
Zai Dan Aisya.
Zai dan Alisya
Pukul 21:00 WIB Zai keluar dari markas bekas Tiger White, yang kini berganti jadi markas besar Macan Hitam, Dia sudah menyuruh Torax untuk mendekor keseluruhan dalam gedung, agar lebih nyaman di pandang.
Ferdinan datang dengan membawa mobil kesayangan Zai. Lambo berwarna Hijau Pucuk Pisang dan tepat di hadapan nya di berhenti.
"Maaf membuat bos menunggu lama" Ucap nya
Zai melambaikan tangan dan menarik pintu keatas lalu memasuki nya, "Apakah ada tujuan tertentu?" Tanya Ferdinan lagi sambil mengubah posisi tuas perseneling.
"Ke Sky Paviliun saja!" Ucap nya lalu mencondongkan sandaran kursi lalu merebahkan tubuh nya yang lelah..
Mobil melaju dengan santai hingga Tiga puluh menit kemudian baru lah sampai di parkiran Sky Paviliun.
Ferdinan tidak membangun kan Zai Karna melihat dia sangat kelelahan, Zai tersadar dengan sendiri nya lalu mengucek mata dan melihat sekeliling nya. "Apakah sudah lama sampai?" Tanya Zai sambil menguap.
"Baru beberapa menit bos" Sahut Ferdinan
"Bagaimana dengan adikmu?"
"Sudah bisa pulang, Kini dia di rumah Bos, Maaf belum mengabari!" Jawab Ferdinan menunduk kan kepala.
"Tak apa, aku juga akan tidur di sini" Ucap nya lalu keluar dari mobil dan sebelum menutup pintu dia memberikan segepok uang ratusan yang di ambil nya dari inventory sistem.
"Pulang dan jaga adik mu dengan baik, dan juga belikan Pak rahman dan Pak Taufik makanan serta rokok" dia pun menutup pintu dan melangkah menuju lift.
Setelah Zai masuk ke dalam Lift, Ferdinan masih terdiam disana dengan mata yang berkaca kaca, "Sungguh orang baik, Aku bersyukur mendapat bos yang seperti ini" Gumam nya lalu melajukan mobil kembali ke arah Pesona Moderen
__ADS_1
Sedangkan Zai memasuki Kamar Apartemen nya, Kemudian dia berjalan ke arah kamar pribadi nya dan menemukan dua orang wanita cantik yang sudah terlelap, dia menarik selimut untuk menyelimuti mereka berdua.
Kemudian dia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Beberapa menit berlalu, Zai mengakhiri mandinya dan memakai pakaian tidur lalu berjalan keluar dari kamar, perlahan menutup pintu dan kembali melangkah ke arah Sofa kemudian melelap kan mata nya kembali.
Di tengah malam salah satu dari wanita cantik itu terbangun karna ingin pipis, dia menuju kamar mandi yang ada di dalam kamar itu juga. Lalu keluar dari kamar dan menyalakan lampu menuju dapur, Dia mengambil Pop Mie dan memasak nya, Karna perut nya mulai jadi bahan candaan cacing yang sedang menyanyi lagu keroncong.
Setelah Pop mie siap di makan, dia kembali menuju kamar, Tapi dia berhenti di ruang tamu karna melihat pujaan hati nya yang sedang terlelap di sofa.
Aiysa mendekat, lalu duduk di samping Zai yang masih tertidur. Dia menyentuh pelan pipi Zai dan membelai nya.
Zai merasakan sentuhan lembut di wajah nya, Seketika dia membuka mata nya dan mendapati wanita cantik yang tak kan bosan jika memandang nya.
"Kenapa kamu bangun tengah malam?" Tanya Zai setelah melihat Jam dinding dan mengenggam tangan lembut bagai salju itu.
"Cacing di perut ku ini, kau tau mereka sangat luar biasa, Tengah malam minta makan, Mengusik ku dengan nyanyian fals mereka, Huh" Aisya menunjuk perut rata nya sambil mengegmbungkan pipi bulat nya.
Aisya langsung menyuapi Mie yang hampir bengkak itu dengan pelan. Setelah satu menit berlalu mereka habis memakan Pop Mie itu, Karna di bagi dua jadinya tidak mengenyangkan bagi Aisya.
"Kamu mau lagi?" Tanya Zai yang melihat Aisya seperti masih ingin makan
Aisya menggeleng, Makanan yang lain Boleh?"
"Mau makan apa?" Tanya Zai sambil menyibak rambut Aiysa kebelakang menampilkan leher putih tak bernoda itu.
"Makan kamu aja" Sahut Aisya sambil tertawa kecil takut nya Alisya bangun dan melihat mereka bercanda di ruang tamu.
Aisya langsung melahap Zai seperti makanan yang nikmat untuk di komsumsi. Dengan gairah yang menggebu dia memulai setiap sentuhan yang menggetarkan jiwa..
Sedangkan di dalam kamar, Seorang wanita cantik kembali terbangun, Tentu dia adalah Alisya. Dia mengejapkan mata nya dan tidak mendapati Aisya berada di samping nya. Dengan mata yang masih terbilang terbuka setengah nya dia berjalan ke kamar mandi untuk membuang Air. "Kemana Aisya?" Gumam nya setelah keluar dari kamar mandi.
Kemudian dia melangkah keluar dari kamar dengan membanting pintu pelan. Dia melihat di ruang tamu ada lampu yang menyala. Dia pun mendekat dan mendengar suara yang membagongkan menurut nya.
__ADS_1
Karna penasaran, dia terus mendekat dengan pelan dan dengan kaki berjingkit, Suara itu semakin jelas,
Seperti sebuah tepuk tangan tapi lebih lembut.
Alisya menutup mulut nya karna terkejut, Melihat dua orang yang saling bertindih tindihan di sofa.
Dia mengira Aiysa hanya bercanda ketika mengatakan hubungan nya dengan Zai sudah di luar batas. Tapi kebenaran itu terungkap jelas di depan kedua mata nya. Membangkit kan suatu rasa dalam diri nya. Entah apa itu.
Akan tetapi, dia tanpa sadar membelai melon segar yang belum pernah di sentuh oleh siapapun. Dan rasa gatal yang menyerang area sensitif nya membuat dia harus menyentuh sesuatu itu, Terasa aliran gemericik air perlahan mengalir di paha nya.
Aiysa melihat Alisya yang terbengong berdiri dengan tangan yang menyetuh melon, Kini tak menahan lagi teriakan nya. Dia mengerang dengan penuh sensai untuk membuat rasa dalam diri Alisya terbangun kan. Dan seperti nya itu manjur.
Alisya semakin di buat hilang kendali, kemudian Aiya berdiri dan berjalan memutar ke belakang Sofa untuk menarik tangan Alisya yang pasrah, Meski malu tapi dia sudah tertangkap basah, Dan juga dia sangat gugup karna akan melakukan hal itu, membayangkan nya saja. Wajah nya sangat panas dan memerah.
"Ayolah jangan malu lagi" Ajak Aisya yang kini membelai melon segar itu, dia menuntun Alisya yang kaku, Seperti seorang guru pembimbing, Aisya dengan lihai mencontohkan nya.
Tangan Zai terangkat dengan air liur yang membasahi bibir nya. Dia seakan menggengam sesuatu yang sangat lembut.
Pada kenyataan nya tidak. Dua orang memandang heran dengan kekasih nya itu, "Apa yang sedang di mimpikan nya Ai?" Tanya Alisya yang berdiri di samping Aisya.
"Pasti hal mesum!" Canda Aisya. "Coba kamu mendekat sana, Pastikan kebenaran nya" tambah nya lagi.
"Kamu saja lah!" Sahut Alisya yang malu.
"Jika tak mau, biar aku saja" Ucap Aisya kemudian dia berjalan dan meraih tangan Zai kemudian menyentuhkan nya ke Melon punya nya. Sambil tersenyum Aisya menatap Alisya yang bengong melihat keberanian nya.
Zai merasa perbedaan pada telapak tangan nya. Lalu dia membuka mata nya dan mendapati Aisya yang duduk di samping nya dengan pakaian lengkap, 'Ah pasti aku bermimpi lagi' Batin nya malu
"Sayang sudah lepaskan tangan mu, Apa kamu tidak malu di lihat Alisya?" Tanya nya sambil tersenyum manis
Zai memandang Alisya yang masih berdiri. Kemudian menarik tangan nya dari melon Aisya
"Tak perlu menjelaskan, aku sudah melihat nya" Ucap Alisya yang terlihat malu melihat kelakuan kekasih nya itu.
__ADS_1