Sistem Konglomerat

Sistem Konglomerat
Memilih Kado


__ADS_3

Zai tidak tau apa yang mengintai nya. Dia terlelap tidur dalam keheningan malam.


Telpon berderit di atas meja kecil samping tempat tidur. Zai terbangun dan membuka mata nya sekedar melihat siapa yang menelpon nya, Setelah melihat Id penelpon dia mengulurkan tangan dan menekan tombol terima.


"Ya Sayang!" Ucap nya malas.


"Kamu baru bangun? Pemalas sekali" Ucap suara lembut di seberang sana.


"Bagaimana keadaan mu sekarang?" Tanya Zai kepada Lina


"Aku sudah agak baikan, Mungkin hari ini sudah bisa pulang, Kamu gak kesini hari ini?"


"Kalau mau pulang telpon saja, Biar aku jemput nanti" Sahut Zai,


"Ya sudah, Nanti ku telpon lagi, Dadah!" Ucap lina langsung memutus sambungan telpon nya.


'Sistem, Bagaimana keadaan mu?'


(Saya baik baik saja, Apakah tuan rumah ingin sebuah tugas?)


'Jangan sekarang sistem, Aku tak ingin lagi meminta, Takut nya seperti tugas kemarin waktu di bali' Sahut Zai dalam pikiran nya


Telpon nya menyala kembali dan nada dering terdengar. "Hallo sayang" Terdengar suara lembut menyapa.


"Kangen yaa?" Canda Zai sambil terkekeh


"Kamu gak ke Kantor sayang?" Tanya Alisya yang sedang duduk di depan leptop nya. "Aku sudah bawa makanan banyak nih, bantu aku habisin ya!" Kata nya lagi


Zai melihat jam di dinding kamar nya. Pukul 08:05 "Liat nanti siang deh" Sahut nya.


"Kok gitu, Harus kesini lah, Aku mau beri kamu sesuatu yang spesial" Ucap Alisya disana.

__ADS_1


Mendengar kata spesial Telinga Zai langsung bergerak gerak, lalu Alisya lanjut berkata kembali "Aku akan kecewa lo, Bila kamu tidak datang!"


"Di usahakan sayang, Aku gak janji" Sahut Zai pura pura tidak termakan tawaran spesial.


"Ya sudah, Aku akan tunggu kamu nanti siang" Ucap nya dengan nada agak sedih dan memutus sambungan telpon.


Zai mendengar nada kesedihan itu tersenyum kecut, Dia marasa sedikit bersalah, Dia bangkit dan menuju kamar mandi, Entah apa yang di lakukan nya di dalam sana. Tak perlu di pikirkan.


Setelah selesai dengan segala urusan nya di kamar mandi dia akhir nya keluar dan segera berpakaian. Lalu menuju dapur untuk mengganjal sedikit perut nya yang lapar.


Dia melihat seseorang berada di dapur terlihat murung dan sedih. "Bi, Apa ada makanan?" Tanya nya pura pura tidak melihat keadaan Bi Diah.


Bi Diah langsung mengusap air mata nya lalu menoleh dengan masih terlihat mata sembab, "Tuan muda mau makan apa, Biar bibi buatin" sahut nya cepat.


"Mie Lemonilo aja Bi. Gak usah di kasih sayur, kasih telur mata sapi saja dua" Lalu Zai duduk di meja makan yang ada di dapur.


"Tunggu sebentar, Bibi akan buatkan dulu makanan nya" Sambil menunggu mie matang, Bi Diah bertanya lagi. "Minum nya apa Tuan muda?"


"Yang seger seger aja Bi" Sahut nya.


"Silahkan menikmati Tuan Muda" Ucap Bi Diah sambil tersenyum dan menaruh makanan serta minuman di hadapan Zai yang sudah siap dengan sendok juga garpu di tangan nya.


"Dari tadi aku melihat Bibi seperti banyak pikiran, Apakah ada masalah? Duduk lah, Ceritakan!"


Bi Diah terlihat enggan untuk duduk namun ketika melihat tatapan bersahaja dari tuan muda nya. Dia pun harus duduk dan mulai menceritakan semua keluhan yang dia punya. Dari suami yang di PHK dan juga anak yang satu satu nya yang masih kecil lagi sakit demam.


Zai jadi pendengar setia tanpa menyela sedikit pun apa yang Bi Diah ceritakan.


"Bibi dan suami bibi boleh tinggal disini, dirumah ini, Aku juga jarang tinggal disini, hitung hitung jaga rumah lah. Dan kamar banyak disini ibu bisa pilih salah satu nya" Ucap Zai menawarkan.


Seandainya tidak ada analisa sistem dia tak mungkin percaya sepenuh nya hanya dengan cerita. Untung nya sistem sudah memberitahukan nya waktu dia diam mendengarkan Bi Diah bercerita. Bi Diah ini orang nya bisa di percaya. Menurut sistem.

__ADS_1


Mendengar kalimat itu. Bi Diah tertegun, "Tidak perlu merepotkan tuan muda" Sahut nya.


"Tak usah Bibi menolak, Ini niat baik ku, Cepat bibi pulang dan bawa suami Bibi kesini," Ucap Zai lalu dia balik ke kamar nya dan mengambil uang dari dana sistem sejumlah 500rb, Setelah itu dia balik lagi ke dapur dan memberikan uang itu kepada Bi Diah. "Bawa anak bibi berobat lebih dulu, kesehatan anak lebih utama dari pekerjaan yang lain nya"


Bi Dia langsung menangis haru melihat kebaikan tuan Baru nya itu, Dia bekerja bahkan belum sampai satu bulan tapi di perlakukan seperti sudah bekerja bertahun tahun.


"Terima kasih tuan muda, Budi baik mu pasti ada yang membalas nya" Ucap Bi Diah dan dia pun langsung pergi.


"Diah, Kamu mau kemana?" Tanya Bi Yenni yang baru datang menjemur pakaian, Dia tak tahu menahu permasalahan yang di alami oleh rekan kerja nya itu, Karna Bi Diah juga tidak bercerita tentang masalah nya kepada Bi Yenni.


"Aku mau pulang dulu Yen, Anak ku sedang sakit, aku sudah minta izin dengan tuan muda" Ucap nya.


"Hati hati, Semoga anak mu lekas sembuh" Yenni mendoakan.


"Terima kasih banyak Yen" Ucap nya memeluk Yenni sebentar lalu pulang kerumah lewat pintu belakang..


Zai kembali lagi ke kamar nya lalu berganti pakaian dan keluar dari rumah. Dia melihat Jam di tangan nya, Menunjukkan pukul 10:20, Dia langsung menarik garasi ke atas dan menuju mobil nya. Setelah pagar terbuka dia pun meluncur menuju Sky Paviliun berada.


Sebelum itu dia ingin jalan jalan sebentar ke Mall sendirian.


Duta Mall banjarmasin lantai 01 dia melihat sebuah toko perhiasan. Lalu mampir kesana.


"Selamat datang Pak di Toko Frank&Co. Jawellery kita. Ada yang bisa saya bantu Pak" Ucap pelayan toko itu dengan sangat ramah. Karna melihat pakaian Zai yang baik dan juga mahal.


"Aku mau mencari cincin dan kalung, Tunjuk kan padaku sesuatu yang terlihat sederhana tapi cantik" Ucap Zai tanpa senyum dia duduk di kursi yang di sediakan


Pelayan itu mengambil beberapa contoh cincin dan kalung lalu menaruh nya di meja, "Ini adalah keluaran terbaru pak dari Toko Kami" Ucap pelayan itu ramah


Zai melihat sebentar setelah merasa cocok dan membayangkan jari wanita nya. Dia pun memutus kan untuk membeli nya.


"Cincin nya yang ini saja ya dan juga kalung nya yang ini. Aku minta cincin tiga dan kalung nya tiga. Dan bungkus dalam sebuah kado, Bisa kan?"

__ADS_1




__ADS_2