Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Perseteruan


__ADS_3

Zai menepikan Mobilnya dengan segera setelah melihat Maira begitu menggodanya, dia tak ingin salah Fokus yang menyebabkan terjadinya hal yang tidak di inginkan pastinya.


Zai mengulurkan punggung tangannya dan meletakkan dikening Maira "Kamu tidak sakit sepertinya!" Ucap Zai lalu memindahkan tangannya ke arah baju Maira dan menaikannya kemudian merapikannya.


"Tidak begini caranya Mai, Kamu itu cantik dan juga baik, Jadi tidak perlu melakukan hal seperti ini, Aku manusia normal yang bisa menerkam mu jika kamu terus menggodaku, Liat punyaku, sudah sesak seperti ini" Tunjuk Zai kearah bagian bawahnya yang memang ada naga yang bergerak menggeliat, Kemudian dia berkata lagi "Tapi sayangi tubuhmu dan jaga hal itu, Aku tak ingin kamu rusak karna diriku dan ->" Ucap Zai panjang lebar Namun ketika dia hendak melanjutkan omongannya, Bibirnya ditahan oleh satu telunjuk yang seketika membuatnya diam.


"Tatap mataku Zai" Pinta Maira.


Zai langsung menatap mata itu, Sedangkan wajah Maira semakin mendekat hingga sampai pada satu kecupan dibibir. dia hanya menekan namun Zai tidak bereaksi hingha akhirnya dia yang memulai menarik bibir Zai dengan bibirnya.

__ADS_1


Entah belajar dari mana dia hingga mendapat cara yang seperti itu, Namun dapat Zai pahami. bahwa Maira melakukan ini adalah yang pertama kali.


Dia tak ingin memaksakan nafsu yang sudah berada di ubun kepalanya. Lalu dengan segera meraih kepala Maira dengan kedua tangannya dan menghentikan ciuman panas mereka.


Zai memberikan ciuman pada kening Maira dan berkata "Disini bukan tempatnya!" dia langsung meindahkan posisi perseneling dan menginjak pedal Gas lalu meluncurkan kembali Mobilnya kejalan raya.


"Aku antar pulang saja Ya, Udah mau malam" Ucap Zai menghempaskan keheningan yang hadir setelah kemesraan yang begitu tanggung.


Dia pun segera membanting setir kekanan memasuki Area komplek perumahan Maira.

__ADS_1


Akan tetapi, Ada satu Mobil yang menyalip mobilnya dengan kecepatan dan langsung berhenti didepan Mobilnya, Jika Zai tak sigap menginjak rem, Mungkin saja akan terjadi tabrakan.


"Au kepalaku" Maira mengaduh kesakitan ketika kepalanya kejedot Dashboard, Karna dia sebelumnya tak memasang sabuk pengaman


Zai segera menyentuh jidat Maira yang terlihat memerah dan agak menonjol, dia pun mengalirkan seutas energi Qi untuk menghilangkan benjolan itu dengan mengusapnya sebentar lalu. 'Ada rasa hangat yang mengalir dari telapak tangannya, dan aku tidak lagi merasakan sakit dikepalaku' dalam hatinga bicara dengan raut wajah sedikit aneh dan bingung


Lalu Zai mengecup kening Maira dan berkata "Sudah baikan kan?" Tanyanya


"Mm" dia pun mengangguk senang diperhatikan lalu menatap kearah depan kaca terlihat sosok yang begitu dia kenal, "Jangan keluar Zai, Aku takut terjadi apa-apa denganmu" Pinta Maira sambil menahan tangan kiri Zai yang hendak keluar dari Mobil.

__ADS_1


"Kamu tenang saja! sebagai laki-laki aku harus pandai melindungi wanita! Jadi perhatikan baik-baik aku akan menghajar dia karna sudah berani membuat sakit kepalamu!" Ucap nya lalu memberikan senyuman dan langsung menutup pintu


"Apa maksudmu berhenti didepan Mobilku, Jika aku tak membawa seorang wanita, sudah ku tabrak Mobil bututmu ini" Ucap Zai dengan pandangan sinis dan mencibir meskipun yang dipakai oleh Syam adalah Ferary tapi itu tetap bagi Zai adalah Mobil butut..


__ADS_2