penuh dengan keringat


Seseorang melihat pintu terbuka dia segera merapikan pakaian nya, dia tak ingin tampil kucel di hadapan pelanggan besar, Pelanggan yang sanggup membeli Mobil ini dengan Cash adalah pelanggan yang selalu di hormati. Dia pun mendapat komisi ratusan juta dari penjualan ini. Dia mengambil sapu tangan di saku nya dan menyeka keringat berlebih di kening nya.


Kemudian dia berjalan ke arah dua orang yang memperhatikan nya.


"Selamat Siang Pak! Dengan Bapak Zaidul Akbar kan"


"Bukan, Aku pengawal nya, Dia Bos nya" Ucap Ferdinan yang ada di belakang sambil menunjuk ke arah Zai yang sudah di lewati oleh orang itu.


Dia menggaruk kepala nya lalu menoleh kesamping dan berkata lagi "Maaf aku tidak mengenali yang mana orang nya" Ucap nya sambil membungkuk atas kesalahan nya salah mengenali orang.


Zai menepuk bahu orang itu, "Jangan biasakan memandang orang dari sampul nya, Karna mata bisa tertipu!"


Orang itu pun mengangguk malu. "Saya Syam! Manager dari Dealer, Boleh kah saya menjelaskan semua Fitur yang ada di mobil anda"


"Masuk lah kedalam, Kita minum dulu" Ajak Zai dia berbalik dan masuk kembali kedalam rumah.


Terlihat Bi Diah menata minuman dan cemilan di meja lalu dia kembali lagi ke dapur. Tiga orang itu pun duduk bersebrangan terhalang hanya oleh meja kaca. 


Syam mengeluarkan berkas kepemilikan mobil baru itu, Dia sangat senang dan kagum dengan orang kaya ini, Dia tidak sombong, Bahkan mengajak nya masuk kedalam rumah, dan juga dia tidak marah, hanya menasehati saja akan kesalahan nya. Benar benar orang kaya ber-Attitude.

__ADS_1


"Silah kan di minum dan di makan cemilan nya, Jangan malu" Ucap Zai lagi


Syam mengambil gelas nya lalu menyeruput Jus Jeruk yang tersedia dan juga memakan Nastar.


Begitu pula dengan dua orang itu.


"Ada beberapa yang perlu di tandangani oleh anda" Syam memberikan kertas itu, Zai mengambil nya dan menyerahkan nya kepada Ferdinan, Ferdinan jelas mengambil nya dan membaca dengan perlahan.


"Semua nya sesuai Bos" Ucap Ferdinan sambil menyerahkan berkas itu lagi ketangan Zai.


Dan Zai menyambut nya "Dimana harus tanda tangan?" Tanya nya menatap Syam.


"Ada tiga, Di sini, lalu disini, Dan disini yang terakhir"


Zai langsung saja menanda tangani sesuai dengan apa yang di tunjuk oleh Syam, lalu dia memberikan nya lagi kepada Syam, Dan Syam mengembalikan salinan nya kepada Zai lagi.


Serah terima Mobil pun sudah selesai dengan di tanda tangani nya berkas berkas itu, "Saya bisa menjelaskan Fitur fitur yang ada pada mobil anda, Itu pun jika anda tidak ada kesibukan sama sekali" Ucap Syam lagi.


"Itu tak perlu, Terima kasih sudah mengantarkan mobil ini langsung kesini"


"Bukan masalah Pak Zai, ini memang sudah prosuder dari kantor, Kalau begitu saya permisi dulu, dan terima kasih atas minuman nya dan juga cemilan nya" Ucap Syam lalu mengulurkan tangan nya.


Zai menyambut dan mereka saling berjabat tangan..


Vera pulang bersama Bi Yenni dan melihat sebuah mobil yang sangat bagus berada di halaman depan Rumah Zai, Dia pun berlari kecil lalu menyentuh nya dengan tangan lembut nya.


Syam keluar dari rumah dan melihat gadis itu sedang berphoto di sana, dia ingin menegur tapi takut nya akan terulang kejadian yang memalukan lagi. Jadi dia lewat saja dan masuk kedalam mobil nya dan melaju meninggalkan komplek Pesona Moderen.


-


-

__ADS_1


"Seperti nya orang ini banyak punya wanita, Jadi yang mana yang akan kita culik untuk memulai rencana" Tanya Kucing Orange kepada Mata Elang yang masih memperhatikan gadis yang berpohoto itu.


"Yang mana saja boleh, Kita jalan lagi, kita lihat wanita yang satu nya, Siapa tau di sana ada kesempatan yang bagus" Ucap Mata Elang, lalu mereka menaiki sebuah motor King dan melaju di jalan raya menuju Citra Garden..


__ADS_2