
Zai melihat pukulan yang melayang ke arah nya dengan cepat, Kemudian dia menarik kaki kanan kebelakang dan menggeser posisi tubuh nya.
Swoosh..!
Tinju itu hampir mencapai kepala Zai, Namun zai tak mungkin diam saja jika ada yang ingin mengancam keselamatan nya.
Zai menunuduk sedikit, Saat sapuan tangan itu terlepas, Dia melayangkan tinju nya ke arah rahang orang itu, Kemudian menendang dengan berputar, Hingga tubuh orang itu pun berputar dua kali diudara sebelum jatuh dan tak sadarkan diri terlihat di mulut nya darah dan beberapa gigi yang keluar karma patah
Andre mendengus, "itulah alasan aku mengajak orang banyak, Jika kalian maju satu persatu aku jamin kalian akan sama seperti dia" Tunjuk nya.
Sembilan orang kawanan nya terpaku melihat gerakan Zai yang terlihat halus tapi mematikan, Dan ketika mendengar ucapan Andrw memang itu ada benar nya, Jadi mereka tak lagi mengutamakan Gengsi, Yang kini ada di pikiran mereka hanya ingin melumpuhkan demi membalaskan sakit nya teman.
Sembilan orang itu langsung maju dan mengelilingi Zai, Kini Zai terkurung, dia bagai harimau yang berada di kandang. Tapi harimau ini lebih ganas dari yang mereka kira
Andre dan Firman tersenyum melihat itu semua, Dan juga wanita yang ada di samping Firman juga ikut tersenyum, Karna dialah Musuh Kekasih nya akan hilang.
"Terima kasih Ren, Kamu sudah membantuku untuk menjebak nya, Jika tidak ada kamu, Ini pasti akan sulit" Ucap Firman sambil menyentuh wajah Rena yang terlihat memerah.
Dia sungguh cinta mati dengan Firman, Jadi apapun yang di suruh Firman akan dia lakukan "Untuk mu, apapun itu, akan ku lakukan" Sahut nya.
Firman sendiri tau bahwa Rena begitu mencintai nya, dan itu menjadi modal untuk membodohi wanita tersebut, meskin pun Rena Cukup cantik tapi tidak ada sedikit pun rasa di hati Firman untuk Rena. Dia hanyalah korban hati.
Kita kembali ke perkelahian.
Satu orang maju sebagai pembuka dengan tongkat kayu di tangan nya. Dan Zai menghindari nya ke samping.
Namun dua serangan datang lagi dari dua sisi, Kanan dan kiri nya.
__ADS_1
'Ini akan sulit' Sambil berpikir Zai sambil melepaskan serangan mereka. Tangan nya melambai dan satu jarum kini berada di tangan nya dan langsung di tusuk kan ketitik akupuntur musuh nya.
Dan orang itu langsung berhenti nenyerang, Zai memamfaatkan itu, dia meraih tangan lawan nya kemudian dia mengangkat tubuh orang itu dan melemparkan nya ke arah tiga orang yang hendak menyerang nya.
Zai berpaling masih ada lima orang yang berdiri yang terlihat ragu untuk menyerang, Tapi Zai tak memberi mereka kesempatan berpikir lama, Dia melemparkan jarum di tangan nya itu ke arah salah satu dari lima orang itu.
Sluup. Lemparan nya sangat akuratmengenai leher dan membuat tubuh orang itu kaku.
Kemudian melawan empat orang selanjut nya, meski pun Zai terkena pukulan dan tendangan juga, Tapi dia masih bisa berdiri, Tapi tidak bagi empat orang itu, mereka meraung kesakitan, ada yang patah tangan, ada yang kaki dan ada yang remuk tulang pinggul nya.
Dia melompat ke arah orang yang masih kaku lalu mencabut jarum yang berada di leher orang itu, tapi sebelum itu dia memukul rahang nya dengan keras hingga terpelanting tiga meter.
Kemudian dia mengambil pistol dan menembak kaki empat orang yang menyerang nya terdahulu. Maka lengkap lah sembilan orang itu yang di kalahkan oleh Zai.
Andre dan Firman juga rena terkejut, Mereka tidak tahu bahwa Zai memiliki sebuah pistol.
Zai berjalan ke arah mereka bertiga yang kini ketakutan, Jelas mereka takut, Karna mereka bukan lah lawan Zai, Apalagi kini Zai memegang pistol, Andre berjalan mundur hingga terjatuh. Kini dia terduduk di tanah
"Maaf kan aku Zai, tolong lepaskan aku" Andre bersimpuh di kaki Zai sambil mengegeratak kan gigi nya. Ini kali pertama bagi nya sujud di kaki orang lain tapi demi kelangsungan hidup, apapun akan di lakukan.
"Aku juga minta maaf Zai" Ucap Firman tapi dia tidak berlutut, Kegengsian nya masih ada, dan itu tetap di pertahan kan nya.
Zai menatap Rena, dia lah wanita yang berperan penting untuk menjebak nya. Lalu dia berkata "Aku akan melepaskan mu, Jika kamu menampar dia seratus kali " Ucap Zai kepada rena sambil menunjuk Andre.
Rena maju lalu berkata "Maaf kan aku Dre"
Plak..! Plaak! Plaaak! Zai menyuruh Firman untuk menghitung nya. Dan Firman mau tidak mau melakukan nya. Karna moncong pistol sudah berada di punggung nya, Zai kini berada di belakang andre dan Firman sedang kan Rena berhadapan dengan mereka.
__ADS_1
Hingga hitungan ke seratus, tangan lembut rena pun berdarah karna memukul wajah Andre yang keras. Tapi wajah andre pun hampir mirip babi sekarang
"Sekarang tampar Firman seratus kali juga, Dan kau kali ini aku yang menghitung nya sendiri dengan suara lantang"
Terlihat Rena ragu ragu, Karna yang akan dia pukul adalah orang yang sangat di cintai nya
"Kenapa?" Tatap nya tajam ke arah Rena "Apa kau tau, Kau hanya di mamfaat kan oleh nya, Aku berani bertaruh bahwa dia tak pernah sedikit pun mencintaimu!" Ucap Zai yang menebak dengan jitu perasaan Firman kepafa Rena.
"Jangan dengarkan dia Ren, Aku ini kekasih mu" Ucap Firman berteriak
"Jangan bodoh, Cepat lakukan jika ingin kekasih mu selamat" Zai kembali mengancam, karna dengan itu Rena pasti akan melakukan nya..
Rena mengayun kan tangan kiri nya ke wajah Firman, Terdengar bunyi Plak Plak, tamparan bolak balik menggema di keheningan sore. Untung nya disana tidak ada yang lewat dan tidak ada aktivitas yang menganggu mereka.
Di hitungan ke sembilan puluh sembilan tangan Rena sudah tak sanggup lagi menampar, Dua tangan nya mengeluarkan darah dan sangat sakit.
"Ini hukuman buat mu nona, Ingat lah jangan melakukan hal seperti ini lagi di masa depan"
Rena terduduk dengan tangisan yang tak bersuara
Lalu Zai memandang dua wajah yang sudah seperti babi itu kemudian berkata "Aku sudah memberikan kalian kesempatan untuk hidup dalam pertemuan kita beberapa kali, Tapi kalian tidak jera, dan sekarang sudah mencapai puncak nya, apa pesan terakhir kalian?" tatap Zai dengan tajam. Dia sudah menyimpan kembali pistol nya. Dan menampar nampar kecil pipi Firman sambil bertanya.
Mereka beruda tidak ada yang bersuara lagi, Zai mengambil ponsel nya dan menghubungi Torax. "Kirim beberapa orang ketempat ku untuk membersihkan hama yang sering menganggu" Ucap nya langsung mematikan telpon dan Zai membagi lokasi nya kepada Torax. Lalu menyimpan kembali ponsel nya di saku..
Sekitar sepuluh menit berlalu dan Jam sudah menujuk kan Pukul 16:05 dua mobil datang berisikan sepuluh orang.
Dan salah satu nya menyapa "Bos, Apa perintah anda"
__ADS_1
"Patahkan kaki semua orang terkecuali wanita itu" Ucap nya lalu dia masuk ke dalam mobil dan duduk santai di dalam nya mendengarkan suara retakan dan teriakan...
Terkadang hidup memang harus kejam, bukan karna sifat orang itu kejam, tapi demi untuk bertahan hidup